Pasar Loak di Bali yang Wajib Dikunjungi, dari Thrifting hingga Onderdil Murah Berkualitas
BALI - Bali selama ini dikenal sebagai destinasi wisata pantai dan budaya. Namun di balik ramainya kawasan wisata, Pulau Dewata juga menyimpan banyak lokasi pasar loak yang menjadi surga bagi pemburu barang murah, kolektor barang antik, hingga pencinta thrifting.
Mulai dari pakaian bekas impor, onderdil kendaraan lawas, elektronik second, hingga perabot rumah tangga unik, semua bisa ditemukan dengan harga yang jauh lebih miring dibanding toko biasa. Menariknya lagi, beberapa pasar loak di Bali justru menjadi tempat favorit wisatawan lokal maupun mancanegara yang gemar berburu “hidden treasure”.
Baca juga: Gak Selalu Instagramable yang Dicari, Kedai Kopi di Pasar Loak Ini Sukses Gaet Anak Muda
Bagi yang ingin mencoba sensasi berburu barang bekas berkualitas di Bali, berikut daftar pasar loak paling populer lengkap dengan spesialisasi barang, waktu terbaik datang, hingga tips menawar harga agar tidak boncos. Berikut pasar loak yang ada di Bali:
1. Pasar Kreneng Denpasar
Pasar Kreneng di Denpasar menjadi salah satu pasar loak paling terkenal di Bali. Pada malam hari, kawasan ini ramai dipenuhi pedagang pakaian bekas, sepatu, tas, jam tangan, hingga elektronik second.
Banyak anak muda datang ke sini untuk mencari jaket vintage, kaos lawas, hingga sneakers bekas dengan harga murah. Pasar ini berada di Jalan Kamboja, Denpasar. Waktu terbaik datang sekitar pukul 18.00 sampai 21.00 WITA karena barang masih lengkap dan suasana pasar sedang ramai.
Baca juga: Mitos Kotak Surat Antik yang Bisa Mengabulkan Permintaan di Stasiun Brussels Sentral
Tips belanja di Pasar Kreneng adalah jangan langsung membeli di satu toko. Bandingkan harga terlebih dahulu dan jangan ragu menawar dengan sopan.
2. Pasar Kodok Tabanan
Pasar Kodok di Tabanan terkenal sebagai tempat jual beli barang bekas dan barang antik. Di sini pengunjung bisa menemukan radio lawas, televisi tabung, helm klasik, onderdil kendaraan, hingga perkakas rumah tangga bekas.
Pasar ini cocok untuk kolektor maupun pencinta barang jadul. Lokasinya berada di Jalan Anggrek, Dauh Peken, Tabanan. Pasar biasanya buka dari pagi hingga sore hari.
Baca juga: Cara Bijak Kelola Pakaian Bekas Bisa Jadi Barang Daur Ulang Bermanfaat Loh
Waktu terbaik datang adalah pagi hari karena barang baru biasanya baru ditata pedagang. Sebelum membeli, pastikan kondisi barang masih bagus karena sebagian barang dijual tanpa garansi.
3. Pasar Sukawati Gianyar
Pasar Sukawati tidak hanya terkenal sebagai pasar seni, tetapi juga menjadi tempat favorit mencari pakaian dan aksesori murah. Di pasar ini pengunjung bisa membeli kaos Bali, tas, kain pantai, dan berbagai aksesoris dengan harga lebih murah dibanding toko oleh-oleh.
Pasar Sukawati berada di Jalan Raya Sukawati, Gianyar dan buka mulai pagi hingga sore. Agar mendapat harga murah, pembeli disarankan datang lebih pagi dan menawar dengan santai.
Baca juga: 7 Cara Cuci Baju Thrifting Agar Bersih Total dan Nggak Bau Apek Lagi
4. Sentra Onderdil Bekas di Denpasar
Bagi pencinta otomotif, beberapa kawasan di Denpasar juga dikenal sebagai pusat jual beli sparepart bekas. Di kawasan Jalan Imam Bonjol, Gunung Soputan, dan Teuku Umar Barat terdapat banyak toko yang menjual velg second, lampu kendaraan, spion, hingga mesin bekas.
Tempat ini sering didatangi mekanik maupun anak muda yang ingin memodifikasi kendaraan dengan biaya lebih hemat. Saat membeli onderdil bekas, pastikan barang masih layak pakai dan sesuai dengan kendaraan.
Tips Berburu Barang Loak di Bali
Ada beberapa tips agar belanja di pasar loak lebih nyaman dan hemat.
Baca juga: Selain Jadi Kiblat Fashion, Paris Ternyata Punya Pasar Loak Terbesar di Dunia
- Pertama, datang lebih pagi supaya pilihan barang masih banyak.
- Kedua, gunakan pakaian sederhana agar harga yang diberikan pedagang tidak terlalu tinggi.
- Ketiga, selalu cek kondisi barang sebelum membeli.
- Keempat, siapkan uang tunai karena sebagian pedagang belum menerima pembayaran digital.
- Terakhir, jangan takut menawar karena tawar-menawar sudah menjadi hal biasa di pasar loak.
Kini pasar loak tidak hanya menjadi tempat mencari barang murah, tetapi juga menjadi wisata alternatif bagi wisatawan. Banyak orang sengaja datang untuk mencari barang unik sekaligus merasakan suasana pasar tradisional Bali.
Baca juga: Seru! Berburu Barang Antik di Marolles, Pasar Loak Tercantik di Belgia
Selain lebih hemat, membeli barang bekas juga dianggap membantu mengurangi limbah dan mendukung gaya hidup ramah lingkungan. Karena itu, pasar loak di Bali tetap ramai dan menjadi favorit para pencinta thrifting hingga sekarang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber