Dana Rp405 Juta Terkumpul, PMI Buleleng Perkuat Program Kemanusiaan (adm buleleng)
BALI - Gerakan solidaritas warga kembali menunjukkan dampak nyata. Lewat agenda Bulan Dana, Palang Merah Indonesia cabang Kabupaten Buleleng berhasil mengumpulkan dana bersih tembus Rp405 juta sepanjang 2025. Nominal ini bukan sekadar angka di laporan tahunan tapi bakal jadi “bahan bakar” buat ngejalanin operasional dan berbagai program kemanusiaan selama setahun ke depan.
Pengumuman capaian tersebut disampaikan dalam kegiatan resmi yang berlangsung di ruang rapat kantor bupati setempat pada pertengahan Februari. Dalam sambutan tertulis Ketua PMI Buleleng yang dibacakan Gede Sugiartha Widiada, disampaikan apresiasi buat panitia serta semua pihak yang ikut berkontribusi. Dari pemerintah, sektor swasta, tokoh masyarakat, sampai warga desa semua punya peran dalam ngedorong suksesnya penggalangan dana ini.
Menurut pihak PMI, dana yang terkumpul bakal dialokasikan ke sejumlah program inti yang langsung nyentuh kebutuhan masyarakat. Mulai dari kesiapsiagaan bencana, layanan ambulans siaga, kegiatan donor darah, sampai pendidikan serta pelatihan relawan. Selain itu, ada juga dukungan buat aksi sosial seperti bakti sosial dan layanan kemanusiaan lainnya. Dengan kata lain, dana ini bakal dipakai buat hal-hal yang benar-benar “turun ke lapangan”, bukan cuma formalitas program.
Dalam sambutan itu juga ditegaskan bahwa PMI bukan sekadar organisasi sosial biasa, melainkan mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam menjalankan misi kemanusiaan. Perannya sering jadi garda depan ketika krisis terjadi entah itu bencana alam, kebutuhan darah darurat, atau kegiatan sosial lainnya. Karena itu, dukungan publik dinilai penting banget, terutama soal keberlanjutan pendanaan.
Hal senada disampaikan Sekretaris PMI Buleleng, Gede Sandiasa. Ia menjelaskan bahwa secara prinsip, organisasi ini punya tujuan besar yakni mendukung kesejahteraan masyarakat lewat nilai-nilai kemanusiaan. Tapi untuk menjalankan tugas kepalangmerahan secara maksimal, tentu dibutuhkan sumber daya yang cukup, termasuk dana operasional yang stabil. Di sinilah Bulan Dana PMI jadi salah satu strategi utama buat ngajak masyarakat ikut ambil bagian.
Sandiasa juga menekankan bahwa keberhasilan mengumpulkan ratusan juta rupiah tersebut nggak mungkin tercapai tanpa kolaborasi banyak pihak. Partisipasi pemerintah daerah, dunia usaha, tokoh lokal, sampai warga di tingkat desa disebut sebagai faktor penting yang bikin gerakan ini berjalan efektif. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan tersebut sekaligus berharap partisipasi publik tetap konsisten di masa mendatang.
Selain penyampaian laporan, kegiatan ini juga dihadiri sejumlah unsur penting daerah, termasuk perwakilan PMI tingkat provinsi, jajaran Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, serta pengurus PMI kecamatan. Kehadiran mereka jadi simbol bahwa urusan kemanusiaan memang bukan tanggung jawab satu pihak saja, melainkan kerja bareng lintas sektor.
Baca juga: Dukung Penanganan Bencana, PMI DKI Salurkan Bantuan Darah ke Aceh
Pada akhirnya, capaian dana Rp405 juta ini bisa dilihat sebagai indikator kepercayaan masyarakat terhadap kerja-kerja kemanusiaan PMI. Ke depan, harapannya dana tersebut benar-benar bisa memberi dampak luas dari kesiapan menghadapi situasi darurat hingga penguatan solidaritas sosial. Karena di balik angka yang terkumpul, ada semangat gotong royong yang jadi fondasi utama gerakan kemanusiaan itu sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Buleleng