Pemkab Buleleng gelar donor darah untuk peringati hari desa nasional 2026 (dok. adm buleleng)
BALI - Pemkab Buleleng terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran desa sebagai ujung tombak pembangunan. Dalam rangka memperingati Hari Desa Nasional Tahun 2026, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Buleleng menggelar aksi donor darah yang berlangsung di Gedung Wanita Laksmi Graha pada Kamis (15/1).
Kegiatan kemanusiaan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, perangkat desa, hingga masyarakat umum. Aksi donor darah tersebut menjadi simbol kepedulian sosial sekaligus wujud nyata semangat gotong royong yang terus dijaga dan dikembangkan di lingkungan desa.
Baca juga: TP PKK Jakarta Utara dan PAM Jaya Gelar Donor Darah Peringati Hari Ibu ke-97
Kepala Dinas PMD Kabupaten Buleleng, Drs. Made Supartawan, MM., menjelaskan bahwa donor darah ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Hari Desa Nasional 2026. Sebelumnya, berbagai aktivitas sosial telah digelar sebagai bentuk penguatan peran desa dalam pembangunan.
Ia menyebutkan, rangkaian kegiatan tersebut meliputi gotong royong bersama masyarakat, Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu, hingga pelaksanaan Coaching Koperasi Merah Putih. Seluruh kegiatan tersebut dirancang untuk mendorong partisipasi aktif desa dalam membangun kemandirian dan kepedulian sosial.
Menurut Supartawan, melalui kegiatan donor darah, desa tidak hanya berperan sebagai objek pembangunan, tetapi juga menjadi subjek yang mampu memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat luas. Nilai kebersamaan dan kepedulian dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan desa yang berdaya.
Baca juga: NasDem Aceh Tengah Gelar Donor Darah Hingga Aksi Sosial untuk Sambut HUT Partai
Ia menegaskan bahwa semangat utama peringatan Hari Desa Nasional adalah membangun desa secara menyeluruh. Ketika desa kuat dan mandiri, maka pembangunan daerah hingga nasional akan ikut terdorong ke arah yang lebih baik.
Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, menyampaikan bahwa pelaksanaan donor darah dalam rangka Hari Desa Nasional tidak dipusatkan di satu lokasi saja. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara menyebar di seluruh desa di Kabupaten Buleleng agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Menurutnya, pelaksanaan donor darah di desa-desa dikoordinasikan langsung oleh masing-masing perbekel. Dengan pola seperti ini, masyarakat desa bisa terlibat secara langsung tanpa harus datang ke satu titik pusat kegiatan.
Selain donor darah, Pemerintah Kabupaten Buleleng juga mendorong pelaksanaan berbagai kegiatan sosial lainnya di tingkat desa. Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya mewujudkan pembangunan desa yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Baca juga: Pemelaspasan Bale Kulkul Banjar Puseh Pedungan Dihadiri Wali Kota Denpasar
Gede Supriatna menambahkan bahwa ke depan, pembangunan desa tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan infrastruktur semata. Pemberdayaan masyarakat desa melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan juga menjadi prioritas yang tidak kalah penting. Ia menilai, kegiatan seperti donor darah dan gotong royong memiliki dampak langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat rasa solidaritas dan kepedulian antarwarga desa.
Melalui aksi donor darah ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat desa semakin tumbuh. Desa diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam pembangunan daerah, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga dari nilai kemanusiaan dan kebersamaan yang terus hidup di tengah masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Buleleng