Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 28 FEBRUARI 2026 • 09:40 WIB

Gianyar Berduka, Ida Begawan Blebar Tutup Usia di 76 Tahun

Gianyar Berduka, Ida Begawan Blebar Tutup Usia di 76 TahunAgung Bharata, Mantan Bupati Gianyar Berpulang (adm gianyar)

BALI - Kabar duka datang dari Kabupaten Gianyar. Mantan Bupati Gianyar dua periode, Anak Agung Gde Agung Bharata, yang di penghujung hidupnya dikenal dengan gelar Ida Begawan Blebar, berpulang pada Sabtu, 21 Februari, pukul 13.36 WITA di RSUD Sanjiwani Gianyar. Beliau wafat pada usia 76 tahun 8 bulan setelah hampir satu bulan menjalani perawatan intensif akibat kondisi kesehatan yang terus menurun.

Tokoh yang lahir pada 23 Juni 1949 ini sebelumnya sempat dirawat karena kehilangan nafsu makan dan kondisi fisik yang semakin melemah. Kondisinya sempat menunjukkan perbaikan hingga diperbolehkan kembali ke puri. Namun, situasi kembali memburuk sehingga beliau harus dilarikan lagi ke rumah sakit. Dalam beberapa hari terakhir sebelum wafat, asupan nutrisi lebih banyak diberikan melalui infus. Faktor usia lanjut serta riwayat gangguan jantung disebut menjadi bagian dari penyebab menurunnya kondisi kesehatan beliau.

Baca juga: Penuh Duka! Begini Potret Pemakaman Massal 24 Korban Bencana di Sumbar

Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun, yang juga merupakan adik almarhum, menyampaikan bahwa keluarga telah melakukan berbagai upaya terbaik selama proses perawatan berlangsung. Ia menuturkan bahwa sang kakak sempat menunjukkan perkembangan positif, namun kondisi kembali drop dalam waktu singkat.

Sebelum menjabat sebagai Bupati Gianyar pada periode 2003–2008 dan 2013–2018, Agung Bharata memiliki perjalanan karier yang panjang di pemerintahan pusat. Ia pernah bertugas sebagai staf di Sekretariat Negara Republik Indonesia serta dipercaya memimpin Istana Kepresidenan Tampaksiring selama kurun waktu 1997 hingga 2003. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting sebelum akhirnya mengemban amanah memimpin Kabupaten Gianyar.

Rangkaian upacara pelebon untuk almarhum telah dijadwalkan berlangsung pada 7 Maret 2026 di Setra Beng. Prosesi akan diawali pada 3 Maret dengan upacara mesiram dan melelet. Hari Anggara Wage Ugu yang bertepatan dengan Purnama dipilih sebagai waktu untuk munggah ke tumpang salu. Selanjutnya pada 5 Maret akan digelar munggah ngaskara lan ngaturan ayaban sebelum puncak pelebon dilaksanakan dua hari kemudian.

Prosesi pelebon kali ini memiliki kekhasan tersendiri. Berbeda dengan tradisi keluarga keturunan raja yang lazim menggunakan bade nagabanda, upacara almarhum akan menggunakan padma dan lembu putih. Hal tersebut karena beliau telah menjalani madwijati atau dwijati, yakni prosesi penyucian diri dalam ajaran Hindu untuk menjadi sulinggih. Dengan status tersebut, beliau telah melepaskan atribut keduniawian, sehingga sarana upacara pun disesuaikan dengan kedudukan spiritualnya.

Usai menyelesaikan tugas sebagai kepala daerah, almarhum memang memilih menempuh jalan spiritual. Hari-harinya lebih banyak diisi dengan pendalaman ajaran Weda, menjalani laku penyucian diri, serta menapaki fase wanaprastha, tahap kehidupan untuk menjauh dari hiruk pikuk duniawi. Keputusan tersebut menjadi penegasan atas pilihan hidupnya untuk mengabdikan diri sepenuhnya pada jalan spiritual hingga akhir hayat.

Baca juga: Kabar Duka! Eks Wakapolri-Menpan RB Komjen Pol Syafruddin Meninggal Dunia

Kepergian Ida Begawan Blebar meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar puri, tetapi juga masyarakat Gianyar. Sosok yang pernah memimpin daerah dan kemudian menutup perjalanan hidupnya sebagai seorang sulinggih ini dikenang sebagai figur yang teguh menjaga dharma, baik saat berada di jalur pemerintahan maupun ketika menapaki jalan suci.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Gianyarkab.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Gianyar Berduka, Ida Begawan Blebar Tutup Usia di 76 Tahun

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!