Rabu, 22 APRIL 2026 • 12:20 WIB

Denpasar Percepat PSEL, Ubah Sampah Jadi Energi Listrik Berbasis Teknologi

Author

Walikota Jaya Negara Tandatangani PKS PSEL Tahap I, Langkah Nyata Pemkot Denpasar Atasi Sampah (humasdps)

BALI - Pemerintah Kota Denpasar terus mengakselerasi upaya penanganan persoalan sampah perkotaan melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Langkah ini ditandai dengan kehadiran Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam agenda percepatan implementasi PSEL yang digelar di Jakarta, Selasa (21/4). Kegiatan tersebut menjadi titik awal penting dalam transformasi sistem pengelolaan sampah di Denpasar menuju pendekatan yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Agenda ini merupakan kelanjutan dari penandatanganan perjanjian kerja sama sebelumnya antara Pemerintah Kota Denpasar bersama Pemerintah Provinsi Bali dan Kabupaten Badung terkait penyediaan infrastruktur pendukung PSEL Denpasar Raya. Kolaborasi lintas daerah ini menjadi fondasi awal dalam mewujudkan sistem pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan di kawasan metropolitan Bali.

Baca juga: Sampah Berserakan Rusak Keindahan Alam di Wisata Blangkatasik Gayo Lues

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dan turut dihadiri sejumlah pejabat penting, termasuk Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya serta Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq. Dalam kesempatan itu, dilakukan penandatanganan tahap awal kerja sama proyek PSEL sebagai tanda dimulainya implementasi di sejumlah daerah, termasuk Denpasar.

Wali Kota Jaya Negara menegaskan bahwa pembangunan PSEL bukan sekadar solusi teknis untuk mengurangi volume sampah. Lebih dari itu, proyek ini merupakan bagian dari perubahan mendasar dalam tata kelola lingkungan perkotaan. Ia menilai, pendekatan konvensional sudah tidak lagi memadai untuk menjawab kompleksitas persoalan sampah di kota besar. Oleh karena itu, diperlukan inovasi yang mampu mengubah sampah menjadi sumber daya bernilai, sekaligus mendukung pengembangan energi bersih.

Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga sektor swasta dan masyarakat. Konsistensi kebijakan serta kesiapan infrastruktur juga menjadi faktor kunci dalam memastikan proyek berjalan optimal.

Baca juga: Alami Kendala Aliran Listrik, KRL Jalur Stasiun Kebayoran - Sudimara Alami Gangguan

Sementara itu, Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa PSEL merupakan bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus energi. Pemerintah pusat, kata dia, mendorong percepatan proyek serupa di berbagai kota besar sebagai respons terhadap meningkatnya volume sampah akibat urbanisasi.

Penandatanganan kerja sama tahap pertama ini menjadi langkah krusial dalam mempercepat proses perencanaan, pembangunan, hingga pengoperasian fasilitas PSEL di masa mendatang. Selain itu, kolaborasi ini juga membuka peluang kemitraan dengan pihak swasta, terutama dalam hal pembiayaan dan transfer teknologi.

Baca juga: Longsor Sampah di TPST Bantargebang: 4 Orang Tewas, Proses Evakuasi Masih Berlanjut

Dengan dimulainya tahapan ini, Denpasar menegaskan komitmennya sebagai kota yang progresif dalam mengadopsi solusi inovatif di bidang lingkungan. PSEL diharapkan tidak hanya mampu mengurangi beban tempat pembuangan akhir, tetapi juga menjadi pilar penting dalam pembangunan kota yang rendah emisi dan berbasis ekonomi sirkular.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Denpasar

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU