Selasa, 20 JANUARI 2026 • 11:25 WIB

Cegah Penyebaran LSD, Jembrana Terima Dukungan Lengkap dari Pemerintah Pusat

Author

Penanganan kasus Lumpy Skin Disease (LSD) di Kabupaten Jembrana mendapat dukungan penuh (adm jembrana)

BALI - Upaya penanganan kasus Lumpy Skin Disease (LSD) pada ternak sapi di Kabupaten Jembrana mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Pusat. Bantuan ini berupa vaksin dan alat kesehatan disalurkan pada Sabtu (17/1) sebagai langkah cepat untuk mencegah penyebaran penyakit yang sempat terdeteksi di Kecamatan Negara dan Melaya. 

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, drh. Hendra Wibawa, M.Si., Ph.D., kepada Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, yang didampingi Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna, bertempat di Balai Tempek III, Banjar Tunas Mekar, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya. Kehadiran pemerintah pusat ini menjadi sinyal kuat bahwa penanganan LSD dilakukan secara serius dan terkoordinasi.

Baca juga: Mulai Tanggal 30 Januari Besok, Hewan Ternak di Kota Yogya Bakal divaksin PMK

Adapun bantuan yang diterima Pemkab Jembrana terbilang lengkap. Selain 500 dosis vaksin LSD, pemerintah pusat juga menyalurkan 500 tabung EDTA, 500 tabung plain, 500 jarum suntik, serta obat-obatan pendukung dan cairan disinfektan. Seluruh perlengkapan tersebut disiapkan untuk mendukung percepatan vaksinasi dan penanganan ternak yang terpapar.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas respons cepat dari pemerintah pusat. Menurutnya, bantuan ini sangat membantu peternak dalam menghadapi penyakit LSD yang dikenal dengan gejala benjolan pada kulit ternak. Ia menegaskan bahwa dukungan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi sektor peternakan yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat Jembrana.

Baca juga: Antisipasi Rabies, Pemkab Batang Hari Siapkan 600 Dosis Vaksin Gratis untuk Hewan Peliharaan

Lebih lanjut, Bupati Kembang menekankan bahwa penanganan LSD bukan hanya tugas pemerintah daerah, tetapi hasil dari kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga masyarakat peternak. Ia berharap dengan kerja sama yang solid, penyebaran LSD dapat segera dikendalikan dan tidak meluas.

Sementara itu, Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, drh. Hendra Wibawa, turut memberikan arahan teknis kepada peternak dan petugas lapangan. Ia mengimbau agar peternak segera melapor apabila menemukan gejala benjolan pada ternaknya. Pemeriksaan cepat akan dilakukan untuk memastikan apakah ternak tersebut terjangkit LSD atau hanya penyakit kulit biasa. Jika terbukti sakit, ternak diminta segera diisolasi agar tidak menular ke hewan lain.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan kandang. Mengingat LSD ditularkan melalui serangga seperti nyamuk dan lalat, peternak diminta rutin membersihkan kandang, menghindari kondisi lembab, serta menggunakan insektisida bila diperlukan. Selain itu, lalu lintas keluar-masuk ternak juga perlu dibatasi.

Baca juga: Vaksin Rabies Gratis di Surakarta Lindungi Hewan dan Pemiliknya

Menutup arahannya, drh. Hendra menegaskan bahwa vaksinasi darurat menjadi benteng utama dalam pengendalian LSD. Ia meminta tim di daerah terus memberikan edukasi kepada peternak agar upaya pencegahan berjalan cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemerintah Kabupaten Jembrana

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU