Rabu, 29 APRIL 2026 • 10:25 WIB

Dari Sampah Jadi Berkah: Strategi Denpasar Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan

Author

Pemkot Denpasar Dorong Sektor Pariwisata Destinasi dan Horeka Terapkan Ekonomi Sirkular, Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan, Tanamkan Konsep Waste to Worth Dengan Strategi 5 R. (humasdps)

BALI - Pemerintah Denpasar semakin serius mendorong transformasi sektor pariwisata menuju arah yang lebih berkelanjutan. Hal ini ditunjukkan melalui penyelenggaraan Gathering Destinasi Pariwisata Kota Denpasar yang berlangsung di Grand Mercure Sanur pada Selasa (28/4). Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk menyamakan visi antara pelaku industri pariwisata dan usaha Hotel, Restoran, Kafe/Katering (Horeka) dalam menerapkan konsep ekonomi sirkular berbasis pengelolaan limbah.

Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, yang hadir mewakili Wali Kota Denpasar, menegaskan bahwa tantangan pengelolaan sampah kini tidak lagi bisa dianggap sepele. Menurutnya, persoalan limbah memiliki dampak langsung terhadap kualitas destinasi wisata sekaligus kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan baru melalui konsep “waste to worth” dinilai menjadi solusi strategis untuk mengubah cara pandang terhadap sampah.

Baca juga: Dua Pengelola Limbah di Bekasi Pastikan Telah Penuhi Seluruh Sanksi KLH Usai Pabriknya Disegel

Dalam konsep tersebut, pengelolaan limbah dilakukan dengan prinsip 5R, yakni rethink, reduce, reuse, recycle, dan recovery. Eddy Mulya menekankan bahwa sektor Horeka memiliki posisi yang sangat penting dalam implementasi konsep ini. Langkah-langkah sederhana seperti memilah sampah sejak sumbernya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga mengolah sisa makanan menjadi kompos dinilai mampu memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Ryastiti, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari 40 pengelola destinasi wisata dan 40 pelaku usaha Horeka. Ia menambahkan, forum ini juga menghadirkan berbagai narasumber dari instansi pemerintah, komunitas lingkungan, hingga sektor swasta guna memperkaya wawasan peserta terkait praktik pengelolaan sampah berkelanjutan.

Lebih jauh, pemerintah kota mendorong terciptanya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pelaku usaha, komunitas, hingga pengelola sampah. Sinergi ini diharapkan mampu membangun sistem pengelolaan limbah yang terintegrasi, sehingga sampah tidak lagi berakhir di tempat pembuangan akhir, melainkan dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi seperti kompos dan bahan daur ulang.

Baca juga: Aksi Nyata Kartini Masa Kini, Pilah Sampah hingga Cegah 8 Ton Limbah

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Denpasar berharap tercipta komitmen bersama untuk menjadikan pengelolaan sampah berbasis sumber sebagai budaya baru di sektor pariwisata. Tidak hanya berhenti pada diskusi, langkah nyata di lapangan menjadi kunci utama dalam mewujudkan kota yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Denpasar

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU