Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 19 FEBRUARI 2026 • 11:35 WIB

RSU Payangan Ukir Sejarah, Raih Predikat WBK Pertama di Gianyar

RSU Payangan Ukir Sejarah, Raih Predikat WBK Pertama di GianyarUkir Sejarah Baru, RSU Payangan Raih WBK Pertama (adm gianyar)

BALI - Rumah sakit milik pemerintah daerah kembali menorehkan prestasi yang membanggakan. Rumah Sakit Umum Payangan berhasil mencatatkan tonggak penting dalam upaya reformasi birokrasi di lingkungan pelayanan kesehatan publik. Berdasarkan hasil evaluasi nasional dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, rumah sakit ini resmi menyandang predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dalam ajang Zona Integritas Award 2025. Pencapaian tersebut sekaligus menjadikan RSU Payangan sebagai instansi pertama di wilayah Kabupaten Gianyar yang mampu memperoleh status tersebut.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri PANRB, Rini Widyantini, kepada Direktur RSU Payangan I Gusti Ngurah Gede Putra dalam acara yang berlangsung di aula kementerian di kawasan Jakarta Selatan pada Rabu (11/2). Momentum tersebut menjadi bagian dari agenda penganugerahan SAKIP dan ZI Award 2025 bertema transformasi integritas dan akuntabilitas menuju Indonesia Emas.

Baca juga: Kebakaran RS Pengayoman Berhasil Dipadamkan, Tidak Ada Korban

Pemerintah daerah menyambut capaian ini dengan penuh apresiasi. Sekretaris Daerah Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, menilai penghargaan tersebut bukan sekadar simbol prestasi, tetapi harus dimaknai sebagai dorongan untuk terus menjaga kualitas tata kelola pelayanan. Ia menekankan bahwa RSU Payangan perlu mempertahankan integritas yang telah dibangun sekaligus meningkatkan inovasi layanan agar dapat menapaki target berikutnya, yakni meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Menurutnya, keberhasilan ini juga diharapkan menjadi contoh nyata bagi perangkat daerah lain di lingkungan pemerintah kabupaten untuk ikut bergerak membangun sistem kerja yang transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat. Dengan kata lain, prestasi RSU Payangan dapat menjadi pemantik semangat perubahan birokrasi yang lebih luas.

Sementara itu, Direktur RSU Payangan menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak datang secara instan. Proses panjang sudah dimulai sejak akhir 2024 melalui berbagai tahapan evaluasi dan seleksi ketat. Rumah sakit menjalani pendampingan intensif dari berbagai unsur pengawasan internal pemerintah daerah, mulai dari proses pengusulan hingga pemenuhan indikator Zona Integritas. Setelah melewati seleksi administrasi di tingkat daerah dan pusat, tim RSU Payangan juga mengikuti wawancara mendalam secara daring bersama Tim Penilai Nasional sebelum akhirnya menjalani verifikasi lapangan untuk memastikan kualitas layanan benar-benar dirasakan masyarakat.

Ia menegaskan, penghargaan ini bukan sekadar formalitas atau simbol seremoni. Lebih dari itu, pengakuan tersebut menjadi bukti komitmen bahwa layanan kesehatan publik dapat dijalankan dengan prinsip keterbukaan, tanggung jawab, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Baginya, keberhasilan ini merupakan kemenangan bersama, terutama bagi warga yang berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu.

Dalam skema penilaian Zona Integritas, terdapat dua tingkat predikat yang dapat diraih instansi pemerintah. Predikat WBK diberikan kepada lembaga yang berhasil membangun fondasi pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas layanan sejak tahap awal. Sementara itu, tingkat WBBM menjadi target lanjutan bagi instansi yang mampu mempertahankan konsistensi selama beberapa tahun disertai inovasi berkelanjutan. Oleh sebab itu, capaian RSU Payangan saat ini menjadi titik awal untuk melangkah lebih jauh.

Ke depan, rumah sakit tersebut menargetkan peningkatan kualitas layanan melalui pengembangan sistem digital terintegrasi bernama SIPETARU. Inovasi ini dirancang bersama perangkat daerah terkait guna memperkuat manajemen informasi rumah sakit, mempercepat pelayanan, serta memastikan tata kelola yang lebih efektif. Langkah ini diharapkan dapat memperkokoh budaya integritas sekaligus meningkatkan kenyamanan pasien.

Baca juga: Penyebab Puluhan Santri Dilarikan ke Rumah Sakit saat Pesantren di Jagakarsa Terbakar

Dengan keberhasilan meraih WBK, RSU Payangan kini memikul tanggung jawab lebih besar untuk mempertahankan kepercayaan publik. Prestasi ini bukan hanya kebanggaan institusi, tetapi juga cerminan bahwa perubahan birokrasi yang bersih dan melayani bukan sekadar wacana—melainkan sesuatu yang dapat diwujudkan secara nyata.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Gianyarkab.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

RSU Payangan Ukir Sejarah, Raih Predikat WBK Pertama di Gianyar

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!