Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 09:50 WIB

GAB 2026 Jadi Panggung Anak Muda Buleleng Bersuarakan Aspirasi dan Perubahan

GAB 2026 Jadi Panggung Anak Muda Buleleng Bersuarakan Aspirasi dan PerubahanGAB 2026 Jadi Panggung Anak Buleleng Bersuarakan Aspirasi dan Perubahan (adm buleleng)

BALI - Program Gelora Anak Buleleng (GAB) 2026 sekaligus Pemilihan Duta Anak Kabupaten Buleleng kembali digelar sebagai ruang aktualisasi bagi anak-anak untuk terlibat langsung dalam pembangunan daerah. Ajang ini bukan sekadar kompetisi, tapi menjadi wadah bagi generasi muda untuk belajar menyuarakan aspirasi, mengasah kepemimpinan, serta memperjuangkan hak partisipasi anak di tingkat lokal hingga nasional.

Puncak kegiatan GAB 2026 berlangsung dalam Grand Final Gelora Anak Kabupaten Buleleng 2026 yang digelar di Kampus STIE Satya Dharma Singaraja, Minggu (8/2). Kegiatan ini menandai berakhirnya rangkaian panjang seleksi yang telah berjalan selama kurang lebih dua bulan.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, saat membuka acara menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam mendukung pengembangan potensi anak sebagai investasi masa depan bangsa. Menurutnya, peran anak sangat strategis dalam menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut sejalan dengan tema Hari Anak Nasional, yakni “Anak Hebat, Indonesia Kuat”. Melalui GAB 2026, anak-anak Buleleng diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berani bersuara, dan peduli terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

Baca juga: Kejuaraan Pencak Silat Jadi Media Tanamkan Cinta Tanah Air pada Generasi Muda

Forum Anak Daerah, lanjut Kariaman, bukanlah organisasi simbolis semata. Forum ini merupakan wadah resmi yang menjadi jembatan komunikasi antara anak-anak dan pemerintah. Tahun ini, GAB mengusung tema “Citta Widyananta Kumara”, yang dimaknai sebagai anak-anak yang berjiwa terang dan berpengetahuan luas.

Tema tersebut menjadi landasan pembentukan karakter anak agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, cerdas, beretika, santun, produktif, dan inspiratif. Anak-anak juga didorong untuk menjadi penggerak perubahan dengan ide-ide kreatif yang mampu mewakili suara teman sebayanya.

Menariknya, Forum Anak Daerah di Buleleng kini memiliki peran tambahan sebagai pemerhati sosial. Para Duta Anak dituntut lebih peka terhadap persoalan sosial di lingkungan masing-masing, sehingga program perlindungan sosial pemerintah dapat tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Rangkaian seleksi Duta Anak Buleleng 2026 terbilang cukup ketat. Tahapan dimulai dari pendaftaran, tes tertulis tahap pertama dan kedua, wawancara, sidang penyusunan suara anak, sesi pemotretan, hingga kegiatan outbound. Dari seluruh proses tersebut, terpilih 20 finalis yang kemudian disaring kembali menjadi 10 besar pada malam grand final.

Dalam kesempatan tersebut, juga disampaikan 10 butir Suara Anak Buleleng 2026 yang dirumuskan melalui sidang khusus. Rekomendasi ini menyoroti isu-isu penting di bidang kesehatan, pendidikan, sosial, hukum, dan teknologi, yang ditujukan kepada pemerintah, masyarakat, serta orang tua.

Baca juga: Sinergi Pemkot Pekalongan dan Dinas Kesehatan, Serta Pemerintah Pusat Untuk Jaga Kesehatan Masyarakatnya

Adapun lima Duta Anak Buleleng 2026 yang terpilih yakni Putu Cindy Adelia, Gusti Komang Ria Tiarana, Kadek Phalguna Junica Ananta, Gusti Ngurah Agung Raditya Yudha Pratama, dan Putu Mahendra Hanaya Putra. Kelimanya diharapkan mampu menjadi representasi suara anak Buleleng dan agen perubahan di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Buleleng

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

GAB 2026 Jadi Panggung Anak Muda Buleleng Bersuarakan Aspirasi dan Perubahan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!