Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 15 MEI 2026 • 12:40 WIB

Bali Perkuat Antisipasi Hantavirus, Kebersihan Lingkungan Jadi Kunci Pencegahan

Bali Perkuat Antisipasi Hantavirus, Kebersihan Lingkungan Jadi Kunci PencegahanIlustrasi Penyebaran Hantavirus (Chat GPT)

BALI - Pemerintah Provinsi Bali meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran hantavirus menyusul munculnya sejumlah kasus di beberapa daerah ataupun negara-negara lain. Meski hingga kini belum ditemukan kasus maupun pasien suspek di Pulau Dewata, langkah antisipasi mulai diperketat di berbagai pintu masuk wilayah Bali.

Dinas Kesehatan Provinsi Bali memastikan pengawasan dilakukan secara terpadu, terutama di bandara, pelabuhan, serta area kerja yang dinilai memiliki risiko tinggi. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah masuknya penyakit zoonosis yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus.

Baca juga: Evakuasi Kapal Pesiar Akibat Wabah Hantavirus Hampir Rampung, 94 Penumpang Dipulangkan

Selain memperkuat sistem surveilans, pemerintah juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Hantavirus diketahui dapat menular melalui urine, air liur, maupun kotoran tikus yang terinfeksi. Penularan juga bisa terjadi ketika seseorang menghirup udara atau debu yang telah terkontaminasi virus tersebut.

Masyarakat diminta lebih waspada terhadap kondisi lingkungan rumah maupun tempat kerja, terutama area yang lembap, kotor, dan berpotensi menjadi sarang tikus. Membersihkan ruangan kosong atau gudang tertutup sebaiknya dilakukan dengan menggunakan masker dan sarung tangan guna mengurangi risiko paparan virus.

Kepala Dinas Kesehatan Bali menegaskan bahwa situasi di Bali masih terkendali. Namun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat tingginya mobilitas wisatawan domestik maupun mancanegara yang keluar masuk Bali setiap hari. Koordinasi juga terus dilakukan dengan rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya untuk memastikan deteksi dini berjalan optimal.

Baca juga: Virus Andes Hantavirus Bisa Menular Antarmanusia, CDC AS Sebut Penyebarannya Sulit

Selain itu, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Denpasar turut memperkuat penjagaan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan sejumlah pelabuhan utama di Bali. Petugas kesehatan disiagakan untuk melakukan pemantauan terhadap penumpang yang memiliki gejala tertentu atau riwayat perjalanan dari wilayah berisiko.

Gejala hantavirus umumnya meliputi demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, hingga gangguan pernapasan. Karena gejalanya menyerupai flu biasa, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan setelah kontak dengan lingkungan yang berpotensi terpapar tikus.

Pemerintah berharap masyarakat tidak panik, namun tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Menjaga kebersihan rumah, mengelola sampah dengan baik, serta mengendalikan populasi tikus menjadi langkah sederhana namun penting untuk mencegah penyebaran hantavirus di Bali.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskes Baliprov

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bali Perkuat Antisipasi Hantavirus, Kebersihan Lingkungan Jadi Kunci Pencegahan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!