Ayam Bebek Ireng Pak Karso (google maps)
BALI - Saat bulan Ramadhan tiba, kebutuhan akan tempat makan yang tetap buka di waktu dini hari meningkat, terutama bagi pekerja shift malam, wisatawan Muslim, atau warga lokal yang berburu sahur di luar rumah. Meski mayoritas restoran di Indonesia cenderung tutup lebih awal, sejumlah warung dan rumah makan di Bali tetap beroperasi hingga 24 jam, sehingga dapat menjadi alternatif untuk mengisi energi sebelum imsak.
Fenomena kuliner non-stop ini menunjukkan bahwa Bali bukan hanya menyediakan pilihan makan siang atau malam, tetapi juga ruang gastronomi yang hidup hingga subuh. Dari warung sederhana hingga restoran modern, variasi menu yang tersedia cukup luas mulai dari nasi pedas, bubur seafood, hingga iga bakar. Berikut beberapa tempat makan yang bisa dijadikan rekomendasi waktu sahur, lengkap dengan lokasi, jam operasional, kisaran harga, serta suasana tempat berdasarkan berbagai sumber kuliner terpercaya.
Baca juga: 10 Tempat Makan Ayam Bakar Paling Mantap di Jakarta Timur
- Warung Djayantie - Denpasar. Bagi pencinta lauk goreng yang berbumbu kuat, Warung Djayantie menjadi salah satu nama yang sering disebut dalam daftar kuliner malam Bali. Lokasinya berada di Jalan Teuku Umar Barat No.19F, Pemecutan Klod, Denpasar. Menu yang ditawarkan cukup beragam, seperti ayam goreng, bebek goreng, iga bakar, hingga kangkung goreng dan nasi kulit pedas. Kisaran harga berada di rentang Rp25.000–Rp50.000. Dengan menu berat dan rasa rumahan, suasananya cocok untuk pengunjung yang ingin sahur praktis tanpa ribet, terutama pekerja malam atau mahasiswa perantau. Warung ini juga dikenal sebagai salah satu tempat andalan bagi penikmat lauk goreng di kota Denpasar.
- Ayam Bebek Ireng Pak Karso - Denpasar. Masih di kawasan Denpasar, tepatnya di Jalan Raya Sesetan No.135x, warung ini mengandalkan menu ayam dan bebek berbumbu hitam khas sebagai daya tarik utama. Selain itu, tersedia pilihan ikan goreng dan sate. Harga per porsi berkisar Rp25.000–Rp50.000. Tempat ini cenderung ramai di malam hari karena menawarkan hidangan gurih dengan porsi cukup mengenyangkan. Untuk sahur, menu bebek atau ayamnya bisa menjadi pilihan bagi mereka yang membutuhkan asupan energi tinggi sebelum berpuasa.
- Iga Bakar Gardapati - Legian, Kuta. Berpindah ke wilayah Legian, Badung, terdapat Iga Bakar Gardapati di Jalan Dewi Sri No.8x. Menu andalannya berupa iga bakar sapi dan sop buntut dengan harga mulai sekitar Rp8.000 hingga Rp50.000. Suasana tempat ini sering menjadi pilihan wisatawan maupun warga lokal yang ingin makan berat di malam hari. Hidangan dagingnya cocok bagi mereka yang mencari santapan sahur bernutrisi tinggi sekaligus mengenyangkan.
- Ayam Kari Rempah Mak Jang - Legian. Tidak jauh dari lokasi sebelumnya, Ayam Kari Rempah Mak Jang di Jalan Dewi Sri No.18 menawarkan variasi ayam dan bebek kari serta sayur pendamping seperti kangkung krispi. Harga rata-rata berada pada kisaran Rp25.000–Rp50.000. Karakter menunya yang kaya rempah membuat tempat ini cocok untuk pencinta kuliner berkuah hangat saat sahur, terutama mereka yang menginginkan sensasi masakan beraroma kuat untuk membuka selera makan di dini hari.
- Ayam Bebek Wangi Saritem - Denpasar. Pilihan lain adalah Ayam Bebek Wangi Saritem di Jalan Imam Bonjol No.255, Denpasar. Menu khasnya berupa ayam atau bebek goreng bumbu hitam, ayam penyet sambal hijau, dan lauk tambahan seperti telur atau kangkung goreng. Harga cukup ramah di kantong, sekitar Rp15.000–Rp30.000. Karena harga yang relatif terjangkau, tempat ini cocok bagi kalangan pekerja atau backpacker yang mencari sahur hemat tanpa mengorbankan rasa.
- Nasi Pedas Bu Andika - Kuta. Beralamat di Jalan Blambangan No.55, Kuta, warung ini buka sepanjang hari dan terkenal dengan menu pedasnya. Pilihan favorit antara lain nasi campur ayam goreng dan sate lilit dengan harga sekitar Rp19.000–Rp50.000. Atmosfernya santai dan kasual, sehingga cocok untuk anak muda atau wisatawan yang berburu sahur sambil nongkrong ringan sebelum kembali beristirahat.
- Warung Laota - Kuta & Seminyak. Warung Laota memiliki beberapa cabang, salah satunya di Jalan Sunset Road dan di kawasan Tuban. Restoran ini beroperasi 24 jam dan dikenal dengan menu bubur seafood serta dimsum. Harga makanan berkisar Rp40.000–Rp100.000 tergantung pilihan. Dengan konsep restoran yang lebih modern dibanding warung tradisional, tempat ini cocok untuk keluarga atau pengunjung yang ingin sahur dengan suasana nyaman dan pilihan menu lebih luas.
- Sate Plecing Arjuna - Denpasar. Di Jalan Arjuna No.47, Denpasar Utara, terdapat warung sate yang buka sepanjang hari dan menawarkan sate dengan bumbu plecing khas. Harga sekitar Rp30.000 per porsi. Tempat ini identik dengan suasana lokal yang ramai, menjadikannya cocok untuk pemburu kuliner autentik yang ingin merasakan sahur ala warga setempat.
- Warung Mbok Limbok - Legian. Warung yang berlokasi di Jalan Nakula Barat ini buka 24 jam dan dikenal murah meriah, dengan harga makanan mulai Rp10.000–Rp30.000. Karena harga ekonomis dan menu sederhana, warung ini cocok untuk pelancong dengan anggaran terbatas atau mahasiswa yang ingin sahur tanpa menguras dompet.
- Rumah Makan Padang Samande - Nusa Dua. Untuk pilihan di kawasan Nusa Dua, terdapat RM Padang Samande di Jalan Bypass Ngurah Rai No.2 yang buka 24 jam. Menu Minang seperti rendang atau ayam gulai tersedia dengan harga sekitar Rp20.000–Rp50.000. Suasana rumah makan yang lebih formal membuat tempat ini cocok bagi keluarga atau rombongan wisatawan Muslim yang mencari menu familiar saat sahur.
Baca juga: Cari Sahur di Maluku? Ini Tempat Makan yang Bisa Jadi Andalan
Ketersediaan warung 24 jam di Bali menunjukkan fleksibilitas industri kuliner lokal dalam melayani kebutuhan masyarakat yang beragam. Meski secara budaya banyak restoran di Indonesia tutup relatif lebih awal dibanding negara Barat, kehadiran warung non-stop menjadi solusi bagi mereka yang membutuhkan makanan di luar jam umum. Diskusi komunitas daring juga menunjukkan bahwa opsi makan malam atau dini hari memang ada, meskipun seringkali lebih mudah ditemukan di kota besar atau kawasan wisata.
Selain itu, pengalaman pengguna internet menyebutkan bahwa pilihan makan 24 jam tetap tersedia, meski variasinya terbatas di beberapa lokasi tertentu. Hal ini menegaskan bahwa strategi terbaik bagi pemburu sahur adalah mencari lokasi di pusat keramaian seperti Denpasar atau Kuta.
Secara keseluruhan, Bali menyediakan beragam opsi tempat makan yang tetap buka hingga dini hari dan dapat menjadi alternatif sahur selama Ramadan. Dari warung sederhana seperti Mbok Limbok hingga restoran lebih modern seperti Laota, pilihan menu dan harga sangat variatif.
Bagi pencari sahur hemat, warung lokal dengan harga di bawah Rp30 ribu menjadi opsi realistis. Sementara itu, keluarga atau wisatawan yang menginginkan kenyamanan bisa memilih restoran dengan fasilitas lebih lengkap meski harga sedikit lebih tinggi. Faktor lokasi juga penting, kawasan Denpasar, Kuta, dan Legian terbukti memiliki konsentrasi tempat makan 24 jam lebih banyak dibanding daerah lain.
Baca juga: Anti Telat Sahur! Ini 5 Spot Kuliner 24 Jam di Jakarta yang Wajib Kamu Coba
Dengan memahami peta kuliner malam ini, masyarakat maupun wisatawan dapat menjalani Ramadan dengan lebih praktis tanpa khawatir kesulitan mencari makanan sebelum fajar. Bali tidak hanya menawarkan keindahan pantai dan budaya, tetapi juga jaringan kuliner yang tetap hidup sepanjang waktu termasuk saat sebagian besar kota terlelap.