BALI - Wali Kota I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri kegiatan Dharma Santhi Penyepian Isaka Warsa 1948 yang digelar oleh Perkumpulan Dharmopadesa Pusat Nusantara, Minggu (3/5), di Restoran Canang Sari. Acara tersebut mengusung tema “Ngiring Tincapang Srada Bakti Maring Pajah Ajah Batara Lelangit Sewa Sogata” yang sarat makna spiritual serta penguatan nilai-nilai keagamaan.
Kegiatan Dharma Santhi ini secara resmi dibuka oleh Ketua Umum PDPN, Ida Bagus Putu Dunia. Dalam rangkaian acara, umat yang hadir juga mendapatkan siraman rohani melalui Dharma Wacana yang disampaikan oleh Ida Pedanda Pengingsir Dang Upadyaya serta Dharma Penuntun oleh Ida Pedanda Penglingsir Dang Kertha Upadesa Nusantara.
Baca juga: Kemenag Perketat Pengawasan Ruang Keagamaan Buntut Perilaku Tak Pantas Gus Elham
Acara ini dihadiri oleh para sulinggih Siwa-Buddha dan Walaka dari berbagai kabupaten/kota di Bali. Selain itu, tampak pula kehadiran tokoh puri, unsur pemerintahan, serta berbagai elemen masyarakat yang turut memperkuat nuansa kebersamaan dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Ida Bagus Putu Dunia menegaskan bahwa Dharma Santhi merupakan bagian penting dari rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat hubungan kekeluargaan, khususnya di kalangan Brahmana Wangsa yang tersebar di Bali maupun wilayah Nusantara lainnya. Ia menekankan bahwa komunikasi yang harmonis menjadi kunci utama dalam menjaga persatuan sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di tengah kehidupan masyarakat.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menjaga ajaran leluhur di tengah derasnya pengaruh global yang berpotensi mengikis nilai-nilai budaya dan spiritual Hindu. Dengan memperkuat rasa persaudaraan, diharapkan umat semakin memahami jati diri, sejarah, serta warisan leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Baca juga: Kolaborasi Dunia Usaha dan Institusi Keagamaan, Perkuat Peran Masjid Bangun Kemandirian Umat
Sementara itu, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai Dharma Santhi menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi diri atau mulat sarira setelah menjalani satu tahun kehidupan.
Menurutnya, semangat Hari Suci Nyepi harus dimaknai sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas kehidupan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat luas. Dengan mengedepankan nilai kebersamaan seperti yang terkandung dalam konsep Vasudhaiva Kutumbakam, diharapkan pembangunan di Kota Denpasar dapat berjalan secara harmonis dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Denpasar