Kegiatan Bank Sampah Desa Sembung, Badung, Bali (dok.adm desa sembung)
BALI - Kegiatan Bank Sampah Desa Sembung, Badung kembali digelar secara rutin pada bulan ini dan mendapat respons positif dari masyarakat. Sejak pagi hari, warga terlihat berdatangan membawa berbagai jenis sampah anorganik yang telah mereka kumpulkan dan pilah selama satu bulan terakhir. Mulai dari plastik, kertas, hingga logam, semua ditimbang satu per satu sebelum dicatat oleh petugas. Suasana kegiatan pun terasa ramai dan penuh semangat, menandakan meningkatnya kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Baca juga: Volume Sampah Malam Tahun Baru 2026 Turun Drastis, Bukti Perayaan Lebih Sadar Lingkungan
Antusiasme ini bukan muncul begitu saja. Program Bank Sampah telah menjadi kebiasaan baru bagi sebagian besar warga Desa Sembung. Selain membuat lingkungan lebih bersih dan tertata, kegiatan ini juga memberi manfaat ekonomi yang nyata. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna, kini justru punya nilai dan bisa “ditabung” layaknya uang di bank.
Secara sederhana, Bank Sampah merupakan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Warga diajak memilah sampah dari rumah, khususnya sampah yang masih memiliki nilai jual seperti botol plastik, kardus, kertas, dan kaleng. Sampah tersebut kemudian disetorkan ke Bank Sampah untuk ditimbang dan dicatat dalam buku tabungan. Nilai ekonominya akan diakumulasi dan dapat dicairkan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan konsep ini, masyarakat tidak hanya belajar mengelola sampah, tetapi juga membangun kebiasaan hidup yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Baca juga: Call Center 112 Kendari Terima Ribuan Panggilan, Aduan Sampah yang Paling Banyak
Pada kegiatan terbaru, pengelola Bank Sampah Desa Sembung melakukan pendataan total sampah yang telah dikumpulkan selama beberapa bulan terakhir. Hasil pendataan ini menjadi bahan evaluasi sekaligus menunjukkan meningkatnya keterlibatan warga, terlihat dari volume sampah yang terus bertambah setiap bulan.
Sebagai bentuk penghargaan, pengelola memberikan hadiah kepada warga dengan setoran sampah terbanyak. Langkah ini efektif memicu semangat masyarakat sekaligus membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa memberi dampak positif, baik secara sosial maupun ekonomi.
Selain pengelolaan sampah, Bank Sampah juga berperan sebagai sarana edukasi. Warga semakin sadar bahwa kebiasaan memilah sampah dari rumah, meski terlihat sederhana, mampu menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan nyaman jika dilakukan secara berkelanjutan.
Baca juga: Sampah Pekanbaru Akan Jadi Listrik, TPA Muara Fajar Ditata Bertahap
Dengan tingginya antusiasme masyarakat, Bank Sampah Desa Sembung diharapkan terus berkembang sebagai bagian dari keseharian warga. Pemerintah desa pun mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dan berharap program ini menjadi penggerak kesadaran lingkungan sekaligus kemandirian ekonomi desa ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Badung