Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 06 MARET 2026 • 13:55 WIB

Tabanan Perkuat Program Kabupaten Layak Anak, Targetkan Peningkatan Predikat KLA 2026

Tabanan Perkuat Program Kabupaten Layak Anak, Targetkan Peningkatan Predikat KLA 2026Tabanan Targetkan Peningkatan Predikat Kabupaten Layak Anak 2026 (tmc/piskp)

BALI - Tabanan terus memperkuat upaya mewujudkan daerah yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Instrumen Evaluasi Mandiri Kabupaten Layak Anak (KLA) yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tabanan pada Kamis, 5 Maret 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan berbagai program pemenuhan hak anak dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Melalui bimtek tersebut, perangkat daerah diberikan pemahaman teknis mengenai proses pengisian instrumen evaluasi mandiri KLA sekaligus penguatan koordinasi lintas sektor agar setiap indikator penilaian dapat dipenuhi secara optimal.

Program KLA sendiri merupakan kebijakan nasional yang digagas oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Program ini bertujuan mendorong pemerintah daerah untuk mengintegrasikan pemenuhan hak anak ke dalam sistem pembangunan daerah, sehingga kebijakan yang dihasilkan mampu menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan anak secara berkelanjutan.

Baca juga: Bosan ke Mall? Berikut 4 Surga Tersembunyi di Kepulauan Seribu yang Ramah Anak dan Wajib Dikunjungi!

Secara nasional, proses pengisian evaluasi mandiri KLA telah dimulai sejak Februari 2026. Namun untuk Kabupaten Tabanan, penginputan data baru dimulai pada Maret 2026. Pemerintah daerah menargetkan seluruh data dapat rampung sebelum akhir Maret, mengingat batas waktu evaluasi secara nasional akan ditutup pada April 2026.

Dalam proses evaluasi tersebut, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan dilibatkan. Hal ini karena penilaian KLA mencakup berbagai aspek yang berkaitan langsung dengan kehidupan anak di masyarakat. Tercatat terdapat 24 indikator yang harus dipenuhi, mulai dari penguatan kelembagaan, pemenuhan hak sipil anak, lingkungan keluarga yang aman, layanan kesehatan dasar, akses pendidikan, kegiatan budaya, hingga perlindungan khusus bagi anak yang membutuhkan perhatian lebih.

Pada penilaian tahun sebelumnya, Kabupaten Tabanan berhasil meraih predikat Pratama dalam evaluasi Kabupaten Layak Anak. Meski demikian, pemerintah daerah tidak berhenti pada capaian tersebut. Tahun ini, Tabanan menargetkan peningkatan peringkat melalui penguatan program, perbaikan data indikator, serta peningkatan sinergi antar OPD.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tabanan, I Gst. Ngurah Agung Suryana, menegaskan bahwa program Kabupaten Layak Anak tidak sekadar berorientasi pada penilaian administratif. Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana kebijakan tersebut benar-benar mampu menghadirkan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak di tengah masyarakat.

Baca juga: Menteri PPPA Apresiasi KAI Daop 6 Yogyakarta, Stasiun Ramah Ibu - Anak Hingga Mekanisme Cepat Tangani Pelecehan Seksual

Ia menjelaskan bahwa ketika hak-hak anak dapat terpenuhi dengan baik mulai dari akses pendidikan yang terbuka, layanan kesehatan yang mudah dijangkau, hingga tersedianya ruang bermain dan belajar yang aman maka manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh anak-anak, tetapi juga oleh masyarakat secara luas.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa upaya perlindungan anak tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah daerah semata. Peran keluarga, lembaga pendidikan, serta lingkungan sosial juga memiliki kontribusi besar dalam menciptakan suasana yang kondusif bagi perkembangan anak.

Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar anak-anak di Tabanan dapat tumbuh dalam lingkungan yang penuh perhatian, aman, dan memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang secara optimal.

Baca juga: Wujudkan Kota Ramah Anak, Pemkot Bandung Canangkan Gerakan Zero Bullying

Penguatan program Kabupaten Layak Anak juga selaras dengan arah pembangunan daerah yang tertuang dalam visi Tabanan Era Baru: Aman, Unggul, dan Madani. Dalam visi tersebut, pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama, termasuk melalui kebijakan yang berpihak pada kepentingan anak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Tmc.tabanankab

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tabanan Perkuat Program Kabupaten Layak Anak, Targetkan Peningkatan Predikat KLA 2026

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!