BALI - Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali ke-8 Tahun 2026 di Kabupaten Buleleng dipastikan bakal berlangsung makin meriah. Tahun ini, ajang pelestarian bahasa dan budaya Bali tersebut menghadirkan enam kategori lomba yang melibatkan peserta lintas jenjang, mulai dari pelajar hingga prajuru adat. Kegiatan ini dijadwalkan digelar pada Kamis, 12 Februari 2026, dengan lokasi utama di lingkungan Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Nyoman Wisandika, menyampaikan bahwa Bulan Bahasa Bali bukan sekadar agenda tahunan saja. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk menjaga eksistensi bahasa, aksara, dan sastra Bali, khususnya di tengah generasi muda yang kini hidup berdampingan dengan arus digital dan budaya global.
Baca juga: FOTO: Pembukaan Bulan Bahasa Bali 2021
Menurutnya, pada Bulan Bahasa Bali ke-8 ini, Kabupaten Buleleng akan menggelar enam jenis lomba dengan peserta perwakilan dari seluruh kecamatan. Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari siswa SD, SMP, SMA/SMK, hingga unsur prajuru adat.
“Untuk Bulan Bahasa Bali ke-8 Tahun 2026 ini, kami di Buleleng melaksanakan enam kategori lomba. Pesertanya lintas jenjang, dari pelajar sampai prajuru adat,” ujar Wisandika.
Adapun enam lomba yang akan mewarnai Bulan Bahasa Bali 2026 di Buleleng meliputi Lomba Nyurat Aksara Bali, Lomba Nyurat Lontar, Lomba Debat Mebasa Bali, Lomba Ngwacen Lontar, Lomba Masatua Krama Istri (Pakis), serta Lomba Pidarta Mabasa Bali yang khusus diikuti oleh prajuru adat. Keenam lomba ini dirancang untuk mengasah kemampuan berbahasa Bali sekaligus memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai tradisi.
Pelaksanaan lomba akan dipusatkan di beberapa titik yang telah disiapkan panitia. Di antaranya Pelataran Padmasane, Sakenem Dinas Kebudayaan, Ruang Baca UPTD untuk lomba nyurat aksara Bali, serta Wantilan Sasana Budaya yang akan digunakan khusus untuk lomba pidarta prajuru adat.
Wisandika menjelaskan, secara konsep, pelaksanaan Bulan Bahasa Bali tahun ini tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Namun, terdapat beberapa penyesuaian jenis lomba agar tetap sejalan dengan kebijakan dan ketentuan yang berlaku di tingkat provinsi Bali.
“Kami menyesuaikan dengan regulasi provinsi. Jadi, ada sedikit perubahan dari lomba yang sebelumnya, tapi esensinya tetap sama,” jelasnya.
Bulan Bahasa Bali Tahun 2026 mengusung tema “Atma Kerthi – Udiana Purnaning Jiwa”, yang dimaknai sebagai Bulan Bahasa Bali sebagai altar pemuliaan bahasa, aksara, dan sastra Bali, sekaligus taman untuk menumbuhkan dan menyempurnakan jiwa.
Tak hanya gengsi dan prestise, panitia juga menyiapkan total hadiah sebesar Rp40 juta yang akan diperebutkan oleh para peserta dari seluruh kategori lomba.
Baca juga: Guru Bahasa Indonesia Badung Ramaikan Literasi Lewat Peluncuran Buku dan Seminar Sastra
Melalui Bulan Bahasa Bali ini, Wisandika berharap nilai-nilai luhur adat dan budaya Bali dapat terus diwariskan dari generasi ke generasi. Ia menekankan pentingnya peran aktif generasi muda dalam menjaga identitas budaya Bali, tanpa kehilangan semangat sportivitas dan kebersamaan.
“Harapannya, dari siswa SD sampai SMA/SMK, termasuk prajuru adat, terus ikut berperan aktif melestarikan bahasa dan budaya Bali. Ini bukan cuma lomba, tapi juga upaya memperkuat jati diri budaya kita,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Buleleng