BALI - Perhelatan Kalpataru Bonsai Buleleng 2026 kembali menjadi salah satu agenda yang paling menarik perhatian dalam rangkaian peringatan HUT ke-422 Kota Singaraja. Pameran dan kontes bonsai berskala nasional ini digelar pada 28 Februari hingga 8 Maret 2026 di kawasan RTH Taman Bung Karno, yang berada di pusat Singaraja, Kabupaten Buleleng.
Ratusan karya bonsai dari berbagai daerah di Indonesia turut ambil bagian dalam ajang ini. Total sebanyak 518 pohon bonsai dipamerkan dan dikompetisikan, menampilkan beragam karakter serta teknik pembentukan yang menunjukkan tingginya kreativitas para pegiat seni tanaman hias tersebut.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sudjitdira, secara resmi membuka kegiatan tersebut pada Rabu (4/3). Dalam sambutannya, ia menyampaikan penghargaan kepada seluruh panitia, komunitas bonsai, serta pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan berskala nasional ini dapat terselenggara dengan baik.
Menurutnya, pameran dan kontes bonsai bukan hanya sekadar wadah bagi para penghobi untuk menyalurkan minat, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendorong perkembangan ekonomi kreatif. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam dan tanaman.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Buleleng memberikan ruang bagi para seniman bonsai dari berbagai daerah untuk memamerkan karya terbaik mereka. Melalui kegiatan ini, Buleleng diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan seni bonsai di Indonesia.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia, I Ketut Yoga Saputra, menjelaskan bahwa ratusan bonsai yang ditampilkan berasal dari berbagai spesies unggulan. Beberapa di antaranya adalah ficus atau beringin, asoka, sianci, saeng simbur, serut, sisir, kaliaga, hingga sancang. Keberagaman jenis tersebut mencerminkan kekayaan flora tropis Indonesia yang dapat diolah menjadi karya seni bernilai tinggi.
Penilaian terhadap bonsai dilakukan oleh tim juri profesional yang telah berpengalaman di bidangnya. Dalam kompetisi ini, penghargaan diberikan dalam beberapa kategori, di antaranya Best 10 terbaik di masing-masing kelas yang meliputi kelas Utama, Madya, Pratama, serta kelas Bahan. Selain itu, terdapat pula penghargaan Best in Show yang diberikan kepada bonsai terbaik dari seluruh peserta, serta kategori Best Spesies untuk pohon lokal Indonesia terbaik.
Baca juga: Demi Mencari Bonsai, Pria Ini Hanyut di Sungai Belawan dan Ditemukan Meninggal Dunia
Para pemenang memperoleh piagam serta piala sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kualitas karya yang ditampilkan. Tidak hanya itu, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik melalui program door prize, termasuk sepeda motor dan sepeda listrik. Hadiah tersebut berasal dari dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta kontribusi dari anggota komunitas bonsai.
Lebih jauh, penyelenggara menilai bahwa kegiatan ini memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan bagi masyarakat setempat. Sejak pertama kali masuk dalam rangkaian perayaan hari jadi Singaraja pada tahun 2023, ajang ini terus berkembang dan menjadi salah satu agenda yang dinanti setiap tahunnya.
Kehadiran peserta dan penghobi bonsai dari berbagai provinsi turut menggerakkan berbagai sektor ekonomi di daerah tersebut. Mulai dari sektor perhotelan, usaha kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan taman maupun wilayah Buleleng secara umum.
Baca juga: Mahasiswi Diduga Depresi Ngamuk di Liposos Jember, Rusak Bonsai dan Acak-Acak Musala
Selain menikmati pameran, para pengunjung juga memanfaatkan kesempatan ini untuk berburu berbagai perlengkapan bonsai. Sejumlah pedagang lokal menyediakan berbagai kebutuhan seperti pot bonsai, kawat pembentuk, media tanam, pupuk, hingga bibit tanaman yang diminati para kolektor.
Dengan lokasi yang berada di jantung Kota Singaraja, kegiatan ini semakin memperkuat citra Buleleng sebagai salah satu barometer perkembangan bonsai di Indonesia. Dukungan penuh dari pemerintah daerah, unsur Forkopimda, serta komunitas bonsai diharapkan mampu menjadikan Kalpataru Bonsai Buleleng sebagai agenda nasional yang semakin berkembang di masa mendatang.
Melalui ajang ini pula, perayaan HUT ke-422 Kota Singaraja tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara seni, lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat di Bumi Panji Sakti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Buleleng