Wawali Arya Wibawa Ngaturang Bhakti Serangkaian Pujawali di Pura Swagina Taman Sari. (humasdps)
BALI - Perayaan pujawali di Pura Swagina Taman Sari, Desa Dangin Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, berlangsung khidmat pada Jumat (1/5) yang bertepatan dengan Purnama Sasih Jiyestha. Rangkaian upacara suci tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, yang turut mengikuti prosesi persembahyangan bersama masyarakat setempat. Suasana religius begitu terasa dengan iringan gamelan Bali, kidung suci, serta pementasan topeng wali yang menambah kekhusyukan jalannya upacara.
Dalam kesempatan tersebut, Arya Wibawa menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya pujawali yang rutin digelar setiap tahunnya. Menurutnya, upacara ini bukan sekadar tradisi, melainkan juga momen penting bagi umat Hindu untuk memperkuat sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Ia menilai bahwa kegiatan keagamaan seperti ini memiliki peran besar dalam menjaga nilai-nilai spiritual sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
Lebih lanjut, Arya Wibawa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keharmonisan dan kebersamaan dalam setiap pelaksanaan yadnya. Ia menekankan pentingnya nilai Vasudhaiva Kutumbakam, yakni ajaran yang memandang seluruh umat manusia sebagai satu keluarga besar. Dengan semangat tersebut, diharapkan masyarakat dapat terus hidup rukun serta saling mendukung dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, pujawali juga menjadi momentum untuk menguatkan implementasi konsep Tri Hita Karana, yang mencakup keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan (parahyangan), manusia dengan sesama (pawongan), serta manusia dengan lingkungan (palemahan). Ia berharap nilai-nilai tersebut tidak hanya dipahami, tetapi juga diterapkan secara nyata dalam kehidupan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Pangempon Pura Swagina Taman Sari, I Nengah Narsa, menjelaskan bahwa piodalan ini merupakan agenda tahunan yang selalu jatuh pada Purnama Jiyestha. Setelah puncak pujawali, rangkaian upacara akan dilanjutkan dengan prosesi nyejer, di mana Ida Bhatara diyakini berstana hingga penutupan (penyineban) yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (4/5).
Baca juga: Ngaben di Bali: Bukan Sekedar Pembakaran Jenazah, Tapi Ada Makna Suci di Baliknya
Tidak hanya berfokus pada kegiatan spiritual, perayaan pujawali tahun ini juga diramaikan dengan berbagai lomba tradisional yang melibatkan masyarakat. Beberapa di antaranya adalah lomba penjor, lomba ngelawar, dan lomba gebogan yang diikuti oleh tujuh banjar pengempon. Kegiatan ini menjadi sarana untuk melestarikan budaya sekaligus mempererat hubungan antarwarga.
Nengah Narsa berharap, melalui pelaksanaan pujawali ini, rasa kebersamaan dan sradha bhakti masyarakat semakin meningkat. Ia juga mengajak berbagai pihak, termasuk instansi dan sekolah di sekitar pura, untuk turut berpartisipasi dalam setiap rangkaian kegiatan, mengingat pura tersebut merupakan milik bersama yang memiliki nilai spiritual dan sosial bagi seluruh masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Denpasar