BALI - Pemerintah Kabupaten Buleleng terus ngebut memperkuat layanan kesehatan masyarakat lewat Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Keseriusan itu terlihat dari digelarnya evaluasi lintas sektor oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng yang berlangsung di Hotel Aneka Lovina, Senin (9/2). Agenda ini jadi momen penting buat ngecek sejauh mana program prioritas nasional ini berjalan di lapangan.
Evaluasi dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto. Dalam kegiatan tersebut, hadir sejumlah narasumber dari tingkat provinsi hingga kabupaten, mulai dari perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinas Kesehatan Buleleng, hingga DPMDPPKB Kabupaten Buleleng. Nggak cuma itu, berbagai OPD lintas sektor juga ikut terlibat demi memperkuat kolaborasi dan sinkronisasi program CKG di semua lini.
Mewakili Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Buleleng, Dewa Putu Merta Suteja, menjelaskan bahwa Program CKG di Buleleng sudah dijalankan sesuai instruksi Kementerian Kesehatan serta arahan kepala daerah. Fokus utama pelaksanaannya berada di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas, puskesmas pembantu, dan posyandu yang tersebar di seluruh wilayah Buleleng.
Baca juga: 17 Ribu Warga Kota Jambi Dikeluarkan dari Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan, Ini Alasannya?
Menurutnya, seluruh puskesmas di Kabupaten Buleleng sudah siap menjalankan CKG. Kesiapan itu didukung oleh ketersediaan tenaga kesehatan, alat kesehatan, serta bahan medis habis pakai yang dibutuhkan. Program CKG sendiri dirancang menyasar seluruh kelompok usia, mulai dari bayi, balita, anak prasekolah, remaja, orang dewasa, lansia, hingga ibu hamil. Jenis pemeriksaannya pun sudah disesuaikan dengan pedoman resmi dari Kementerian Kesehatan.
Untuk tahun 2026, target capaian Program CKG di Kabupaten Buleleng dipatok sebesar 46 persen. Hingga saat ini, progresnya menunjukkan tren yang cukup positif. Pada bulan berjalan, capaian sudah berada di angka sekitar 16 persen. Dengan laju tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng optimistis target tahunan bisa tercapai sampai akhir tahun.
Meski begitu, Dewa Putu Merta Suteja mengakui masih ada beberapa tantangan yang perlu dibenahi. Di fase awal pelaksanaan, ketersediaan bahan medis habis pakai sempat menjadi kendala. Selain itu, pemahaman masyarakat terkait manfaat dan alur Program CKG juga masih perlu ditingkatkan. Karena itu, peran lintas sektor seperti pemerintah kecamatan, desa, dan OPD lainnya dinilai sangat krusial, terutama dalam hal sosialisasi ke masyarakat.
Lewat evaluasi lintas sektor ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng berharap koordinasi antar pemangku kepentingan makin solid. Tujuannya jelas, supaya cakupan layanan CKG bisa terus meningkat dan target 2026 tercapai secara maksimal.
Baca juga: RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang Catatkan Prestasi, BPJS Kesehatan Berikan Dua Penghargaan
Di akhir, Dewa Putu Merta Suteja juga mengajak masyarakat Buleleng buat nggak ragu memanfaatkan Program CKG. Program ini dinilai penting sebagai langkah deteksi dini faktor risiko penyakit sekaligus mencegah komplikasi yang lebih serius. Masyarakat cukup datang ke puskesmas, puskesmas pembantu, atau posyandu dengan membawa KTP. Layanan CKG tersedia setiap hari kerja di puskesmas dengan dukungan fasilitas yang sudah disiapkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Buleleng