HUT ke-255 Gianyar, Perkuat Seni Budaya sebagai Warisan Luhur (adm gianyar)
BALI - Pemerintah Kabupaten Gianyar menggelar resepsi peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-255 Kota Gianyar dengan suasana meriah di Balai Budaya Gianyar, Minggu (19/4). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian perayaan hari jadi yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga sarat makna budaya dan penghormatan terhadap para pelaku seni.
Acara diawali dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang Gianyar sebagai salah satu pusat seni dan budaya di Bali. Momentum tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyerahan berbagai penghargaan seni kepada tokoh-tokoh yang dinilai berjasa dalam menjaga, melestarikan, serta mengembangkan kebudayaan daerah.
Baca juga: Jakarta Tunjukkan Wajah Inklusif Lewat Festival Seni Disabilitas 2025
Sejumlah nama besar turut menerima apresiasi, di antaranya Tjokorda Gde Agung Suyasa (alm), I Made Djimat, dan Anak Agung Gde Rai yang dianugerahi Penghargaan Parama Satya Budaya. Sementara itu, Penghargaan Citra Kara Nugraha juga diberikan kepada Anak Agung Gde Rai atas kontribusinya di bidang seni. Selain itu, puluhan seniman lainnya menerima Penghargaan Wija Kusuma sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi mereka dalam berbagai bidang kesenian.
Puncak kemeriahan semakin terasa dengan penampilan perdana Tari Maskot Kabupaten Gianyar bertajuk “Padma Natya”. Tarian ini untuk pertama kalinya diperkenalkan kepada publik, mengusung filosofi bunga padma atau teratai merah yang melambangkan kesucian, keberanian, serta harmoni kehidupan. Delapan kelopak bunga yang menjadi inspirasi gerakan tarian merepresentasikan arah mata angin, sedangkan bagian inti melambangkan pusat spiritual sebagai penjaga keseimbangan semesta.
Tari Padma Natya merupakan hasil garapan koreografer ternama Prof. Dr. I Wayan Dibia, dengan dukungan musik dari I Wayan Darya serta penataan kostum oleh Dr. Tjokorda Alit Artawan. Kehadiran tarian ini semakin mempertegas identitas Gianyar sebagai daerah yang kaya akan inovasi seni berbasis tradisi.
Baca juga: Bonsai: Seni Miniatur Pohon yang Memupuk Kesabaran dan Harmoni
Tak hanya itu, dalam kesempatan yang sama juga diluncurkan logo baru “Padmakara” sebagai identitas visual Kabupaten Gianyar, serta diperkenalkan lagu maskot “Padma Nandi” yang menggambarkan semangat dan karakter budaya masyarakat setempat.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Wayan Adi Parbawa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh seniman dan budayawan yang telah berperan aktif dalam menyukseskan perayaan ini. Menurutnya, kreativitas dan komitmen para pelaku seni menjadi fondasi utama dalam menjaga eksistensi budaya sekaligus mendorong kemajuannya di masa depan.
Salah satu penerima penghargaan, I Nyoman Sunarta, turut menyampaikan harapannya agar generasi muda dapat mengambil peran lebih besar dalam melestarikan seni tradisi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara seniman, masyarakat, dan pemerintah agar warisan budaya tetap hidup dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Gianyarkab.go.id