BALI - Sebanyak 10 peserta program magang luar negeri resmi diberangkatkan menuju Jepang melalui LPK Yuki Duta Pertiwi pada Kamis (14/5). Prosesi pelepasan berlangsung penuh haru dan semangat, serta dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna atau yang akrab disapa Wabup Ipat.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Ipat memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan bekerja di Jepang sebagai pengalaman berharga untuk meningkatkan keterampilan dan masa depan mereka. Ia berharap ilmu yang telah diberikan selama masa pelatihan di LPK dapat menjadi modal utama saat menjalani kehidupan dan pekerjaan di Negeri Sakura.
Menurutnya, peluang bekerja di luar negeri kini menjadi salah satu impian banyak generasi muda. Selain Jepang, sebagian anak muda juga mulai melirik pekerjaan di kapal pesiar maupun sektor internasional lainnya karena dinilai mampu memberikan penghasilan lebih baik dibandingkan bekerja di daerah asal.
Meski demikian, Wabup Ipat mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari besarnya gaji yang diperoleh. Ia menekankan pentingnya sikap disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan mengelola keuangan secara bijak selama bekerja di luar negeri.
Ia juga berpesan agar para peserta tetap menjaga nama baik daerah dan keluarga selama berada di Jepang. Menurutnya, sikap dan perilaku para pekerja magang akan turut mencerminkan citra masyarakat Jembrana di mata dunia internasional.
“Bekerja di luar negeri bukan hanya mencari penghasilan, tetapi juga membawa nama daerah. Karena itu harus tetap menjaga sikap, disiplin, dan semangat kerja,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu peserta magang, Ni Wayan Andreasih, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jembrana atas dukungan yang diberikan kepada calon peserta magang, khususnya melalui program dana talangan biaya keberangkatan.
Baca juga: Menaker Yassierli Minta Perusahaan Sesuaikan Tugas Magang dengan Latar Belakang Pendidikan
Ia mengaku bantuan tersebut sangat membantu keluarganya dalam memenuhi kebutuhan biaya sebelum keberangkatan ke Jepang. Menurut Andreasih, program itu memberikan kesempatan lebih luas bagi anak muda yang memiliki keinginan bekerja di luar negeri namun terkendala biaya.
Dirinya berharap program bantuan tersebut dapat terus dilanjutkan agar semakin banyak generasi muda Jembrana memperoleh kesempatan mengembangkan kemampuan sekaligus memperbaiki taraf hidup keluarga melalui program magang internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Jembrana