BALI - Upaya ningkatin kualitas pendidikan di Bali Utara lagi digeber serius. Pemerintah Kabupaten Buleleng menunjukkan komitmennya buat memperkuat kualitas sumber daya manusia lewat bantuan revitalisasi satuan pendidikan yang nilainya tembus Rp90,7 miliar. Program ini diresmikan langsung oleh Abdul Mu'ti selaku Menteri di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dalam acara yang digelar di SMKN 3 Singaraja pada Jumat (13/2).
Langkah ini bukan sekadar proyek renov gedung sekolah biar kelihatan kinclong. Revitalisasi disebut sebagai bagian dari arah besar pembangunan nasional, selaras dengan visi Prabowo Subianto dalam program pembangunan SDM unggul. Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa fasilitas pendidikan yang layak itu pondasi penting untuk mencetak generasi berkualitas dan siap bersaing. Harapannya, makin banyak sekolah yang bisa diperbaiki ke depan, sehingga pemerataan kualitas pendidikan bukan cuma wacana.
Baca juga: Dukung Program AKSI Pemprov DKI Jakarta x YouTube, Farah Savira: Jadikan Muatan Lokal di Sekolah!
Di Buleleng sendiri, dampaknya cukup luas. Total ada 64 satuan pendidikan yang kebagian sentuhan revitalisasi. Mulai dari 8 TK, 37 SD, 14 SMP, 4 SMA, sampai 1 SMK. Peresmian simbolis dilakukan pada lima sekolah yang mewakili tiap jenjang pendidikan, menandai dimulainya tahap implementasi yang diharapkan beneran terasa manfaatnya buat siswa dan tenaga pengajar.
Tapi fokusnya nggak cuma bangunan. Pemerintah juga menyoroti peningkatan kualitas guru sebagai faktor kunci. Program pengembangan kompetensi pendidik digencarkan lewat pendekatan pembelajaran mendalam alias deep learning, pelatihan berbasis e-learning, hingga peningkatan kualifikasi lewat skema rekognisi pembelajaran lampau. Ada juga fleksibilitas beban kerja guru serta program satu hari belajar bareng komunitas profesi seperti Kelompok Kerja Guru dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran. Intinya, upgrade sistem bukan cuma fisik, tapi juga skill orang-orang di dalamnya.
Sekretaris daerah, Gede Suyasa, menekankan bahwa revitalisasi bukan soal gedung megah doang. Menurutnya, sekolah harus jadi ruang yang aman, nyaman, dan punya karakter supaya siswa betah belajar dan semangat berkembang. Ia menyebut infrastruktur hanyalah “cangkang”, sedangkan atmosfer belajar yang sehat adalah inti yang sebenarnya menentukan kualitas pendidikan.
Kehadiran menteri di Buleleng juga jadi momen monitoring sekaligus motivasi agar program berjalan maksimal. Revitalisasi diharapkan menciptakan ruang belajar yang lebih humanis, mendukung kreativitas, dan membentuk karakter siswa sesuai profil pelajar Indonesia.
Dari sisi sekolah penerima, apresiasi juga datang dari kepala sekolah Nyoman Nilon. Ia menyatakan bantuan besar ini bakal dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Menurutnya, fasilitas yang memadai bisa mendorong metode belajar yang lebih inovatif dan efektif, sehingga lulusan punya kompetensi dan daya saing lebih kuat.
Menariknya, rangkaian kunjungan menteri nggak melulu formal. Sebelum peresmian, ia ikut kegiatan Pagi Ceria di Taman Kota Singaraja bareng ratusan siswa. Kegiatan diisi senam bersama, nyanyi lagu anak, hingga kunjungan ke TK Aisyiyah Bustanul Athfal. Suasananya santai, tapi pesannya jelas: pendidikan bukan cuma soal kelas, tapi juga pengalaman tumbuh bersama.
Baca juga: Rp122 Miliar Digelontorkan ke Sultra, SMAN Baru dan Sekolah Direvitalisasi Tuntas 2025
Dengan suntikan anggaran besar dan penguatan kualitas pendidik, satuan pendidikan di Buleleng diarahkan untuk terus naik level. Harapannya, layanan pendidikan makin berkualitas dan mampu melahirkan generasi unggul yang siap berkontribusi menuju Indonesia maju. Bukan sekadar pembangunan jangka pendek, tapi investasi masa depan yang dampaknya bakal terasa dalam waktu panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Buleleng