Pemkab menerapkan standar baru dalam pengelolaan sampah berbasis desa. (adm buleleng)
BALI - Pemerintah Kabupaten Buleleng resmi menerapkan standar baru pengelolaan sampah berbasis desa melalui peresmian TPS3R Resik Mesari Desa Anturan, Selasa (13/1). TPS3R ini menjadi yang pertama di Buleleng yang dilengkapi mesin pemilah dan pencacah sampah plastik modern buatan lokal dengan kapasitas pengolahan 3–5 ton per hari.
Baca juga: Pemkot Jambi Butuh 30 Dump Truck Tambahan untuk Optimalkan Pengangkutan Sampah
Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, mewakili Bupati, menyampaikan bahwa kehadiran teknologi tersebut menjadi langkah strategis untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien, terpadu, dan berkelanjutan di tingkat desa. Ia menegaskan, TPS3R Desa Anturan tidak hanya melayani satu desa, tetapi berpotensi menjadi pusat pengolahan bagi beberapa desa di sekitarnya.
Menurut Supriatna, penguatan TPS3R merupakan bagian dari komitmen Pemkab Buleleng dalam menangani persoalan sampah secara menyeluruh. Selain penyediaan teknologi, pemerintah juga mendorong peran aktif masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah agar proses pengolahan berjalan optimal.
Baca juga: Gubernur Jakarta Ajak Semua Pihak Bersinergi Atasi Sampah Lewat Program NU Mendengar
Mesin pemilah dan pencacah sampah yang digunakan merupakan karya putra daerah Buleleng dan seluruh pembiayaannya bersumber dari APBD Kabupaten Buleleng. Selain mendukung pengelolaan lingkungan, kebijakan ini juga dinilai mampu mendorong inovasi serta kemandirian teknologi lokal.
Ke depan, Pemkab Buleleng berencana menjadikan TPS3R Desa Anturan sebagai model percontohan pengelolaan sampah berbasis desa, sekaligus membuka peluang pengadaan mesin serupa bagi TPS3R lain di wilayah Buleleng.
Perbekel Desa Anturan I Ketut Soka mengapresiasi dukungan pemerintah daerah. Ia menilai bantuan mesin tersebut sebagai solusi nyata untuk menekan persoalan sampah di tingkat desa. Pengelolaan TPS3R sendiri melibatkan unsur desa adat dengan struktur organisasi yang bekerja secara pengabdian, sementara operasional didukung melalui dana desa.
Baca juga: Call Center 112 Kendari Terima Ribuan Panggilan, Aduan Sampah yang Paling Banyak
Selain penguatan kelembagaan, Desa Anturan juga menyiapkan edukasi bertahap kepada masyarakat agar terbiasa memilah sampah sejak dari sumber, dengan melibatkan desa adat dan BUMDes.
Sementara itu, perancang mesin Putu Eka Dharmawan, Direktur Rumah Plastik, menjelaskan bahwa mesin dirancang khusus sesuai karakteristik sampah domestik di Indonesia. Mesin ini mampu mengolah sampah campuran dan mudah dioperasikan di TPS3R desa. Ke depan, hasil pemilahan sampah, khususnya plastik bernilai rendah, diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran aspal jalan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Buleleng