BALI - Kabar membanggakan datang dari panggung seni Internasional. Putra daerah asal Kabupaten Tabanan, I Gede Agustin Anggara Putra, berhasil mengharumkan nama Bali dan Indonesia setelah meraih Juara III dalam ajang The 28th China Harbin International Snow Sculpture Competition yang digelar di Harbin, China pada 6-10 Januari 2026 lalu. Agustin tergabung dalam Tim Bali yang tampil mewakili Indonesia di kompetisi salju paling bergengsi di dunia tersebut.
Perwakilan Indonesia dalam kompetisi tersebut diisi oleh kolaborasi seniman dari Himpunan Seniman Pecatu bersama Bali Talent Artist. Tim Bali dipimpin oleh I Nyoman Sungada sebagai kapten, didukung oleh I Ketut Suarnaya, Gede Agus Kurniawan, serta I Gede Agustin Anggara Putra sebagai anggota tim. Selama mengikuti ajang internasional ini, tim turut didampingi oleh I Wayan Mardina, sementara dokumentasi kegiatan sepenuhnya ditangani oleh fotografer Kadek Aryate.
Baca juga: Seni Mural Hiasi Penataan Kawasan Jalan Cikoko Barat 1
Dalam perlombaan tersebut, Tim Bali menampilkan karya bertema Dewi Dhanwantari, figur yang merepresentasikan nilai pengobatan, kesuburan, dan harmoni alam semesta dalam filosofi Hindu. Tema ini diterjemahkan ke dalam bentuk patung salju yang memadukan unsur estetika dan makna spiritual, sehingga memberi kesan kuat di mata dewan juri internasional.
Prestasi ini langsung mendapat apresiasi dari Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Senjaya, S.E., M.M. Ia menyampaikan rasa bangga atas pencapaian putra daerah yang mampu bersaing dengan seniman-seniman kelas dunia. Menurutnya, keberhasilan ini bukan hanya soal juara saja, tetapi bukti bahwa seniman Bali punya kualitas, kreativitas, serta mental kompetitif yang diakui secara internasional.
Bupati Senjaya menilai pencapaian Tim Bali menjadi simbol bahwa seni tradisi dan filosofi mampu diterjemahkan ke dalam karya modern yang relevan di level global. Ia berharap prestasi tersebut bisa menjadi pemantik semangat bagi generasi muda Tabanan untuk terus berani berkarya dan tampil di panggung yang lebih luas lagi.
Baca juga: Uniknya Kesenian Singo Barong di Desa Bumiayu, Kecamatan Weleri
Agustin mengungkapkan bahwa persiapan lomba dilakukan dengan sangat serius. Latihan intensif dilakukan jauh hari menggunakan media gabus untuk menyesuaikan skala dan proporsi karya, sesuai perhitungan matang dari kapten tim. Tantangan terbesar justru datang saat kompetisi berlangsung, yakni menghadapi suhu ekstrem khas Harbin serta keterbatasan waktu pengerjaan.
Di tengah kondisi dingin yang menusuk, tim dituntut tetap fokus dan presisi agar patung dapat diselesaikan sesuai konsep. Bagi Agustin, pengalaman ini bukan hanya soal lomba, tetapi juga pembuktian ketangguhan mental dan kerja tim di bawah tekanan.
Diketahui, Tim Bali telah rutin mengikuti kompetisi patung salju internasional di Harbin sejak 2013 hingga 2026, menandakan konsistensi mereka di kancah seni global. Sementara Agustin sendiri sudah dua kali tampil di ajang ini, yakni pada 2024 dan 2026.
Baca juga: Keren! Seni Jaranan Turonggo Satrio Budoyo Kini Diangkat ke Layar Lewat Film Dokumenter
Menariknya, selain dikenal sebagai seniman, Agustin juga berprofesi sebagai chef di Hotel Indigo Seminyak Bali. Keahliannya meliputi fruit carving, butter sculpture, ice carving, hingga chocolate showpiece. Di luar dunia perhotelan, ia juga aktif sebagai seniman ogoh-ogoh, perajin tapel layang-layang, dan payasan barong.
Keberhasilan meraih Juara III ini menegaskan eksistensi Tim Bali sebagai salah satu kekuatan seni patung salju dunia. Lebih dari sekadar piala, prestasi ini menjadi bukti bahwa talenta lokal Bali mampu bersinar di panggung internasional dan membawa kebanggaan besar bagi Tabanan dan Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Tmc.tabanankab