Buleleng Akan Jaring Calon Paskibraka 2026 Berbasis Standar BPIP (adm buleleng)
BALI - Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mulai menggerakkan proses penjaringan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026. Tahapan awal dimulai dengan kegiatan sosialisasi yang digelar pada Rabu, 11 Februari, di Gedung Unit IV Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya disiplin dan tangguh, tetapi juga memiliki karakter kuat berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Sosialisasi tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Pengelolaan dan Layanan Informasi Publik Dinas Kominfosanti Kabupaten Buleleng, Gusde Mahardika. Kehadirannya menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan proses seleksi berjalan terbuka dan informasinya tersampaikan secara luas kepada masyarakat, khususnya para pelajar yang berminat mengikuti seleksi.
Baca juga: Momen Anggota Paskibraka Papua Barat Daya di HUT ke-80 RI Hampir Pingsan, Diselamatkan 2 Rekan
Sekretaris Badan Kesbangpol Kabupaten Buleleng, Gede Kurniawan, menjelaskan bahwa program Paskibraka bukan sekadar rutinitas tahunan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan. Lebih dari itu, program ini dirancang sebagai wadah kaderisasi calon pemimpin masa depan. Para peserta yang terpilih nantinya akan dibina secara intensif, baik dari sisi kepemimpinan, kedisiplinan, hingga pemahaman mendalam mengenai wawasan kebangsaan.
Ia menekankan bahwa nilai cinta tanah air, persatuan, serta semangat kebhinekaan menjadi fondasi utama dalam setiap tahapan pembinaan. Para calon Paskibraka diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Tak berhenti setelah tugas pengibaran bendera selesai, para anggota yang telah purna tugas akan diangkat sebagai Purnapaskibraka dan berperan sebagai Duta Pancasila. Peran ini mencakup penguatan nilai ideologi Pancasila di kalangan generasi muda melalui berbagai kegiatan edukatif dan sosial.
Gede Kurniawan juga menegaskan bahwa proses pembentukan Paskibraka harus dijalankan secara profesional. Transparansi dan objektivitas menjadi prinsip utama dalam setiap tahapan seleksi. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga netralitas serta memastikan proses berjalan bersih dari praktik korupsi, kolusi, maupun nepotisme. Untuk mendukung hal tersebut, sistem rekrutmen telah memanfaatkan teknologi informasi agar seluruh tahapan dapat dipantau dan dipertanggungjawabkan secara terbuka.
Pelaksanaan program ini berpedoman pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2022, Peraturan BPIP Nomor 3 Tahun 2022, serta Surat Edaran Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP Nomor 1 Tahun 2025. Regulasi tersebut menjadi landasan hukum sekaligus panduan teknis dalam penyelenggaraan seleksi hingga pembinaan lanjutan.
Adapun rangkaian seleksi tingkat Kabupaten Buleleng dijadwalkan berlangsung secara bertahap. Seleksi administrasi akan digelar pada 13 Februari 2026. Selanjutnya, peserta yang lolos akan mengikuti tes Pancasila dan wawasan kebangsaan pada 4 Maret, disusul tes inteligensi umum pada 5 Maret, serta pemeriksaan kesehatan pada 6 Maret. Tahapan berikutnya meliputi seleksi parade dan peraturan baris-berbaris pada 9 Maret, uji kesamaptaan pada 10 Maret, dan diakhiri dengan seleksi kepribadian pada 11 Maret 2026.
Baca juga: Dua Paskibraka Nasional 2025 Asal Lampung Harumkan Nama Daerah di Istana Merdeka
Melalui proses yang ketat dan terstruktur ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap dapat menjaring putra-putri terbaik daerah. Mereka bukan hanya dituntut memiliki kemampuan fisik prima dan kecerdasan intelektual, tetapi juga integritas serta komitmen kuat dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Buleleng