BALI - Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali menyalurkan dana hibah kepada kelompok masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap berbagai kegiatan pembangunan berbasis partisipasi warga. Tahun ini, sebanyak 107 kelompok menerima bantuan dengan total anggaran lebih dari Rp3,5 miliar. Penyerahan hibah berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Jembrana, Kamis (25/6).
Penyaluran dana hibah tersebut dilakukan melalui dua organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jembrana serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jembrana. Pemerintah daerah berharap bantuan ini mampu mendorong masyarakat untuk terus aktif berkontribusi dalam pembangunan sekaligus menjaga semangat gotong royong di lingkungan masing-masing.
Baca juga: Gandeng Puskesmas Suban, Polri Salurkan Bantuan Pengobatan Gratis bagi Suku Anak Dalam
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Jembrana, I Ketut Armita, menjelaskan bahwa sebagian besar dana hibah disalurkan melalui Disparbud. Sebanyak 99 kelompok masyarakat menerima bantuan dengan nilai keseluruhan sekitar Rp3 miliar. Sementara itu, delapan kelompok lainnya memperoleh hibah melalui Kesbangpol dengan total anggaran sebesar Rp548 juta.
Ia menegaskan bahwa setiap penerima hibah memiliki kewajiban menggunakan dana sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disepakati. Selain itu, laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran juga wajib disampaikan tepat waktu sebagai bentuk akuntabilitas dalam pengelolaan dana pemerintah.
"Penerima hibah diharapkan melaksanakan kegiatan sesuai dengan RAB yang telah ditetapkan. Seluruh laporan pertanggungjawaban penggunaan dana hibah paling lambat disampaikan pada Desember 2026," ujar Armita.
Baca juga: Maman Sosialisasikan Perubahan Perda Perlindungan Petani dan Salurkan Bantuan untuk Warga Bima
Pada kesempatan yang sama, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengingatkan seluruh penerima bantuan agar mengelola dana hibah secara transparan, tertib, dan bertanggung jawab. Menurutnya, penggunaan anggaran yang sesuai aturan menjadi kunci agar program hibah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Ia juga meminta seluruh kelompok penerima untuk tidak mengabaikan kewajiban administrasi, terutama dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban yang harus diselesaikan sesuai tenggat waktu yang telah ditetapkan.
Selain menekankan pentingnya akuntabilitas, Bupati Kembang Hartawan mengakui bahwa nilai bantuan yang diberikan pemerintah daerah belum dapat mengakomodasi seluruh kebutuhan yang diajukan masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk tetap mempertahankan budaya gotong royong dan swadaya agar berbagai program yang direncanakan dapat terlaksana dengan baik.
Baca juga: Ratusan KK Alami Kekeringan Dua Bulan, Warga Jember Mengaku Belum Dapat Bantuan Air Bersih
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada dukungan anggaran pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif masyarakat. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan warga, berbagai kegiatan yang telah direncanakan diharapkan dapat berjalan lebih optimal serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Jembrana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Jembrana