BALI - Bali tidak selalu soal beach club, hotel mewah, atau wisata pantai. Belakangan ini, walking tour atau wisata jalan kaki mulai banyak diminati wisatawan yang ingin menikmati Bali dengan cara lebih santai dan hemat. Konsep wisata ini cocok untuk backpacker, pencinta sejarah, wisatawan slow travel, hingga turis yang ingin melihat sisi lain Pulau Dewata secara lebih dekat.
Dengan berjalan kaki, wisatawan bisa masuk ke gang-gang kecil, melihat aktivitas warga lokal, menikmati kuliner tradisional, hingga menemukan tempat menarik yang sering terlewat jika menggunakan kendaraan. Selain murah, walking tour juga membuat wisata terasa lebih santai dan tidak terburu-buru.
Baca juga: Ternyata, Jalan Kaki Bisa Bantu Pasien Cepat Pulih Setelah Operasi
Di Bali sendiri ada banyak kawasan yang cocok dijadikan rute walking tour. Mulai dari kawasan budaya di Ubud, wisata sejarah di Denpasar, hingga jalur santai pinggir pantai di Sanur.
1. Walking Tour Ubud
Ubud menjadi salah satu lokasi walking tour paling populer di Bali. Kawasan ini terkenal dengan suasana tenang, sawah hijau, pura, hingga deretan galeri seni dan kafe estetik.
Wisatawan biasanya memulai perjalanan dari Ubud Palace atau Puri Saren Agung. Dari sana perjalanan dilanjutkan menuju Ubud Traditional Art Market untuk melihat kerajinan khas Bali dan aktivitas pasar tradisional.
Setelah itu wisatawan bisa berjalan menuju Campuhan Ridge Walk yang terkenal dengan pemandangan bukit hijau dan jalur trekking santai.
Baca juga: 6 Cara Melakukan Color Walking, Tren Jalan Kaki Viral yang Bikin Pikiran Auto Tenang
Walking tour di Ubud biasanya memakan waktu sekitar dua sampai empat jam tergantung rute yang dipilih. Biayanya juga cukup hemat karena sebagian besar tempat bisa dikunjungi gratis. Wisatawan biasanya hanya perlu menyiapkan uang untuk makan, kopi, atau membeli oleh-oleh.
Menurut Wonderful Indonesia, Ubud memang dikenal sebagai pusat seni dan budaya Bali yang masih mempertahankan suasana tradisional.
2. Walking Tour Kota Denpasar
Bagi wisatawan yang suka sejarah, kawasan Denpasar cocok dijadikan pilihan walking tour. Rute biasanya dimulai dari Lapangan Puputan Badung yang menjadi simbol perjuangan rakyat Bali.
Perjalanan dilanjutkan menuju Museum Bali untuk melihat koleksi budaya dan sejarah Bali. Setelah itu wisatawan bisa berjalan ke Pasar Badung, Pasar Kumbasari, hingga kawasan bangunan tua di pusat kota.
Walking tour di Denpasar memberi pengalaman berbeda karena wisatawan bisa melihat kehidupan masyarakat lokal Bali secara langsung. Selain itu banyak kuliner tradisional murah yang bisa dicoba selama perjalanan.
Durasi perjalanan biasanya sekitar dua sampai tiga jam dan lebih nyaman dilakukan pagi atau sore hari saat cuaca tidak terlalu panas. Informasi dari Pemerintah Kota Denpasar menyebut kawasan heritage Denpasar terus dikembangkan sebagai wisata budaya dan edukasi.
Baca juga: 8 Manfaat Jalan Kaki Secara Rutin untuk Kesehatan, Bisa Menurunkan Berat Badan
3. Walking Tour Sanur
Sanur menjadi pilihan walking tour yang cocok untuk wisatawan yang ingin suasana santai. Kawasan ini terkenal dengan jalur pejalan kaki di pinggir pantai yang nyaman dan cukup panjang.
Wisatawan biasanya memulai perjalanan dari area Pantai Sanur lalu berjalan menyusuri pantai sambil menikmati sunrise, melihat aktivitas nelayan, hingga mampir ke kafe atau warung makan di pinggir jalan.
Walking tour di Sanur cocok untuk keluarga maupun wisatawan yang tidak ingin berjalan terlalu jauh. Waktu terbaik untuk menikmati kawasan ini adalah pagi hari karena suasananya masih sejuk dan pemandangan matahari terbit sangat indah. Biaya wisata di Sanur juga cukup murah karena wisatawan hanya perlu membayar makanan atau minuman selama perjalanan.
4. Walking Tour Kuta dan Legian
Baca juga: 9 Kota Paling Nyaman untuk Jalan Kaki di Asia yang Wajib Dikunjungi Tahun 2025
Kawasan Kuta dan Legian juga menarik dijadikan walking tour, terutama bagi wisatawan muda. Meski terkenal ramai, kawasan ini memiliki banyak tempat menarik seperti mural jalanan, toko surfing, pasar oleh-oleh, hingga kuliner kaki lima yang murah.
Wisatawan biasanya memulai perjalanan dari Pantai Kuta lalu berjalan menuju Legian hingga Seminyak. Sore hari menjadi waktu terbaik karena wisatawan bisa menikmati sunset sekaligus suasana malam Bali yang mulai ramai.
Walking tour di kawasan ini cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati suasana hiburan dan kehidupan malam Bali tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.
5. Walking Tour Desa Penglipuran
Bagi wisatawan yang ingin melihat suasana desa tradisional Bali, Desa Penglipuran bisa menjadi pilihan.
Desa ini terkenal karena lingkungannya bersih dan masih mempertahankan budaya Bali tradisional. Wisatawan bisa berjalan menyusuri jalan desa sambil melihat rumah adat, kebun bambu, hingga aktivitas warga lokal.
Suasana desa yang tenang membuat tempat ini cocok untuk wisata santai dan fotografi. Walking tour di Penglipuran biasanya berlangsung sekitar satu sampai dua jam.
Menurut Wonderful Indonesia, Desa Penglipuran dikenal sebagai salah satu desa wisata terbaik di Bali karena tetap menjaga budaya dan lingkungan tradisionalnya.
Baca juga: Traveling Jalan Kaki Banyak Manfaatnya: Sehat, Bahagia, Dan Isi Dompet Tetap Selamat
Tips Nyaman Saat Walking Tour di Bali
Sebelum melakukan walking tour, wisatawan disarankan memakai pakaian yang ringan dan nyaman karena cuaca Bali cukup panas. Gunakan juga alas kaki yang nyaman seperti sneakers atau sandal outdoor agar kaki tidak cepat lelah.
Selain itu jangan lupa membawa air minum, sunscreen, dan topi untuk melindungi diri dari sinar matahari. Waktu terbaik untuk walking tour biasanya pagi atau sore hari agar perjalanan terasa lebih nyaman.
Walking tour kini menjadi salah satu pilihan wisata favorit karena memberi pengalaman berbeda saat liburan di Bali. Wisatawan tidak hanya datang untuk berfoto, tetapi juga bisa lebih dekat dengan budaya, sejarah, dan kehidupan masyarakat lokal.
Baca juga: Duh! Jalan di Jembatan Goyang Terpanjang Ini Serasa Uji Nyali, Kaki Gemeter sampe Ngesot
Mulai dari suasana seni di Ubud, wisata sejarah di Denpasar, hingga jalan santai di pinggir pantai Sanur, semua menawarkan pengalaman yang berbeda dan tetap ramah di kantong. Dengan biaya yang lebih hemat, walking tour bisa menjadi cara sederhana menikmati sisi lain Bali yang lebih tenang dan autentik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber