BALI - Pemerintah Kabupaten Bangli menunjukkan komitmennya terhadap isu lingkungan dengan turun langsung memimpin Gerakan Serentak Bali Resik Sampah yang digelar Minggu (1/3). Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, bersama Wakil Bupati I Wayan Diar memimpin aksi gotong royong yang menyasar sungai, saluran air (salter), dan drainase di sejumlah titik strategis wilayah Bangli.
Gerakan ini bukan sekadar seremoni. Sebanyak 4.125 orang tercatat ambil bagian dalam aksi bersih-bersih tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari jajaran organisasi perangkat daerah dan instansi vertikal sebanyak 2.435 orang, perangkat desa dan kelurahan 1.110 orang, unsur BUMD dan BUMN 220 orang, hingga 360 pelajar dari jenjang SD, SMP, dan SLTA. TNI/Polri serta penggerak PKK di tingkat banjar juga ikut bergerak, menandakan kolaborasi lintas sektor yang solid.
Baca juga: Penggunaan Alat Canggih Juga Perlu Evaluasi. Sosialisasi Pengelolaan Sampah di Pekalongan
Sekretaris Daerah Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, dalam laporannya menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi Bangli yang BISA (Bersih, Indah, Sejuk, dan Asri). Menurutnya, kebersihan tak boleh berhenti sebagai agenda musiman, tetapi harus tumbuh menjadi kebiasaan kolektif masyarakat. Ia menekankan bahwa menjaga lingkungan adalah investasi jangka panjang demi masa depan Bangli yang lebih baik.
Aksi di kawasan perkotaan dipusatkan di sejumlah lokasi yang selama ini menjadi perhatian, seperti aliran Tukad Sagening di bawah jembatan Seganing dan area Pura Petirtaan Toya Laka, Banjar Kawan, Salter Dalem Purwa hingga Pura Masceti, kawasan barat Kantor MDA Bangli, drainase sekitar RSJ dan SDN 3 Kawan, saluran air di sepanjang Jalan Serma Meranggi, Catus Pata Alun-alun Bangli, hingga wilayah Bebalang dari Patung Adipura ke arah selatan. Sementara itu, para camat, kepala desa, dan lurah mengoordinasikan kegiatan serupa di wilayah masing-masing sesuai kondisi lingkungan setempat.
Dalam arahannya, Bupati Sedana Arta menyoroti persoalan sampah sebagai isu mendesak yang berdampak langsung pada citra dan keberlanjutan Bali, terutama sektor pariwisata. Ia mengingatkan bahwa Bangli sebagai daerah hulu memiliki peran penting sebagai penghasil air dan udara bersih bagi Pulau Dewata. Posisi ini, tegasnya, bukan sekadar identitas, melainkan tanggung jawab moral yang harus dijaga bersama.
Tak hanya fokus pada pembersihan, Bupati juga meminta masyarakat lebih waspada terhadap praktik pembuangan sampah ilegal, khususnya yang berasal dari luar daerah. Ia mengimbau warga segera melapor apabila menemukan oknum yang membuang sampah sembarangan di wilayah Bangli, baik di tempat pembuangan akhir maupun di jurang-jurang desa.
Gerakan ini juga merangkul dunia pendidikan. Sekolah-sekolah diminta menggelar aksi bersih di lingkungan masing-masing dengan melibatkan siswa agar kesadaran menjaga kebersihan tumbuh sejak dini. Di sisi lain, Tim Penggerak PKK turut menggerakkan warga di tingkat banjar, ditandai dengan bunyi kulkul sebagai simbol dimulainya aksi bersih dari pekarangan rumah.
Pemkab Bangli memastikan gerakan ini akan berlanjut secara berkesinambungan. Setelah fokus pada sungai dan permukiman, aksi berikutnya dijadwalkan menyasar kawasan Danau Batur pada 8 Maret mendatang, sebagai langkah konkret menjaga kelestarian lingkungan di kawasan hulu Bali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Bangli