Senin, 04 MEI 2026 • 15:25 WIB

Ecology Art Space 2026 di Badung: Kolaborasi Seni dan Alam Gaungkan Isu Global

Author

Bupati Adi Arnawa Buka Badung Ecology Art Space 2026 Seni Tanpa Sekat, Dorong Isu Lingkungan (adm badung)

BALI - Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, secara resmi membuka kegiatan Badung Ecology Art Space 2026 yang berlangsung di Wantilan Pura Lingga Bhuana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Rabu (29/4). Kegiatan ini menjadi ajang pertemuan antara dunia seni dan kepedulian terhadap lingkungan, dengan melibatkan berbagai kalangan seniman, baik dari tingkat lokal hingga mancanegara.

Acara yang diinisiasi oleh Katalis Kreatif Seni Budaya Kabupaten Badung tersebut tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi juga mengusung pesan kuat mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam. Kehadiran para seniman muda hingga senior menciptakan ruang kolaborasi yang dinamis, sekaligus memperlihatkan bahwa seni dapat menjadi media efektif dalam menyampaikan isu-isu global, khususnya terkait lingkungan.

Baca juga: Jadi Tempat Nongki Anak Jaksel, Dia.Lo.Gue Padukan Art Space dan Toko Souvenir

Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan ini, Bupati Adi Arnawa turut menyerahkan bantuan dana apresiasi sebesar Rp30 juta. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan kegiatan serupa di masa mendatang serta memotivasi para pelaku seni untuk terus berkarya.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas konsep acara yang dinilai selaras dengan semangat peringatan Hari Bumi Sedunia. Ia menekankan bahwa seni memiliki kekuatan besar dalam menyuarakan pesan-pesan penting, termasuk dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan. Menurutnya, karya seni yang ditampilkan mampu menghadirkan harmoni antara ekspresi kreatif dan alam sekitar.

Baca juga: TMII Versi Baru: Tegaskan Komitmen Pelestarian Lingkungan Lewat Pendekatan Seni

Lebih lanjut, ia juga mendorong adanya kolaborasi yang lebih erat antar komunitas seni di Badung, seperti Listibya, Ekonomi Kreatif (Ekraf), dan Katalis Kreatif. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem seni yang inklusif sekaligus mampu melindungi para seniman. Ia juga menegaskan bahwa kreativitas tidak harus selalu lahir dari ruang-ruang formal, melainkan dapat berkembang di tengah alam sebagai sumber inspirasi utama.

Sementara itu, Ketua Umum Katalis Kreatif Seni Budaya Kabupaten Badung, I Gusti Darma Putra, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperingati Hari Bumi Sedunia dan Hari Tari Sedunia. Ia menyebutkan bahwa melalui pendekatan seni kontemporer, pihaknya ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keseimbangan antara lingkungan dan aktivitas budaya.

Baca juga: Mural Ikonik Penang Dipakai di Badan Pesawat, Seniman Gugat AirAsia

Dengan menggabungkan nilai estetika dan pesan ekologis, Badung Ecology Art Space 2026 diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam memanfaatkan seni sebagai sarana edukasi dan kampanye lingkungan secara berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Badung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU