Angkot di Bali Masih Beroperasi? Ini Daftar Rute, Tarif, serta Jam Operasinya untuk Warga & Turis
BALI - Angkutan kota atau angkot masih menjadi salah satu moda transportasi publik yang dapat digunakan masyarakat di Bali, khususnya di kawasan perkotaan seperti Denpasar, Badung, Gianyar, hingga Tabanan. Meski popularitasnya menurun akibat maraknya kendaraan pribadi dan transportasi online, angkot tetap berperan penting sebagai transportasi murah yang menghubungkan berbagai titik penting seperti pasar, terminal, sekolah, dan kawasan permukiman. Dengan tarif terjangkau dan fleksibilitas rute, angkot menjadi alternatif transportasi yang ekonomis dan mudah diakses oleh masyarakat lokal maupun wisatawan yang ingin merasakan mobilitas ala warga Bali.
Angkot di Bali umumnya berupa minibus kecil dengan kapasitas sekitar 10–12 penumpang, dengan tempat duduk memanjang di sisi kiri dan kanan. Penumpang dapat naik dan turun di sepanjang jalur tanpa harus menunggu halte khusus, sehingga sistem ini lebih fleksibel dibandingkan bus kota modern.
Angkot di Bali dikenal juga dengan istilah “bemo” atau angkutan kota tradisional. Moda transportasi ini biasanya melayani rute pendek di dalam kota dan kawasan pinggiran, terutama di Denpasar dan kabupaten sekitarnya. Berbeda dengan bus besar, angkot mampu menjangkau jalan kecil dan kawasan permukiman padat, sehingga lebih fleksibel sebagai transportasi lokal.
Baca juga: Polisi Tangkap Sopir di Tanimbar Lantaran Cabuli Siswi SMA dalam Angkot
Tarif angkot di Bali relatif murah, biasanya mulai dari Rp4.000 hingga Rp5.000 untuk perjalanan jarak pendek, tergantung jarak dan wilayah trayek. Selain murah, angkot juga memberikan kebebasan bagi penumpang untuk naik dan turun di sepanjang jalur tanpa halte resmi, sehingga memudahkan mobilitas sehari-hari masyarakat.
Daftar Rute Angkot Utama di Bali
Berikut adalah trayek angkot yang masih beroperasi atau dikenal secara luas di Bali, terutama di kawasan Denpasar dan sekitarnya.
1. Trayek Ubung – Sanur
- Nomor trayek: biasanya dikenal sebagai jalur Ubung–Sanur
- Titik awal: Terminal Ubung, Denpasar
Titik akhir: Sanur (Pantai Sanur / kawasan wisata Sanur) - Jalur yang dilalui:
Terminal Ubung → Jalan Cokroaminoto → Jalan Gatot Subroto → Jalan WR Supratman → Jalan Bypass Ngurah Rai → Sanur - Fungsi rute:
Menghubungkan pusat terminal utama Denpasar dengan kawasan wisata Sanur dan area permukiman di sepanjang jalur bypass.
2. Trayek Ubung – Batubulan
- Titik awal: Terminal Ubung
Titik akhir: Batubulan, Gianyar - Jalur utama:
Terminal Ubung → Jalan Ahmad Yani → Jalan WR Supratman → Batubulan - Fungsi:
Menghubungkan Denpasar dengan wilayah perbatasan Gianyar, termasuk kawasan seni dan permukiman.
3. Trayek Ubung – Tabanan
- Titik awal: Terminal Ubung
Titik akhir: Terminal Pesiapan, Tabanan - Jalur utama:
Terminal Ubung → Jalan Gatot Subroto → Jalan Raya Denpasar–Tabanan → Terminal Pesiapan - Fungsi:
Menghubungkan Denpasar dengan wilayah Tabanan, termasuk pasar tradisional dan kawasan pendidikan.
4. Trayek Ubung – Kuta
- Titik awal: Terminal Ubung
Titik akhir: Kuta - Jalur utama:
Terminal Ubung → Jalan Teuku Umar → Jalan Sunset Road → Kuta - Fungsi:
Menghubungkan pusat kota Denpasar dengan kawasan wisata utama Bali, termasuk Pantai Kuta.
Baca juga: DPRD Kota Malang Usulkan Angkot Jadi Angkutan Sekolah
5. Trayek Ubung – Jimbaran
- Titik awal: Terminal Ubung
Titik akhir: Jimbaran - Jalur utama:
Terminal Ubung → Jalan Imam Bonjol → Jalan Bypass Ngurah Rai → Jimbaran - Fungsi:
Menghubungkan Denpasar dengan kawasan selatan Bali, termasuk area wisata dan kampus.
6. Trayek Ubung – Mengwi
- Titik awal: Terminal Ubung
Titik akhir: Terminal Mengwi - Jalur utama:
Terminal Ubung → Jalan Raya Denpasar–Mengwi → Terminal Mengwi - Fungsi:
Menghubungkan Denpasar dengan terminal utama regional.
7. Trayek Denpasar Kota – Sesetan
- Titik awal: Denpasar Kota
Titik akhir: Sesetan - Jalur utama:
Denpasar → Jalan Diponegoro → Jalan Sesetan - Fungsi:
Trayek lokal dalam kota untuk mobilitas warga.
8. Trayek Denpasar – Sukawati
- Titik awal: Denpasar
Titik akhir: Sukawati - Jalur utama:
Denpasar → Jalan WR Supratman → Sukawati - Fungsi:
Menghubungkan Denpasar dengan kawasan pasar seni Sukawati.
Tarif angkot di Bali tergolong murah dan terjangkau bagi semua kalangan.
- Pelajar: Rp4.000
- Umum: Rp5.000
- Perjalanan lebih jauh: Rp5.000 – Rp10.000
- Tarif ditentukan berdasarkan jarak perjalanan dan kesepakatan dengan sopir.
Angkot menjadi pilihan hemat dibandingkan transportasi lain, terutama bagi masyarakat lokal.
Baca juga: Walikota Serang Mulai Melirik Kesemrawutan Trayek Angkot
Jam operasional angkot biasanya mengikuti aktivitas masyarakat.
- Pagi: 06.00 WITA
- Siang: 12.00 WITA
- Sore: 18.00 WITA
- Beberapa trayek hingga 20.00 WITA
Namun frekuensi angkot lebih banyak pada pagi dan sore hari saat jam kerja dan sekolah.
Cara Menggunakan Angkot di Bali
Berikut langkah praktis menggunakan angkot:
- Menunggu di pinggir jalan. Angkot tidak memiliki halte tetap. Penumpang cukup menunggu di pinggir jalan trayek.
- Memberi tanda kepada sopir. Angkat tangan sebagai tanda ingin naik.
- Naik dan duduk. Masuk dari pintu samping atau belakang.
- Membayar tarif. Bayar langsung kepada sopir.
- Turun di tujuan. Katakan “kiri” atau “stop” kepada sopir.
Angkot memungkinkan penumpang naik dan turun di mana saja sepanjang jalur perjalanan.
Beberapa keunggulan angkot:
- Tarif murah
- Mudah ditemukan di kawasan kota
- Fleksibel
- Menjangkau permukiman
Baca juga: Angkot di Bandung Diliburkan Dua Hari Saat Tahun Baru, Pemkot Tunggu SK Gubernur
Kekurangan Angkot di Bali
- Jadwal tidak tetap
- Waktu tunggu lama
- Tidak ber-AC
Tips Menggunakan Angkot untuk Wisatawan
Bagi pendatang dan wisatawan, berikut tips praktis:
- Tanyakan rute ke warga lokal
- Siapkan uang tunai kecil
- Gunakan untuk perjalanan pendek
- Perhatikan jam operasional
- Jangan ragu bertanya sopir
Saat ini Bali juga memiliki sistem bus modern seperti Trans Sarbagita yang menghubungkan Denpasar, Badung, Tabanan, dan Gianyar untuk meningkatkan mobilitas masyarakat.
Namun angkot tetap berperan penting sebagai transportasi lokal, terutama untuk perjalanan jarak pendek dan kawasan yang tidak terjangkau bus besar.
Angkot memberikan solusi transportasi murah dan fleksibel bagi masyarakat Bali, khususnya pelajar, pekerja, dan warga lokal.
Meski jumlahnya menurun, angkot masih dibutuhkan sebagai transportasi penghubung lokal. Angkot berpotensi menjadi bagian penting dari sistem transportasi terpadu di Bali jika dikelola dengan baik.
Pengembangan transportasi publik berbasis minibus kecil seperti angkot dinilai cocok untuk wilayah Bali yang memiliki banyak jalan sempit dan kawasan permukiman padat.
Baca juga: YLKI Kritik Peliburan Angkot Jabar Saat Libur Nataru
Angkot di Bali tetap menjadi salah satu moda transportasi publik yang praktis dan ekonomis, terutama di kawasan Denpasar dan sekitarnya. Dengan trayek yang menghubungkan terminal, pasar, kawasan wisata, dan permukiman, angkot memberikan kemudahan mobilitas bagi masyarakat dan wisatawan.
Tarif yang murah, fleksibilitas rute, dan kemudahan akses menjadikan angkot sebagai solusi transportasi lokal yang masih relevan hingga saat ini. Bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman transportasi lokal Bali, naik angkot bisa menjadi pilihan menarik sekaligus hemat biaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber Berita