BALI - Komitmen meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menekan angka stunting terus diperkuat Pemerintah Kota Denpasar. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Pemkot Denpasar berkolaborasi dengan TP PKK Kota Denpasar menggelar kegiatan Posyandu Paripurna dan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di sejumlah wilayah.
Kegiatan tersebut ditinjau langsung Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, saat pelaksanaannya di Banjar Celagi Gendong, Kelurahan Pemecutan, Jumat (20/2). Kehadiran jajaran pemerintah dan kader di lapangan menjadi wujud keseriusan dalam memastikan layanan Posyandu berjalan optimal serta dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Sagung Antari menjelaskan bahwa Posyandu saat ini tidak lagi sebatas tempat penimbangan bayi dan balita. Perannya telah berkembang menjadi pusat layanan yang lebih komprehensif dan terintegrasi. Melalui konsep Posyandu Paripurna dan Posyandu 6 SPM, masyarakat tidak hanya mendapatkan layanan kesehatan dasar, tetapi juga intervensi lintas sektor yang saling mendukung.
Baca juga: Wujudkan Layanan Prima, Ketua TP Posyandu Jambi Tekankan Implementasi 6 SPM
Ia menyebutkan bahwa integrasi tersebut mencakup beberapa bidang penting, antara lain pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, hingga layanan sosial. Pendekatan ini dirancang agar pelayanan kepada masyarakat tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terhubung dalam satu sistem yang menyeluruh.
“Posyandu kini berkembang dengan pola layanan yang semakin kompleks dan terintegrasi. Bukan hanya fokus pada deteksi kesehatan bayi dan balita, tetapi melayani seluruh siklus hidup masyarakat,” ujar Sagung Antari di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, transformasi Posyandu menjadi pusat layanan terpadu merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat modern. Permasalahan seperti stunting tidak bisa diselesaikan hanya dari aspek medis, tetapi juga membutuhkan dukungan edukasi, lingkungan yang layak, serta kesejahteraan sosial yang memadai.
Di lokasi berbeda, tepatnya di Banjar Panti, Kelurahan Sanur, Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, turut memantau jalannya kegiatan serupa. Ia menekankan pentingnya pemenuhan gizi sebagai bagian utama dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Ayu Kristi menambahkan, melalui Posyandu Paripurna, pemberian makanan tambahan (PMT) kepada balita, ibu hamil, dan warga lanjut usia menjadi salah satu intervensi nyata yang dilakukan. Langkah ini diharapkan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi kelompok rentan secara lebih optimal.
“PMT bagi balita, ibu hamil, dan lansia merupakan salah satu upaya konkret untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Pelaksanaannya dirangkaikan dengan Posyandu Paripurna agar layanan kesehatan dapat diberikan secara terpadu,” jelasnya.
Ia berharap, dengan pendekatan menyeluruh ini, kualitas kesehatan warga Denpasar dapat meningkat secara bertahap dan berkelanjutan. Tidak hanya menekan angka stunting, tetapi juga menciptakan masyarakat yang lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini hingga usia lanjut.
Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kota Denpasar, I Wayan Budha, menyampaikan bahwa kegiatan Posyandu kali ini turut melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Keterlibatan OPD bertujuan untuk menyosialisasikan program Posyandu 6 SPM secara langsung kepada masyarakat.
Baca juga: Posyandu Disabilitas Gratis Kini Hadir di Kota Malang
Setiap OPD terkait memberikan edukasi dan informasi sesuai bidangnya masing-masing, sehingga warga memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai layanan yang tersedia. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya datang untuk mendapatkan layanan kesehatan, tetapi juga mendapatkan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Budha menegaskan bahwa peran kader Posyandu sangat vital dalam keberhasilan program ini. Kader tidak hanya bertugas membantu teknis pelayanan, tetapi juga berfungsi sebagai ujung tombak edukasi di tengah masyarakat. Melalui komunikasi yang aktif dan pendekatan yang persuasif, kader diharapkan mampu mendorong partisipasi warga secara berkelanjutan.
Pelaksanaan Posyandu Paripurna dan Posyandu 6 SPM ini menjadi bukti bahwa Pemkot Denpasar terus berinovasi dalam memperkuat sistem pelayanan publik di bidang kesehatan dan sosial. Dengan sinergi antara pemerintah, TP PKK, OPD, dan kader di lapangan, diharapkan upaya pencegahan stunting serta peningkatan kualitas hidup masyarakat dapat tercapai secara maksimal.
Ke depan, model layanan terintegrasi ini diharapkan semakin diperluas cakupannya, sehingga seluruh lapisan masyarakat Denpasar dapat merasakan manfaatnya secara merata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Denpasar