Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 26 FEBRUARI 2026 • 11:25 WIB

Bangli Bidik Pariwisata Aman dan Higienis Lewat Penguatan Labkesmas

Bangli Bidik Pariwisata Aman dan Higienis Lewat Penguatan LabkesmasPerkuat Keamanan Wisata, Bangli Dorong Pelaku Usaha Berbasis Risiko Optimalkan Layanan Labkesmas (adm bangli)

BALI - Pemerintah Kabupaten Bangli kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat standar kesehatan, khususnya pada sektor pariwisata dan usaha berbasis risiko. Komitmen tersebut mengemuka dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) bertajuk “Optimalisasi Pelayanan Laboratorium Kesehatan Masyarakat dalam Upaya Menjaga Standar Kesehatan pada Pelaku Usaha Berbasis Risiko” yang digelar di Gedung Bukti Mukthi Bakthi, Kantor Bupati Bangli, Selasa (24/2/2026).

Kegiatan yang digagas Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli ini dihadiri Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, unsur Forkopimda, serta puluhan pelaku usaha dari berbagai sektor. Forum ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan pelaku usaha guna menyamakan persepsi tentang pentingnya standar higienitas dan pengawasan kesehatan lingkungan.

Baca juga: Target Rampung Revitalisasi Juli 2025, DIY Bakal Punya Pasar Ayam Higienis Pertama di Indonesia

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli, I Dewa Gede Oka Darsana, dalam laporannya menyampaikan bahwa peran Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) kini tidak lagi sebatas tempat pemeriksaan bagi orang sakit. Fungsi laboratorium telah berkembang menjadi ujung tombak dalam pengawasan kualitas lingkungan, keamanan pangan, serta deteksi dini potensi risiko kesehatan.

Menurutnya, saat ini terdapat 68 pelaku usaha berbasis risiko di Kabupaten Bangli. Keberadaan Labkesmas diarahkan untuk memperkuat langkah preventif agar tidak terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB), baik di tempat usaha maupun destinasi wisata. Ia menegaskan bahwa hasil uji laboratorium bukanlah alat untuk menghakimi pelaku usaha, melainkan instrumen intervensi sejak dini agar potensi masalah dapat ditangani sebelum berkembang lebih luas.

Lebih jauh, Dewa Gede Oka menyebut fasilitas Labkesmas Bangli kini termasuk yang unggul di Bali, baik dari sisi sarana prasarana maupun kelengkapan peralatan pengujian. Dengan dukungan tersebut, layanan pengujian kualitas air, pangan, lingkungan hingga klinis dapat dilakukan secara lebih akurat dan sesuai standar nasional.

Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, dalam arahannya memberikan apresiasi atas langkah strategis yang ditempuh Dinas Kesehatan. Ia menekankan bahwa di era modern, daya tarik wisata tidak hanya bertumpu pada panorama alam. Wisatawan juga semakin kritis terhadap aspek keamanan dan kebersihan.

Menurutnya, sektor pangan dan akomodasi merupakan jenis usaha yang memiliki risiko tinggi karena bersentuhan langsung dengan keselamatan manusia. Oleh sebab itu, kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) menjadi elemen penting yang tidak bisa diabaikan. Sertifikat tersebut menjadi bukti bahwa suatu usaha telah memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan.

Wayan Diar memaparkan tiga alasan utama mengapa pelaku usaha sebaiknya memanfaatkan layanan Labkesmas Bangli. Pertama, aspek akurasi dan standar nasional, karena laboratorium tersebut telah terakreditasi untuk melakukan berbagai pengujian secara presisi. Kedua, kepastian hukum, di mana hasil uji Labkesmas menjadi rujukan resmi dalam penerbitan SLHS di wilayah Kabupaten Bangli. Ketiga, kontribusi terhadap penguatan ekonomi lokal, sebab penggunaan fasilitas milik daerah akan mendorong kemandirian pembangunan.

Ia pun menyampaikan harapannya agar Bangli dapat dikenal sebagai daerah yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga aman dan unggul dari sisi higienitas.

Baca juga: Penataan Perkotaan Serius Digarap, Pariwisata Sumut Didorong Makin Kompetitif

Forum ini juga ditandai dengan penandatanganan dokumen kesepakatan antara pemerintah daerah, Kejaksaan Negeri Bangli, serta peserta forum sebagai bentuk komitmen bersama. Berbagai paparan turut disampaikan, mulai dari kebijakan perizinan berusaha oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, pendampingan kepatuhan usaha oleh Kejaksaan Negeri, hingga penjelasan baku mutu air serta layanan Labkesmas oleh Dinas Kesehatan.

Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, asosiasi profesi, dan kalangan akademisi, guna memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan di Kabupaten Bangli.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Bangli

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bangli Bidik Pariwisata Aman dan Higienis Lewat Penguatan Labkesmas

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!