Selasa, 21 APRIL 2026 • 13:15 WIB

Dipimpin Bupati Sedana Arta, Bhakti Penganyar Bangli Berlangsung Khidmat di Besakih

Author

Pemkab Bangli Gelar Bhakti Penganyar di Pura Agung Besakih serangkaian Karya Ida Betara Turun Kabeh (adm bangli)

BALI - Pemerintah Kabupaten Bangli menunjukkan komitmennya dalam menjaga keharmonisan spiritual melalui pelaksanaan Bhakti Penganyar di Pura Penataran Agung Besakih pada Senin (20/4). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian upacara besar Ida Betara Turun Kabeh yang rutin digelar di pura terbesar di Bali tersebut.

Bhakti Penganyar tidak hanya dimaknai sebagai tradisi seremonial, tetapi juga sebagai momentum spiritual bagi jajaran pemerintah untuk memanjatkan doa demi keselamatan, kesejahteraan, serta keharmonisan masyarakat. Dalam prosesi tersebut, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta hadir memimpin langsung rombongan, didampingi Wakil Bupati I Wayan Diar.

Baca juga: Dikawal Doa Ulama, Mardiono Dapat Dukungan Spiritual dari Ribuan Jamaah Az-Zawiyah

Turut serta dalam rombongan tersebut Sekretaris Daerah Bangli, pimpinan perangkat daerah, para camat, hingga aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli. Kehadiran lengkap unsur pemerintahan ini menegaskan keseriusan pemerintah daerah dalam menjalankan kewajiban spiritual sekaligus mempererat kebersamaan.

Suasana sakral semakin terasa ketika puluhan anggota Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bangli mempersembahkan Tari Rejang Adri. Tarian sakral ini dibawakan dengan penuh kekhusyukan di pelataran pura sebelum puncak persembahyangan dimulai. Penampilan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua GOW Kabupaten Bangli, Ny. Suciati Diar, sebagai simbol ketulusan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Baca juga: Apa Itu Emansipasi Wanita yang Diperjuangkan Kartini? Ini Penjelasan dan Cara Penerapannya

Selain mengikuti rangkaian persembahyangan bersama, Bupati Sedana Arta juga menyerahkan dana punia sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kelangsungan upacara dan perawatan kawasan suci pura. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Bendesa Adat Besakih, yang selama ini berperan penting dalam menjaga kesucian dan keberlangsungan kegiatan keagamaan di kawasan tersebut.

Di sela kegiatan, Bupati menegaskan bahwa Bhakti Penganyar memiliki makna mendalam, khususnya bagi jajaran pemerintah sebagai pelayan masyarakat. Momentum ini dimanfaatkan untuk memohon kerahayuan, tidak hanya bagi warga Bangli, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Bali.

Baca juga:  Penting, Rumah Ibadah Dapat Ciptakan Lingkungan Seimbang dan Harmonis bagi Masyarakat

Seluruh rangkaian upacara dipimpin oleh Ida Pedanda Gede Jelantik Putra Manuaba, yang memuput prosesi secara khidmat hingga selesai. Dengan nuansa religius yang kental, kegiatan ini berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan.

Melalui Bhakti Penganyar ini, Pemerintah Kabupaten Bangli berharap nilai-nilai spiritual tetap terjaga di tengah dinamika kehidupan modern. Tradisi ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya keseimbangan antara tugas pemerintahan dan kewajiban religius dalam kehidupan masyarakat Bali.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Bangli

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU