Jumat, 06 MARET 2026 • 12:45 WIB

Menjelang Nyepi 2026, Festival Ogoh-Ogoh Ramai Digelar di Denpasar, Kreativitas Pemuda Jadi Sorotan

Author

Pemkot Denpasar Dukung Festival Ogoh-Ogoh Kreativitas Pemuda Semarakkan Jelang Nyepi (humasdps)

BALI - Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948, suasana di Denpasar mulai dipenuhi berbagai aktivitas seni dan budaya yang digerakkan oleh generasi muda. Sejumlah festival ogoh-ogoh digelar di beberapa wilayah kota, menghadirkan ruang kreativitas sekaligus memperkuat kebersamaan pemuda dalam menjaga tradisi Bali yang telah diwariskan turun-temurun.

Rangkaian kegiatan tersebut mencuat dalam audiensi para panitia festival dengan Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa pada Kamis (5/3) di Kantor Wali Kota Denpasar. Dalam pertemuan itu, masing-masing panitia memaparkan rencana pelaksanaan festival ogoh-ogoh yang akan digelar menjelang malam pengerupukan.

Salah satu agenda yang diprediksi menarik perhatian masyarakat adalah Sanur Metangi Festival yang akan berlangsung pada 11–12 Maret 2026 di kawasan Pantai Mertasari, Sanur. Festival ini tidak hanya menghadirkan parade ogoh-ogoh, tetapi juga berbagai lomba kreatif seperti lomba sketsa ogoh-ogoh, ogoh-ogoh mini, hingga lomba tapel ogoh-ogoh.

Baca juga: Pemprov DKI Dukung Ekonomi Digital dan Kreativitas Anak Muda Jakarta

Ketua Panitia Sanur Metangi Festival, Ida Bagus Prajiskana Jisnu, menjelaskan bahwa sebelumnya panitia telah melakukan seleksi terhadap 27 ogoh-ogoh terbaik dari seluruh wilayah Sanur pada 1 Maret 2026. Karya-karya tersebut nantinya akan kembali dipamerkan dalam parade spesial pada puncak festival yang digelar di tepi pantai.

Menurutnya, panitia juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung agar kegiatan berjalan lancar. Salah satunya adalah layanan shuttle dari Desa Adat Intaran yang disediakan untuk membantu mobilitas juri maupun masyarakat yang ingin menyaksikan parade ogoh-ogoh di lokasi acara.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Denpasar memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan festival yang digagas oleh generasi muda tersebut. Pemerintah akan membantu dari sisi pengamanan, pengaturan lingkungan, hingga memastikan kenyamanan masyarakat selama acara berlangsung.

Ia menilai festival ogoh-ogoh bukan hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya, khususnya di kawasan Sanur yang dikenal sebagai destinasi wisata unggulan. Dalam kesempatan tersebut, Arya Wibawa turut didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Ni Luh Putu Riyastiti serta Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Kota Denpasar I Wayan Narta.

Menurut Arya Wibawa, konsep festival yang diinisiasi oleh para pemuda seperti Sanur Metangi, Festival Budaya Ogoh-Ogoh Sesetan, hingga Parade Sandikala menunjukkan bahwa generasi muda Denpasar memiliki semangat tinggi untuk tetap berkarya sekaligus menjaga identitas budaya Bali.

Baca juga: Dukung Swasembada Pangan, Bupati Ipuk Terus Dorong Anak Muda Terjun ke Pertanian

Sementara itu, kreativitas serupa juga terlihat di wilayah Sesetan. Sabha Yowana Desa Adat Sesetan kembali menggelar Festival Budaya Ogoh-Ogoh dengan konsep berbeda dari tahun sebelumnya. Tahun ini, seluruh ogoh-ogoh akan dipusatkan di Lapangan Pameran Sesetan sehingga masyarakat dapat menikmati karya seni tersebut secara lebih leluasa tanpa mengganggu arus lalu lintas.

Ketua panitia festival, Ketut Suwastika, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan akan dimulai pada 16 Maret 2026 dengan proses pemindahan ogoh-ogoh ke lokasi pameran. Selanjutnya, pada 17 Maret ogoh-ogoh akan dipamerkan kepada masyarakat sebelum mencapai puncaknya pada malam pengerupukan, 18 Maret 2026 mulai pukul 14.00 WITA. Untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung, panitia juga menyiapkan sejumlah area parkir di sekitar lokasi.

Baca juga: Hulondalo Mopuasa Festival 2026: Geliat Ekonomi Kreatif dan Budaya di Telaga Biru

Antusiasme generasi muda juga tampak di wilayah Padangsambian Kelod melalui Parade Ogoh-Ogoh “Sandikala” yang digagas Karang Taruna Kusuma Praja. Parade ini akan menampilkan 13 ogoh-ogoh hasil karya pemuda setempat yang akan diarak di sepanjang Jalan Teuku Umar Barat pada Rabu, 18 Maret 2026, mulai pukul 17.00 WITA.

Ketua panitia parade, Yoga Ferbiawan, mengatakan kegiatan ini bertujuan memberi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas mereka sekaligus menjaga tradisi ogoh-ogoh agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Melalui berbagai festival tersebut, Denpasar tidak hanya bersiap menyambut Nyepi, tetapi juga menunjukkan bagaimana generasi muda mampu menghidupkan tradisi dengan cara yang kreatif, kolaboratif, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya Bali.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Denpasar

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU