Bingung Seharian di Buleleng Ngapain? Yuk Intip Rute Wisata Lengkap dari Sarapan hingga Belanja Oleh-oleh
BALI - Kabupaten Buleleng di Bali Utara sering dianggap sebagai “hidden gem” bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi Bali yang lebih tenang. Berbeda dengan kawasan selatan seperti Kuta atau Seminyak yang ramai, wilayah ini menawarkan kombinasi wisata alam, sejarah, budaya, hingga kuliner lokal yang autentik. Dengan luas wilayah sekitar 1.364 km², Buleleng juga menjadi kabupaten terbesar di Bali dengan ibu kota di Singaraja.
Meski luas, wisatawan yang hanya memiliki waktu singkat misalnya transit atau kunjungan singkat 24 jam, tetap bisa menjelajahi beberapa destinasi utama secara efisien. Dengan perencanaan rute yang tepat, sehari di Buleleng dapat diisi mulai dari kuliner pagi, wisata sejarah, hingga menikmati suasana malam khas Bali Utara.
Baca juga: Kapan Waktu Terbaik ke Chongqing? Ini Panduan Cuaca dan Musim dan Tempat Wisata Populernya
- Pagi Hari: Sarapan Kuliner Legendaris Singaraja
Perjalanan ideal dimulai sekitar pukul 07.00 WITA di pusat kota Singaraja. Kota ini memiliki sejarah panjang sebagai pusat pemerintahan Bali pada masa kolonial Belanda dan sebelumnya menjadi pusat Kerajaan Buleleng.
Untuk sarapan, wisatawan dapat mencoba salah satu kuliner paling ikonik di kawasan ini, yaitu Siobak Singaraja. Hidangan ini merupakan perpaduan budaya Bali dan Tionghoa yang telah hadir sejak tahun 1960-an. Menu utamanya berupa potongan daging babi, kulit, dan jeroan yang dimasak dengan rempah dan kecap, lalu disajikan dengan kuah kental serta pelengkap seperti kerupuk kulit dan acar.
Cita rasa gurih dan bumbu yang kuat membuat hidangan ini menjadi favorit warga lokal sekaligus wisatawan. Selain siobak, beberapa warung lokal juga menyediakan menu khas Bali seperti nasi campur atau ayam betutu yang cocok dijadikan sarapan sebelum memulai perjalanan.
Sarapan di pusat kota juga memberi kesempatan bagi wisatawan untuk melihat aktivitas pagi masyarakat Singaraja yang relatif santai dibanding kota wisata Bali lainnya.
- Pagi Menjelang Siang: Wisata Alam Ikonik Bali Utara
Setelah sarapan, sekitar pukul 08.30–09.00 WITA, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju kawasan pantai di Lovina yang berjarak sekitar 15–20 menit dari Singaraja.
- Lovina Beach
Pantai ini dikenal sebagai salah satu ikon pariwisata Bali Utara. Selain pantainya yang relatif tenang, Lovina terkenal dengan aktivitas melihat lumba-lumba di laut pada pagi hari. Kawasan ini terletak sekitar 9 kilometer di barat Singaraja dan menjadi destinasi favorit wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai yang lebih santai dibanding Bali Selatan.
Baca juga: Rekomendasi Tempat Wisata Lebaran 2026: Nikmati Libur Idulfitri bersama Orang Terkasih
Selain menyaksikan lumba-lumba, wisatawan juga bisa berjalan santai di sepanjang pantai, menikmati udara laut, atau mencoba snorkeling di perairan yang cukup tenang.
Jika waktu memungkinkan, perjalanan juga bisa dilanjutkan menuju salah satu air terjun populer di Bali Utara.
- Sekumpul Waterfall
Air terjun ini sering disebut sebagai salah satu yang paling indah di Bali. Terdapat beberapa aliran air yang jatuh dari tebing tinggi di tengah hutan tropis, menciptakan panorama alam yang sangat dramatis.
Namun karena lokasinya cukup jauh dari pusat kota, wisatawan dengan waktu sangat terbatas biasanya memilih menikmati kawasan Lovina saja sebelum melanjutkan itinerary.
- Siang Hari: Menelusuri Sejarah dan Budaya Bali Utara
Sekitar pukul 12.00 WITA, perjalanan dapat dilanjutkan dengan eksplorasi wisata sejarah atau budaya. Salah satu destinasi yang menarik dikunjungi adalah kawasan pura bersejarah di Buleleng.
- Pura Dalem Segara Madhu
Pura ini memiliki sejarah panjang dan dikenal dengan relief unik yang menggambarkan pengaruh budaya Barat, termasuk gambar pesawat dan mobil pada ukiran temboknya. Pura ini juga berkaitan dengan peristiwa sejarah di Bali Utara pada abad ke-19 ketika kerajaan Buleleng menghadapi ekspansi kolonial Belanda.
Baca juga: Rekomendasi Tempat Wisata Lebaran 2026: Nikmati Libur Idulfitri bersama Orang Terkasih
Mengunjungi pura atau situs budaya memberi kesempatan bagi wisatawan untuk memahami bagaimana Bali Utara berkembang sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan di masa lampau.
Setelah itu, wisatawan dapat makan siang di salah satu warung lokal di sekitar Singaraja atau Lovina. Banyak restoran di kawasan ini menawarkan menu khas Bali dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibanding kawasan wisata selatan Bali.
- Sore Hari: Belanja Oleh-Oleh dan Menikmati Kota Singaraja
Menjelang sore, sekitar 16.00 WITA, wisatawan dapat kembali ke pusat kota Singaraja untuk berburu oleh-oleh. Pasar tradisional maupun toko oleh-oleh di kota ini biasanya menjual berbagai produk khas Bali Utara seperti:
- kopi Bali
- keripik lokal
- kerajinan tangan
- kain tradisional
- makanan khas Bali
Selain belanja, wisatawan juga bisa berjalan santai di kawasan kota tua Singaraja. Beberapa bangunan tua peninggalan kolonial masih berdiri dan menjadi saksi sejarah ketika kota ini menjadi pusat pemerintahan Bali pada masa lalu.
Suasana kota yang tidak terlalu ramai membuat aktivitas berjalan kaki di pusat kota terasa nyaman bagi wisatawan.
- Malam Hari: Menikmati Suasana Santai Bali Utara
Saat malam tiba, wisatawan dapat kembali ke kawasan Lovina untuk menikmati suasana santai di tepi pantai.
Berbeda dengan pusat hiburan Bali Selatan yang ramai klub malam, kawasan Lovina menawarkan atmosfer yang lebih tenang. Banyak kafe dan restoran kecil yang menghadap langsung ke laut, cocok untuk makan malam sambil menikmati angin laut.
Menu makan malam yang direkomendasikan biasanya berupa hidangan laut segar, ayam betutu, atau sate khas Bali. Wisatawan juga dapat mencoba kembali kuliner Singaraja yang terkenal seperti siobak atau sate babi.
Baca juga: Bolehkah Check In Hotel saat Hari Raya Nyepi di Bali? Ini Penjelasannya!
Suasana malam di Bali Utara umumnya lebih santai dan tidak terlalu padat wisatawan. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang ingin menikmati Bali dengan ritme yang lebih pelan.
- Tips Transportasi Agar Itinerary Lebih Efisien
Agar perjalanan satu hari di Buleleng tetap nyaman dan efisien, wisatawan perlu mempertimbangkan moda transportasi yang tepat.
1. Sewa mobil dengan sopir
Pilihan ini paling umum bagi wisatawan karena lebih fleksibel dan efisien waktu, terutama jika ingin mengunjungi beberapa lokasi sekaligus.
2. Motor sewaan
Cocok bagi backpacker yang ingin menjelajah kota dan pantai secara mandiri. Jalan di Buleleng relatif lebih lengang dibanding Bali Selatan.
3. Tur harian (private tour)
Beberapa operator tur menyediakan paket perjalanan sehari di Bali Utara yang sudah mencakup transportasi dan pemandu lokal.
Karena jarak antar destinasi cukup jauh, perencanaan rute perjalanan sangat penting agar waktu 24 jam bisa dimanfaatkan secara maksimal.
Buleleng mungkin tidak sepopuler kawasan wisata Bali Selatan, namun daerah ini menawarkan pengalaman yang berbeda. Kombinasi pantai yang tenang, sejarah kota Singaraja, pura bersejarah, hingga kuliner khas membuat wilayah ini layak dijelajahi bahkan dalam waktu singkat.
Baca juga: Cara Bikin Resep Nastar Bentuk Onigiri Viral! Kue Lebaran Cantik yang Mudah Dibuat
Dengan itinerary yang terencana mulai dari sarapan kuliner lokal, menikmati pantai Lovina, menelusuri situs budaya, hingga bersantai di tepi laut pada malam hari, wisatawan tetap dapat merasakan esensi Bali Utara hanya dalam satu hari perjalanan.
Bagi pelancong yang ingin melihat sisi Bali yang lebih autentik dan tidak terlalu ramai, Buleleng bisa menjadi destinasi yang memberikan pengalaman berbeda dalam waktu singkat namun berkesan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber