BALI - Pemerintah Kabupaten Bangli memanfaatkan momentum peringatan Hari Jadi Kota Bangli ke-822 untuk memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Melalui Dinas Sosial P3A Bangli bersama Sentra Mahatmiya Bali, bantuan sosial disalurkan kepada 60 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), Rabu (6/5).
Penyerahan bantuan berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Bangli dan dihadiri Kepala Dinas Sosial P3A Bangli I Wayan Jimat, perwakilan Sentra Mahatmiya Bali, para camat, hingga pihak PLN Persero yang turut mendukung program tersebut.
Baca juga: WNA Swiss Jadi Tersangka Penghinaan Hari Raya Nyepi di Bali
Perwakilan Sentra Mahatmiya Bali, Ni Putu Esti, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan pada tahap pertama ini telah melalui proses verifikasi agar benar-benar diterima warga yang membutuhkan. Ia menegaskan, kehadiran pemerintah melalui program tersebut bukan hanya sekadar memberikan bantuan materi, tetapi juga memastikan masyarakat merasakan perhatian dan perlindungan negara.
“Bantuan ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya kelompok rentan di Bangli,” ujarnya.
Sebanyak 60 penerima manfaat berasal dari berbagai kategori sosial. Mereka terdiri atas 27 lanjut usia, 19 penyandang disabilitas, 10 anak-anak, dua kelompok rentan, serta dua orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Kepala Dinas Sosial P3A Bangli, I Wayan Jimat, mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran daerah tidak menghalangi pemerintah untuk tetap bergerak cepat membantu masyarakat. Menurutnya, sinergi dengan Kementerian Sosial dan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan menjadi solusi agar bantuan dapat segera diterima warga.
Baca juga: Kemensos Salurkan Bantuan Rp776 Juta Lewat Program Rehabilitasi Sosial di Bekasi
Dalam program tersebut, Sentra Mahatmiya Bali menyalurkan bantuan pemenuhan hidup layak sekaligus modal kewirausahaan dengan total nilai mencapai Rp124 juta. Sementara itu, PLN Peduli turut menyerahkan tiga unit kursi roda dengan nilai sekitar Rp7,5 juta. Jimat menilai kerja sama lintas lembaga penting dilakukan agar kebutuhan mendesak masyarakat tidak harus menunggu proses penganggaran daerah yang memerlukan waktu cukup panjang.
Ia berharap bantuan yang diberikan mampu meningkatkan kemandirian penerima manfaat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Kehadiran alat bantu seperti kursi roda juga diharapkan dapat mengurangi beban keluarga dalam melakukan pendampingan sehingga anggota keluarga lainnya tetap bisa bekerja dan produktif.
Selain itu, pemerintah daerah terus menekankan pentingnya validitas data penerima bantuan yang mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), khususnya masyarakat dalam kategori Desil 1 hingga 4.
Ke depan, Pemkab Bangli juga berkomitmen memperluas perhatian kepada warga yang membutuhkan alat bantu akibat penyakit kronis, termasuk penyintas stroke. Pemerintah berharap bantuan sosial yang diberikan dapat menjadi langkah awal bagi keluarga penerima untuk bangkit dan kembali mandiri secara ekonomi maupun sosial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Bangli