Kamis, 05 MARET 2026 • 10:50 WIB

39 Pejabat Pemkab Bangli Resmi Dilantik, Bupati Sedana Arta Tekankan Inovasi di Tengah Keterbatasan Anggaran

Author

Lantik Pejabat Eselon III dan IV, Bupati Bangli Tekankan Inovasi di Tengah Keterbatasan Anggaran (adm bangli)

BALI - Pemerintah Kabupaten Bangli kembali melakukan penyegaran struktur birokrasi dengan melantik puluhan pejabat baru di lingkungan pemerintah daerah. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menduduki Jabatan Administrator dan Jabatan Pengawas dipimpin langsung oleh Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, pada Selasa (3/3/2026).

Prosesi pelantikan digelar secara khidmat di Gedung Bukthi Mukthi Bhakti, Kantor Bupati Bangli. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 39 pejabat resmi dikukuhkan untuk menempati sejumlah posisi strategis di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli.

Pelantikan ini mengacu pada Surat Keputusan Bupati Bangli Nomor 800.1.3.3/169/2026. Para pejabat yang dilantik akan mengisi sejumlah jabatan penting seperti Sekretaris Dinas (Sekdis), Kepala Bidang (Kabid), hingga Kepala Sub Bagian (Kasubag). Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat kinerja birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah.

Baca juga: Pelantikan Duta Besar oleh Presiden Prabowo

Sejumlah pejabat daerah turut hadir menyaksikan momen tersebut, di antaranya Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, Sekretaris Daerah Bangli I Dewa Bagus Riana Putra, para asisten dan staf ahli bupati, pimpinan OPD, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Sedana Arta menegaskan bahwa rotasi dan promosi jabatan yang dilakukan bukanlah keputusan yang bersifat tiba-tiba ataupun didasari faktor kedekatan pribadi. Menurutnya, seluruh proses penempatan pejabat telah melalui tahapan penilaian yang ketat oleh tim yang berwenang.

Ia bahkan menyebut bahwa sebagian besar pejabat yang dilantik kemungkinan tidak mengetahui sebelumnya posisi yang akan mereka tempati. Hal itu karena penentuan jabatan sepenuhnya didasarkan pada kecocokan kompetensi, latar belakang keilmuan, serta rekam jejak kinerja masing-masing.

Bupati menambahkan, para pejabat yang baru saja dilantik diharapkan mampu menjadi pilar yang kuat dalam menjalankan roda pemerintahan daerah. Mereka diminta bekerja secara profesional dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Bangli.

Di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah, Sedana Arta juga mengingatkan agar para pejabat tidak hanya bekerja secara rutinitas. Ia mendorong seluruh OPD untuk lebih kreatif dalam mencari peluang pendanaan serta melakukan berbagai terobosan program.

Menurutnya, salah satu strategi yang harus dilakukan adalah dengan lebih aktif membangun komunikasi dengan kementerian maupun lembaga di tingkat pusat. Dengan cara tersebut, pemerintah daerah memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh dukungan anggaran maupun program pembangunan.

Baca juga: Kilasan Politik Awal Pekan: Gibran Tunggu Arahan, Prabowo Batal Hadiri Pelantikan IPDN

“Kita harus peka terhadap berbagai peluang yang ada di kementerian atau lembaga. Bagaimana caranya agar dana dari pusat bisa masuk ke Bangli. Dengan anggaran yang terbatas, kita tetap harus mampu membangun banyak hal melalui kreativitas dan inovasi,” ujarnya.

Selain itu, Bupati juga menyampaikan kabar optimistis terkait potensi pendapatan daerah dari sektor lingkungan. Ia mengungkapkan bahwa kajian mengenai potensi sumber daya air di Bangli telah rampung dilakukan. Dari hasil kajian tersebut, terdapat peluang penerimaan dari skema imbal jasa lingkungan yang nilainya diperkirakan mencapai Rp600 hingga Rp700 miliar per tahun dari sejumlah kabupaten dan kota yang memanfaatkan sumber air dari wilayah Bangli.

Jika potensi tersebut dapat direalisasikan, kondisi keuangan daerah diyakini akan menjadi jauh lebih kuat sehingga mampu mendorong berbagai program pembangunan secara lebih optimal.

Tak hanya menyinggung soal pembangunan dan anggaran, Bupati Sedana Arta juga memberikan perhatian pada sikap aparatur sipil negara dalam menghadapi dinamika informasi di era digital. Ia meminta para ASN agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta mampu merespons isu yang berkembang di masyarakat secara proporsional.

Menurutnya, aparatur pemerintah harus mampu memberikan klarifikasi yang tepat apabila muncul informasi yang tidak sesuai fakta. Hal ini penting agar isu yang berkembang tidak semakin meluas dan menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Baca juga: Kanwil Kemenag Sumut Tegaskan Komitmen Disiplin PNS Sesuai PP 94/2021

Sebagai penutup arahannya, Bupati mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat pemerintah daerah juga akan melakukan evaluasi terhadap sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama atau Eselon II. Hal ini menyusul adanya beberapa posisi yang kosong karena pejabat sebelumnya telah memasuki masa pensiun.

Ia pun mengingatkan seluruh ASN untuk tetap menikmati tugas yang dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Dengan koordinasi yang baik dan komunikasi yang cepat, berbagai persoalan teknis di lapangan diyakini dapat segera diatasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Bangli

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU