BALI - Pelaksanaan Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Tawur Tabuh Gentuh, Mapadudusan Agung, dan Manawa Ratna di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek serta Pura Taman Beji Segara Rupek, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, berlangsung khidmat dan penuh makna spiritual.
Rangkaian upacara tersebut turut dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster bersama Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara yang juga bertindak sebagai Penglingsir Puri Penatih, Ketua Umum Paiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih sekaligus Pengrajeg Karya.
Sejumlah pejabat penting turut hadir dalam pelaksanaan yadnya tersebut, di antaranya Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, para bupati dan wakil bupati se-Bali, Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, serta berbagai tokoh masyarakat dan undangan lainnya.
Baca juga: Pimpin Upacara Harkitnas 2026, Kapolda Jambi Tegaskan Semangat Persatuan dan Nasionalisme
Puncak Karya Padudusan Agung Manawa Ratna dilaksanakan pada Minggu (14/6) yang bertepatan dengan Tilem Sasih Sadha. Prosesi sakral ini dipuput oleh sejumlah sulinggih dan diwarnai berbagai ritual keagamaan seperti peselang, pengubengan, hingga pedanan. Suasana semakin semarak dengan penampilan kesenian wali seperti Topeng Wali, Wayang Lemah, Tari Rejang, dan Tari Baris Gede yang dipersembahkan oleh para pengayah dari berbagai desa adat di Kota Denpasar.
Dalam sambutannya, Jaya Negara menjelaskan bahwa pelaksanaan karya kali ini menjadi bagian dari penyucian dan penyempurnaan pura setelah pembangunan kawasan suci tersebut rampung. Ia mengungkapkan bahwa beberapa tahapan karya sebelumnya telah dilaksanakan lima tahun lalu, sehingga tahun ini umat kembali dapat melaksanakan Karya Mapadudusan Agung Manawa Ratna.
Baca juga: Kolaborasi Pemerintah dan Swasta, TPS 3R Lenteng Agung Mulai Berfungsi
Menurutnya, yadnya yang digelar bukan hanya sebagai bentuk bhakti dan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan, persaudaraan, serta semangat gotong royong yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali.
“Melalui karya ini, kita bersama-sama menjaga kesucian pura sekaligus memperkuat nilai ngayah yang diwariskan oleh para leluhur kepada generasi penerus,” ujar Jaya Negara. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya karya agung tersebut. Nilai-nilai Tri Hita Karana, lanjutnya, tetap menjadi landasan penting dalam menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan.
Baca juga: Dampingi Gubernur via Zoom, Wabup A. Khafidh Hadiri Peresmian 1.061 KDKMP
Rangkaian karya telah dimulai sejak awal Mei 2026 dan akan berlanjut hingga akhir Juli mendatang melalui berbagai prosesi penganyaran, Nyineb, Nyegara Gunung, hingga Bulan Pitung Dina sebagai penutup seluruh rangkaian yadnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Denpasar