BALI - Pemerintah Kabupaten Buleleng makin serius ngebut memperbaiki layanan kesehatan buat masyarakat. Salah satu langkah nyata yang lagi disiapkan adalah penambahan ruang operasi (Operating Room/OK) di RSUD Buleleng, yang ditargetkan bisa jadi solusi atas antrean operasi yang selama ini cukup padat.
Direktur RSUD Buleleng, dr. Ketut Suteja Wibawa, Sp.KK., M.Kes, menjelaskan bahwa rencana pembangunan dan revitalisasi ini bukan sekadar proyek fisik, tapi jawaban atas kebutuhan nyata di lapangan. Ia menyebut, sebagian besar bangunan rumah sakit merupakan bangunan lama yang sudah tidak lagi ideal untuk mendukung pelayanan kesehatan modern.
Baca juga: Wakil Direktur RSUD Budhi Asih Lestarikan Budaya Lewat Seni Tari
“Selain revitalisasi, penambahan ruang operasi memang jadi kebutuhan mendesak. Saat ini beban tindakan bedah cukup tinggi, sementara jumlah ruang operasi masih terbatas,” ujar dr. Suteja saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/1).
Dalam sehari, RSUD Buleleng rata-rata melayani hingga 18 tindakan operasi. Kondisi ini berdampak langsung pada panjangnya daftar tunggu pasien, khususnya untuk operasi elektif. Kalau tidak segera diantisipasi, antrean panjang ini berpotensi memengaruhi kualitas layanan dan keselamatan pasien.
Padahal, RSUD Buleleng saat ini menangani berbagai jenis layanan bedah spesialis, mulai dari bedah umum, ortopedi, digestif, onkologi, plastik, urologi, kebidanan dan kandungan, hingga bedah minor seperti mata, THT, dan kulit. Seluruh layanan tersebut sudah didukung tenaga medis dan dokter spesialis yang kompeten serta jumlahnya dinilai mencukupi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, manajemen RSUD Buleleng telah merampungkan Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar pengembangan fasilitas. Dua gedung lama, yakni Gedung Kamboja dan Gedung Cempaka, akan direvitalisasi dan ditingkatkan menjadi bangunan empat lantai.
Gedung Kamboja direncanakan menambah empat ruang operasi, sementara Gedung Cempaka akan menambah dua ruang operasi. Dengan penambahan ini, total ruang operasi RSUD Buleleng nantinya menjadi 14 ruang, jauh lebih memadai dibandingkan kondisi saat ini.
Baca juga: Groundbreaking RSUD Pratama Nias Barat Diresmikan, Tingkatkan Layanan Kesehatan
“Penambahan ruang operasi ini sangat penting untuk mempercepat pelayanan, mengurai antrean, dan memaksimalkan sumber daya yang sudah kami miliki. Harapannya, pasien tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan tindakan operasi,” tambah dr. Suteja.
Proyek pembangunan ditargetkan berlangsung sekitar 20 bulan, dengan penyelesaian fisik pada akhir tahun 2027. Setelah itu, proses dilanjutkan dengan pengadaan peralatan medis, sehingga ruang operasi baru diharapkan bisa mulai beroperasi awal 2028.
Selama masa pembangunan, RSUD Buleleng juga menyiapkan berbagai langkah antisipasi agar pelayanan tetap berjalan lancar. Penataan ulang ruang rawat inap serta pengaturan internal pelayanan akan dilakukan supaya masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan secara optimal.
Baca juga: Gubernur Riau Dan Polda Riau Tinjau RSUD Rupat
Penambahan ruang operasi ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng, khususnya Bupati Buleleng, dalam menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas pembangunan. Tujuannya jelas: menghadirkan layanan kesehatan yang lebih cepat, aman, dan berkualitas, demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Buleleng secara menyeluruh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Buleleng