Kamis, 19 FEBRUARI 2026 • 11:05 WIB

Jegog Jembrana Menggema Lagi di Jepang, Suar Agung Bawa Misi Budaya

Author

Teruskan Warisan Pekak Jegog, Jegog Jembrana Kembali Guncang Panggung Jepang Setelah Sepuluh Tahun (Humas Jembrana)

BALI - Kesenian bambu khas barat Bali kembali menggaung ke luar negeri. Dentuman Jegog, musik tradisional yang jadi identitas masyarakat Kabupaten Jembrana kini kembali melangkah ke panggung dunia lewat keberangkatan kelompok seni legendaris Suar Agung menuju Jepang. Perjalanan budaya ini bukan sekadar tur pertunjukan, tetapi juga simbol kebangkitan tradisi yang sempat vakum, sekaligus upaya memperkuat citra seni daerah di kancah global.

Rombongan seniman dilepas dalam suasana penuh harap oleh Bupati setempat, I Made Kembang Hartawan, pada Minggu siang sebelum keberangkatan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan kebanggaan atas kesempatan yang kembali terbuka bagi para seniman lokal untuk memperkenalkan identitas budaya daerah di luar negeri. Menurutnya, keberangkatan ini bukan hanya soal tampil di panggung, tetapi juga tentang menghidupkan kembali reputasi Jembrana sebagai pusat kesenian Jegog yang dikenal hingga mancanegara.

Baca juga: Menyajikan Kuliner Tradisional dengan Nuansa Budaya Zaman Dahulu

Koordinasi perjalanan dipimpin oleh Putu Bobi Agus Darma yang memastikan seluruh persiapan berjalan matang. Ia menjelaskan bahwa total 26 orang diberangkatkan dalam misi ini, terdiri dari pemusik dan penari yang akan tampil dalam rangkaian agenda selama dua pekan. Sebagian tim telah tiba lebih dulu untuk menyesuaikan nada alat musik bambu di lokasi, sementara rombongan lainnya menyusul untuk melengkapi formasi pertunjukan.

Misi ini juga menjadi babak baru di bawah arahan I Gede Oka, generasi penerus yang melanjutkan jejak maestro Jegog almarhum I Ketut Suwentra. Warisan seni yang pernah begitu intens tampil di Jepang sejak dekade 1980-an hingga 2016 itu kini dihidupkan kembali. Dulu, jadwal tampil bahkan bisa mencapai dua kali setahun. Setelah jeda beberapa waktu, kesempatan kali ini dianggap sebagai langkah awal membangun kembali kepercayaan publik internasional terhadap kualitas seniman Jembrana.

Selama 14 hari berada di Negeri Sakura, rombongan dijadwalkan menjalani sembilan pertunjukan di tiga wilayah utama, yaitu Fukuoka, Tokyo, dan Nagoya. Agenda tersebut mencakup tiga pertunjukan besar di panggung utama serta enam pertunjukan skala menengah di berbagai lokasi. Padatnya jadwal menunjukkan besarnya minat terhadap kesenian bambu yang memiliki karakter suara khas dan energi ritmis kuat itu.

Bagi tim Suar Agung, perjalanan ini mengandung makna yang lebih luas dibanding sekadar tampil. Mereka membawa harapan agar denting bambu dari Bali dapat kembali memikat audiens internasional dan membuka peluang berkelanjutan di masa depan. Tidak hanya untuk citra budaya, tetapi juga dampak ekonomi kreatif yang bisa dirasakan masyarakat daerah. Kesempatan tampil rutin di luar negeri diyakini dapat memperluas jaringan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku seni tradisi.

Pemerintah daerah sendiri memberikan dukungan nyata terhadap pelestarian seni Jegog, termasuk rencana penyediaan panggung reguler bagi para seniman agar mereka memiliki ruang berkarya yang konsisten. Upaya tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi regenerasi seniman serta menjaga kesinambungan tradisi agar tetap relevan di tengah arus modernisasi.

Baca juga: Mural Ikonik Penang Dipakai di Badan Pesawat, Seniman Gugat AirAsia

Di balik perjalanan ini, tersimpan optimisme bahwa langkah kecil dari Jembrana mampu menyuarakan identitas budaya Indonesia di mata dunia. Dengan membawa semangat menjaga nama baik daerah, rombongan seniman berangkat bukan hanya sebagai performer, tetapi juga sebagai duta budaya. Jika respon publik internasional kembali positif, bukan tidak mungkin misi serupa akan menjadi agenda tahunan yang memperkokoh posisi Jegog sebagai salah satu ikon seni tradisional yang mendunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemerintah Kabupaten Jembrana

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU