Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 20 JANUARI 2026 • 09:30 WIB

Lewat Dialog Radio, Disnaker Buleleng Dorong Pelatihan Kerja untuk Buka Peluang Kerja

Lewat Dialog Radio, Disnaker Buleleng Dorong Pelatihan Kerja untuk Buka Peluang KerjaKepala Disnaker Buleleng & Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas membuka dialog interaktif di Radio (adm disnaker buleleng)

BALI - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Buleleng terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia lewat program pelatihan kerja. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui dialog interaktif di Radio Nuansa Giri FM, Selasa (20/1), yang membahas tema “Membuka Peluang Kerja Melalui Pelatihan. Kegiatan ini menghadirkan langsung Kepala Disnaker Buleleng Putu Arimbawa, S.E., M.Si., didampingi Plt. Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja, Gede Suka Budiaman, S.P., MAP, dan dipandu penyiar Danu Tirta.

Dalam dialog tersebut, Kadisnaker Buleleng menekankan bahwa persoalan ketenagakerjaan saat ini bukan cuma soal minimnya lapangan kerja, tetapi juga kesiapan tenaga kerja menghadapi dunia kerja yang makin kompetitif. Menurutnya, pelatihan kerja menjadi solusi strategis karena mampu membekali masyarakat dengan keterampilan dan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan industri maupun dunia usaha.

Baca juga: PPKD Jakut Sukses Selenggarakan Pelatihan Kerja untuk 1.160 Peserta

Ia menjelaskan, pelatihan kerja merupakan bentuk pendidikan nonformal yang fokus pada praktik langsung, berbeda dengan pendidikan formal yang lebih teoritis. Karena itu, Disnaker berupaya menyusun program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja agar lulusan pelatihan punya daya saing dan peluang kerja lebih besar, termasuk bagi mereka yang ingin berwirausaha secara mandiri.

Untuk tahun 2026, Disnaker Buleleng melalui UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) membuka tujuh paket pelatihan. Dua paket di antaranya adalah pelatihan Bahasa Jepang, sementara lima paket lainnya diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan pasar kerja dalam negeri, yakni pelatihan komputer, listrik, menjahit, perawatan atau servis AC, serta SPA therapist. Total peserta yang ditargetkan mengikuti seluruh pelatihan tersebut mencapai 112 orang.

Sementara itu, Plt. Kabid Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja menyampaikan bahwa minat masyarakat terhadap pelatihan Bahasa Jepang terbilang sangat tinggi. Karena jumlah pendaftar cukup banyak, proses seleksi akan dilakukan secara ketat dengan memprioritaskan masyarakat kurang mampu agar program pelatihan benar-benar tepat sasaran.

Baca juga: Pelatihan Kepemimpinan Berakhir, Rico Waas Dorong ASN Lebih Berintegritas

Pada sesi dialog interaktif, sejumlah pendengar turut menyampaikan pertanyaan dan aspirasi melalui sambungan telepon. Salah satunya datang dari Budiane, warga Desa Menyali, yang mengapresiasi program pelatihan Disnaker karena dinilai sangat membantu masyarakat. Ia juga menanyakan peluang pelaksanaan pelatihan di tingkat desa. Sementara itu, Astawa dari Desa Bungkulan mengungkapkan kendala terkait biaya keberangkatan bekerja ke luar negeri serta menanyakan akses mengikuti pelatihan.

Menanggapi hal tersebut, Kadisnaker Buleleng menjelaskan bahwa untuk tahun 2026, pelaksanaan pelatihan masih dipusatkan di BLK. Hal ini dilakukan agar pemanfaatan sarana dan prasarana pelatihan lebih maksimal sehingga kualitas pelatihan tetap terjaga. Meski begitu, Disnaker akan terus berkoordinasi dan mengupayakan penambahan program pelatihan di masa mendatang.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh pelatihan Disnaker bersifat gratis tanpa pungutan biaya. Terkait biaya keberangkatan kerja ke luar negeri, Disnaker menegaskan bahwa hal tersebut bergantung pada agensi dan negara tujuan, karena Disnaker berperan sebagai lembaga pelatihan, bukan penyalur tenaga kerja.

Baca juga: Disnakertrans dan TP-PKK Sulsel Kolaborasi Gelar Pelatihan Ecoprint untuk UMKM

Soal akses bagi penyandang disabilitas, termasuk tuna netra, Disnaker memastikan bahwa pelatihan terbuka untuk semua kalangan tanpa diskriminasi, dengan tetap menyesuaikan standar dan kurikulum yang berlaku.

Melalui dialog ini, Disnaker Buleleng berharap masyarakat semakin sadar bahwa pelatihan kerja adalah langkah penting untuk meningkatkan kualitas diri, memperluas peluang kerja, dan menghadapi tantangan dunia kerja ke depan dengan lebih percaya diri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Buleleng

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Lewat Dialog Radio, Disnaker Buleleng Dorong Pelatihan Kerja untuk Buka Peluang Kerja

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!