Savana Tianyar (balitransfer.net)
BALI - Pulau Bali tidak hanya dikenal dengan pantai dan pura yang indah. Di bagian timur pulau ini, tepatnya di wilayah Karangasem, terdapat sebuah destinasi alam yang menawarkan panorama berbeda dari kebanyakan tempat wisata di Bali. Tempat tersebut adalah Savana Tianyar, sebuah kawasan padang rumput luas yang kerap disebut memiliki suasana mirip sabana di Afrika.
Belakangan ini, Savana Tianyar semakin dikenal oleh wisatawan yang gemar menjelajahi destinasi alam tersembunyi atau hidden gem. Keindahan lanskap alam yang unik, suasana yang masih alami, serta latar belakang gunung tertinggi di Bali membuat tempat ini menjadi favorit bagi pencinta fotografi, petualangan, maupun wisata santai.
Padang Rumput Luas di Kaki Gunung Agung
Savana Tianyar berada di wilayah Desa Tianyar, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali Timur. Lokasi ini berjarak sekitar 77 kilometer dari Kota Denpasar dengan waktu tempuh sekitar dua hingga tiga jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor. Dari pusat Kota Amlapura, jaraknya sekitar 40 kilometer.
Baca juga: Asal-usul Nama Kerinci dan Perjalanan Panjang Sang "Bumi Sakti Alam Kerinci"
Secara geografis, kawasan savana ini berada di kaki Gunung Agung, gunung tertinggi sekaligus salah satu gunung suci bagi masyarakat Bali. Latar belakang Gunung Agung yang megah membuat pemandangan di Savana Tianyar terlihat dramatis dan berbeda dari destinasi wisata lain di pulau ini.
Padang rumput yang luas ini terbentuk dari aliran lava vulkanik Gunung Agung pada masa lalu yang kemudian berubah menjadi kawasan vegetasi rumput alami. Lanskapnya berupa perbukitan landai dengan pohon-pohon kecil yang tersebar di beberapa titik.
Kombinasi antara padang rumput luas, perbukitan, dan panorama gunung menjadikan tempat ini memiliki suasana yang sangat khas.
Panorama Mirip Savana Afrika
Salah satu hal yang paling menarik dari Savana Tianyar adalah pemandangannya yang sering disebut menyerupai sabana di Afrika. Saat musim kemarau, hamparan rumput di kawasan ini berubah warna menjadi kuning keemasan, menciptakan lanskap yang sangat eksotis.
Sebaliknya, pada musim hujan, rumput di savana akan tumbuh hijau segar sehingga memberikan nuansa yang berbeda. Kedua kondisi ini menawarkan keindahan yang sama-sama menarik bagi wisatawan.
Baca juga: Luar Biasa Kayanya! Sumbawa Barat Diam-Diam Menyimpan Surga Alam yang Belum Banyak Dijamah
Pemandangan tersebut semakin dramatis karena savana ini dikelilingi perbukitan serta Gunung Agung yang terlihat jelas dari kejauhan. Tidak heran jika banyak pengunjung datang ke tempat ini untuk berburu foto lanskap.
Selain itu, Savana Tianyar juga dikenal sebagai salah satu lokasi yang cocok untuk menikmati matahari terbit (sunrise) maupun matahari terbenam (sunset). Cahaya matahari yang menyinari padang rumput luas sering menciptakan pemandangan yang spektakuler.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber