BALI - Semangat kreativitas anak muda Kota Denpasar kembali mendapat ruang ekspresi melalui perhelatan tahunan DTIK Festival 2026. Ajang ini bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan wadah kolaborasi yang memadukan teknologi, seni, budaya, hingga kepedulian lingkungan dalam satu rangkaian kegiatan inspiratif.
Tahun ini, berbagai kategori lomba disiapkan untuk menjangkau beragam kalangan, mulai dari pelajar, komunitas kreatif, perangkat desa dan kelurahan, hingga generasi muda yang memiliki minat di bidang digital. Festival ini dirancang sebagai ruang edukasi sekaligus panggung unjuk karya, sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam mendorong transformasi digital yang adaptif dan berkelanjutan.
Baca juga: Pelajar hingga Akademisi Ramaikan Lomba Invensi Kota Medan
Salah satu lomba yang menjadi sorotan adalah kompetisi video drone bertema “Nadi Kehidupan: Harmoni Aliran Sungai di Kota Denpasar”. Melalui sudut pandang udara, peserta diajak menampilkan wajah Daerah Aliran Sungai (DAS) secara visual dan artistik. Tak hanya soal estetika, karya yang dihasilkan diharapkan mampu menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai, mencegah pencemaran, serta merawat ekosistem sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
Inovasi juga tampak dalam Lomba Video Iklan Berbasis AI yang mengangkat subtema lingkungan, pendidikan, budaya, teknologi, dan kebijakan publik. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Pimpinan Cabang Denpasar. Peserta ditantang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menciptakan video yang kreatif, komunikatif, sekaligus edukatif. Ajang ini menjadi bukti bahwa teknologi modern dapat berpadu harmonis dengan ide-ide segar generasi muda.
Sementara itu, dukungan terhadap program pengelolaan sampah diwujudkan melalui Lomba Video Pengelolaan Sampah Desa dan Kelurahan. Berbagai inovasi ditampilkan untuk menunjukkan praktik baik di tingkat wilayah, mulai dari pemilahan sampah berbasis sumber hingga kolaborasi warga dalam menciptakan solusi ramah lingkungan.
Bagi para desainer muda, Lomba Animasi Logo DTIK Fest menjadi kesempatan emas untuk berkontribusi dalam membentuk identitas visual festival. Tidak hanya merancang logo statis, peserta juga diminta menghadirkan versi animasi yang dinamis dan modern. Logo terpilih nantinya akan digunakan sebagai identitas resmi DTIK Fest tahun 2027.
Festival ini juga memberi ruang bagi talenta seni melalui Lomba Menyanyi DTIK Festival 2026 yang berkolaborasi dengan Bali Harmony Junior. Kompetisi ini dibagi dalam tiga kategori usia, yakni SD kelas 1–3, SD kelas 4–6, dan SMP. Ajang tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus mengasah kemampuan vokal anak-anak sejak dini.
Baca juga: Lomba Budidaya Semangka Se-Tapal Kuda di Jember Ungkap Produktivitas Naik 34 Persen di Musim Hujan
Tak kalah meriah, cabang E-Sport turut memeriahkan festival lewat rangkaian Walikota Cup Esport XVI bekerja sama dengan ESI Kota Denpasar. Berbagai gim populer seperti Mobile Legends, Free Fire, PUBG Mobile, hingga Tekken 8 dipertandingkan dalam suasana kompetitif yang menjunjung tinggi sportivitas. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa e-sport kini menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi kreatif di Denpasar.
Melalui keseluruhan rangkaian kegiatan tersebut, DTIK Festival 2026 menegaskan perannya sebagai ruang kolaborasi lintas sektor. Festival ini bukan hanya tentang menang dan kalah, tetapi tentang membangun generasi muda yang inovatif, peduli lingkungan, serta siap menyongsong era digital tanpa meninggalkan akar budaya lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Denpasar