Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 28 FEBRUARI 2026 • 12:40 WIB

Rekayasa Lalin Diperluas ke Kayu Aya, Pemkab Badung Bidik Kemacetan Seminyak

Rekayasa Lalin Diperluas ke Kayu Aya, Pemkab Badung Bidik Kemacetan SeminyakDishub Badung Uji Coba Rekayasa Lalin Di Jalan Raya Taman Dan Kayu Aya (adm badung)

BALI - Pemerintah Kabupaten Badung mulai menguji pola rekayasa lalu lintas satu arah di kawasan Seminyak dan sekitarnya pada Rabu (25/2). Kebijakan ini diterapkan di Jalan Raya Taman dan Jalan Kayu Aya sebagai bagian dari pengembangan skema serupa yang sebelumnya telah diberlakukan di wilayah Kerobokan Kelod. Uji coba tersebut dipantau langsung jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Badung guna melihat dampak nyata di lapangan sebelum diputuskan sebagai kebijakan tetap.

Kepala Dinas Perhubungan Badung, Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma, mengatakan bahwa langkah ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi lalu lintas yang semakin padat, terutama di kawasan wisata. Menurutnya, meski pengendara harus menempuh jarak lebih jauh akibat perubahan arah, waktu perjalanan justru cenderung lebih singkat.

Baca juga: Rekayasa Lalin Flyover Latumeten Berlaku Setahun, Simak Rute Alternatif Hindari Macet

Ia menjelaskan bahwa sistem satu arah mampu mengurangi titik konflik di persimpangan. Dengan arus kendaraan yang bergerak searah, potensi saling potong dan antrean panjang di simpang jalan bisa ditekan. Hasil pemantauan sementara menunjukkan adanya kelancaran arus dibandingkan pola sebelumnya yang kerap memicu kemacetan, khususnya pada jam sibuk.

Meski demikian, Ngurah Rai menekankan bahwa perubahan arus saja belum cukup untuk menjadi solusi jangka panjang. Ia menyebutkan perlunya dukungan infrastruktur, terutama pelebaran di sejumlah simpang strategis seperti Mertanadi Utara dan Pengubengan Kauh. Usulan tersebut telah diajukan kepada Bupati Badung dan diteruskan ke Dinas PUPR agar segera ditindaklanjuti. Menurutnya, tanpa pembenahan fisik jalan, kepadatan lalu lintas berpotensi kembali terjadi seiring meningkatnya volume kendaraan.

Kawasan Seminyak sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan memang menghadapi tantangan tersendiri. Pertumbuhan kendaraan, baik milik warga lokal maupun wisatawan, tidak lagi seimbang dengan kapasitas ruas jalan yang tersedia. Jika tidak segera diantisipasi, kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada kenyamanan dan citra pariwisata Badung secara keseluruhan.

Di sisi lain, Dishub tidak menutup mata terhadap potensi dampak sosial dan ekonomi dari kebijakan tersebut. Perubahan arah lalu lintas bisa memengaruhi akses ke sejumlah usaha dan permukiman warga. Karena itu, evaluasi akan terus dilakukan selama masa uji coba berlangsung. Pemerintah membuka ruang penyesuaian apabila ditemukan dampak yang merugikan masyarakat.

Pada tahap awal ini, pendekatan yang diterapkan masih bersifat edukatif. Petugas lebih mengedepankan sosialisasi dibandingkan penindakan. Pengendara yang belum terbiasa dengan skema baru masih diberikan pemahaman di lapangan. Namun, jika nantinya sistem satu arah ditetapkan secara permanen, penegakan aturan akan dilakukan bersama kepolisian dan forum lalu lintas.

Baca juga: Kondisi Lalin Jakarta Malam Ini Imbas Hujan Deras Seharian, Polisi: Padat Luar Biasa!

Ngurah Rai berharap masyarakat dapat bersabar dan memberi waktu untuk proses adaptasi. Menurutnya, tujuan utama dari rekayasa lalu lintas ini adalah meningkatkan kualitas layanan transportasi sekaligus menjaga kelancaran mobilitas di kawasan wisata. Pemerintah pun berkomitmen menyiapkan penyempurnaan infrastruktur pendukung agar kebijakan tersebut benar-benar efektif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga maupun wisatawan yang berkunjung ke Badung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Badung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Rekayasa Lalin Diperluas ke Kayu Aya, Pemkab Badung Bidik Kemacetan Seminyak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!