Harmoni Teknologi dan Aksi Nyata Hijau Lewat Gerakan Pilah Sampah di DTIK Festival 2026 (humasdps)
BALI - Suasana berbeda terasa dalam gelaran DTIK Fest 2026 yang menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-238 Kota Denpasar. Tahun ini, festival teknologi tersebut tidak hanya menghadirkan kemeriahan inovasi digital dan kreativitas generasi muda, tetapi juga menegaskan komitmen terhadap kepedulian lingkungan melalui gerakan pemilahan sampah terpadu.
Mengangkat tema “Harmonizing Technology for a Greener Tomorrow”, DTIK Fest 2026 mencoba memadukan dua isu besar yang kerap dianggap berjalan sendiri-sendiri: kemajuan teknologi dan kelestarian alam. Di tengah ramainya pameran teknologi, lomba inovasi, serta pertunjukan kreatif, panitia menyisipkan gerakan nyata untuk mengajak pengunjung lebih peduli terhadap sampah yang mereka hasilkan.
Aksi ini bukan sekadar formalitas. Kolaborasi digalang bersama komunitas lingkungan Eling Ring Pertiwi, relawan muda dari Forkom OSIS Kota Denpasar, serta Gerakan Pramuka Kota Denpasar. Ketiganya turun langsung ke lapangan sebagai garda depan dalam mengedukasi sekaligus mendampingi pengunjung untuk memilah sampah organik, anorganik, dan residu.
Di sejumlah titik strategis seperti kawasan Gedung Dharma Negara Alaya, Taman Kota, hingga area Parkir Utara Taman Kota, telah disiapkan stasiun pemilahan sampah. Para relawan secara aktif memberikan arahan singkat tentang cara memilah sampah yang benar. Bahkan, kampanye dilakukan dengan pendekatan interaktif agar lebih mudah dipahami dan tidak terkesan menggurui. Hasilnya, banyak pengunjung yang awalnya sekadar datang untuk menikmati acara, akhirnya ikut berpartisipasi dalam gerakan kecil yang berdampak besar ini.
Ketua Panitia DTIK Fest 2026 yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Denpasar, Gde Wirakusuma Wahyudi, menegaskan bahwa konsep ramah lingkungan ini merupakan bagian dari transformasi budaya penyelenggaraan event di Denpasar. Menurutnya, festival teknologi tidak seharusnya identik dengan tumpukan sampah setelah acara usai. Justru teknologi harus menjadi pintu masuk untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih sadar lingkungan.
Ia menambahkan, komitmen ini menjadi langkah awal untuk membentuk standar baru dalam setiap penyelenggaraan kegiatan publik di Denpasar. Dengan memadukan inovasi digital dan kesadaran ekologis, pemerintah kota ingin menegaskan identitas Denpasar sebagai kota kreatif yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan zaman, tetapi juga bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.
DTIK Fest 2026 pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar festival tahunan. Ia menjelma sebagai ruang belajar bersama, tempat teknologi tidak hanya dipamerkan, tetapi juga dimaknai sebagai alat perubahan sosial. Harmoni antara kecanggihan digital dan kepedulian terhadap bumi terasa nyata di setiap sudut acara.
Baca juga: Solusi Permasalahan Sampah, Gubernur Hidayat Upayakan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
Melalui langkah sederhana seperti memilah sampah, pesan besar disampaikan: masa depan yang hijau hanya bisa terwujud jika inovasi berjalan beriringan dengan tanggung jawab. Dari Denpasar, semangat itu digaungkan bahwa kemajuan dan kelestarian bukan dua hal yang bertentangan, melainkan dua kekuatan yang saling menguatkan demi esok yang lebih baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Denpasar