Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 16 FEBRUARI 2026 • 10:25 WIB

Buleleng Gelar Lomba Bulan Bahasa Bali VIII 2026, Generasi Muda Tunjukkan Aksi

Buleleng Gelar Lomba Bulan Bahasa Bali VIII 2026, Generasi Muda Tunjukkan AksiBuleleng Gelar Lomba Bulan Bahasa Bali VIII, Generasi Muda Tunjukkan Aksi (adm buleleng)

BALI - Semangat menjaga bahasa daerah biar tetap hidup nggak cuma jadi slogan di Kabupaten Buleleng, hal itu benar-benar diwujudkan lewat Lomba Bulan Bahasa Bali ke-VIII Tahun 2026 tingkat kabupaten. Agenda yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng pada Kamis (12/2) ini jadi ruang buat generasi muda sampai unsur desa adat nunjukin kemampuan mereka dalam Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali sekaligus jadi reminder bahwa warisan leluhur nggak boleh kalah sama arus zaman.

Kepala dinas setempat, Nyoman Wisandika, menegaskan kalau Bulan Bahasa Bali bukan acara yang berdiri sendiri. Ini bagian dari gerakan berjenjang yang dilakukan bareng-bareng mulai dari tingkat provinsi sampai sekolah dan desa. Jadi bukan cuma event tahunan buat formalitas, tapi ekosistem pelestarian budaya yang terus digerakkan dari banyak lini.

Baca juga: Tim Penilai Lomba Kampung Siaga TB Kunjungi Tiga Kelurahan di Jakarta Utara

Di level kabupaten tahun ini, lomba digelar sehari penuh dengan sistem penilaian langsung jadi vibe-nya kompetitif tapi tetap edukatif. Peserta yang keluar sebagai juara nantinya bakal jadi wakil Buleleng di ajang tingkat provinsi. Bisa dibilang, ini bukan sekadar lomba, tapi juga seleksi talenta budaya yang siap tampil di panggung lebih luas.

Kategori yang dilombakan pun beragam, total ada enam cabang yang semuanya berakar kuat pada tradisi literasi Bali, Nguacen Lontar, Nyurat Lontar, Pidarta Bahasa Bali, Mesatua Bahasa Bali, Debat Bahasa Bali tingkat SMA/SMK, dan Pidarta untuk Prajuru Adat. Pesertanya datang dari berbagai level pendidikan mulai anak SD sampai remaja SMA ditambah perwakilan desa adat. Kombinasi ini bikin atmosfer lomba terasa lintas generasi, di mana yang muda belajar tampil, yang dewasa menjaga kesinambungan nilai.

Wisandika menjelaskan bahwa kategori tersebut mengikuti petunjuk teknis resmi sebagai materi wajib lomba. Kalau dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, ada sedikit perbedaan. Dulu sempat ada lomba mengetik aksara Bali via keyboard yang cukup kekinian, tapi tahun ini nggak disertakan. Meski begitu, peluang buat menghidupkan kembali kategori digital tersebut masih terbuka ke depan tanda bahwa pelestarian budaya juga bisa adaptif dengan teknologi.

Lebih jauh, pesan utama dari kegiatan ini sebenarnya nggak berhenti di podium juara. Pemerintah daerah ingin mendorong perubahan mindset bahwa menjaga Bahasa Bali bukan cuma tugas instansi, tapi tanggung jawab bersama dari ruang kelas sampai ruang keluarga. Regulasi dan dukungan sudah ada, tinggal konsistensi masyarakat untuk menjadikan bahasa daerah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan cuma dipakai saat lomba atau acara adat.

Harapannya, tiap tahun kualitas peserta makin naik bukan cuma soal skill, tapi juga rasa bangga terhadap identitas budaya sendiri. Lewat ajang seperti ini, generasi muda dilatih bukan hanya berkompetisi, tapi juga menghargai sportivitas, memahami akar tradisi, dan berani menggali potensi budaya yang mereka warisi.

Baca juga: Sambut Ramadhan Penuh Semarak di Kampung Werinama Maluku, Lomba Jadi Perekat Warga

Dengan kolaborasi yang terus dijaga antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat adat, optimisme pun tetap tinggi. Bahasa Bali diyakini nggak sekadar bertahan, tapi juga berkembang relevan dengan generasi sekarang. Karena pada akhirnya, bahasa bukan hanya alat komunikasi ia adalah jati diri, memori kolektif, dan simbol kebanggaan yang layak dijaga bareng-bareng.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Buleleng

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Buleleng Gelar Lomba Bulan Bahasa Bali VIII 2026, Generasi Muda Tunjukkan Aksi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!