Selasa, 09 JUNI 2026 • 12:35 WIB

Denpasar Bersinar di Jawa-Bali, Dua Penghargaan Nasional Jadi Bukti Kota Makin Nyaman dan Sejahtera

Author

Denpasar Borong Dua Penghargaan Kemendagri, Terbaik I Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting Regional Jawa-Bali (humasdps)

BALI - Aura positif kembali menyelimuti Denpasar. Di tengah geliat kota yang terus tumbuh sebagai pusat ekonomi kreatif dan destinasi urban favorit di Bali, Pemerintah Kota Denpasar sukses membawa pulang dua penghargaan bergengsi dari ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali yang digelar di Hotel JW Marriott Yogyakarta, Kamis (4/6).

Prestasi ini menjadi kabar membanggakan karena Denpasar dinobatkan sebagai Terbaik I kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting. Tak hanya itu, ibu kota Provinsi Bali tersebut juga meraih Terbaik III dalam kategori Penurunan Tingkat Pengangguran tingkat kota se-Jawa dan Bali.

Baca juga: Karakteristik Selat Malaka: Letak, Peran Strategis, dan Signifikansi Ekonomi

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait, kepada Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara. Sementara penghargaan bidang ketenagakerjaan diberikan oleh Menko Polhukam RI, Djamari Chaniago.

Capaian tersebut menjadi sinyal bahwa Denpasar tak hanya berkembang dari sisi pariwisata dan gaya hidup urban, tetapi juga serius membangun kualitas hidup masyarakatnya. Penilaian penghargaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari efektivitas program sosial, kolaborasi lintas sektor, hingga dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa penghargaan diberikan berdasarkan data resmi dan terukur. Menurutnya, ajang ini dirancang untuk mendorong pemerintah daerah terus berinovasi menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik.

Bagi Denpasar, penghargaan ini terasa spesial karena lahir dari pendekatan kolaboratif. Pemerintah kota menggandeng masyarakat, pelaku usaha, akademisi, hingga komunitas lokal untuk bersama-sama menekan angka kemiskinan dan stunting.

Baca juga: 1,1 Juta Keluarga Indonesia Berisiko Stunting, Butuh Penanganan Terintegrasi

Dalam beberapa tahun terakhir, Pemkot Denpasar memang aktif memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak, memperluas edukasi gizi keluarga, hingga meningkatkan akses layanan kesehatan dasar bagi warga. Di sisi lain, sektor ekonomi kerakyatan juga terus diperkuat lewat dukungan kepada UMKM, pelatihan usaha, hingga pengembangan potensi lokal seperti pertanian dan perikanan.

Upaya membuka lapangan kerja juga menjadi fokus penting. Program pelatihan keterampilan, peningkatan kompetensi tenaga kerja muda, serta kolaborasi dengan dunia usaha dinilai berhasil membantu menekan angka pengangguran secara bertahap.

Wali Kota Jaya Negara menyebut penghargaan ini bukan hanya milik pemerintah, melainkan hasil gotong royong seluruh warga Denpasar. Ia berharap capaian tersebut bisa menjadi motivasi untuk terus menghadirkan program yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Baca juga: Denpasar Buka Peluang Kolaborasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Guangzhou

Selain penghargaan, pemerintah pusat juga menyiapkan insentif fiskal bagi daerah berprestasi. Untuk kategori Terbaik I, Denpasar berhak menerima insentif sebesar Rp3 miliar sebagai dukungan lanjutan terhadap program pembangunan sosial di daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Denpasar

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU