Bupati Parwata Hadiri Normalisasi Danau Yeh Malet pada HUT Korem 163 Wira Satya (diskominfo)
BALI - Upaya menjaga lingkungan hidup kembali ditunjukkan lewat aksi nyata di Kabupaten Karangasem. Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, turun langsung memberikan dukungan penuh dalam kegiatan normalisasi Danau Yeh Malet yang berlokasi di Kecamatan Manggis. Aksi ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Korem 163/Wirasatya, Minggu (25/1), dan menjadi simbol kuat kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah.
Alih-alih merayakan HUT dengan agenda seremonial semata, Korem 163/Wirasatya justru memilih langkah yang lebih berdampak. Normalisasi Danau Yeh Malet diinisiasi langsung oleh Danrem 163/Wirasatya, Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, sebagai respons atas kondisi danau yang kian mengkhawatirkan. Pendangkalan dan maraknya tumbuhan liar seperti enceng gondok selama ini dinilai mengganggu fungsi danau sebagai ekosistem air yang vital bagi masyarakat sekitar.
Baca juga: Meriahnya Perayaan HUT RI ke-80 di Lorong Mulyo 1 Talang Bakung
Bupati Karangasem mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan TNI bukan hanya soal keamanan, tapi juga menyentuh isu lingkungan yang berdampak langsung ke kehidupan warga.
“Ini bentuk kepedulian bersama. Kalau Danau Yeh Malet sudah bersih dan tertata, manfaatnya pasti bisa dirasakan masyarakat, baik dari sisi lingkungan maupun pemanfaatan ke depan,” ujar Bupati di sela kegiatan.
Ia juga berharap, normalisasi ini tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi bisa berlanjut hingga danau benar-benar kembali berfungsi optimal sebagai penyangga lingkungan.
Sementara itu, Danrem 163/Wirasatya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian TNI kepada masyarakat. Menurutnya, peringatan HUT Korem seharusnya memberi nilai lebih, bukan sekadar perayaan simbolik.
“Kami ingin HUT Korem punya makna nyata. Normalisasi Danau Yeh Malet ini adalah salah satu cara kami berkontribusi langsung untuk masyarakat dan lingkungan,” tegasnya.
Danrem juga menekankan bahwa langkah ini dilakukan dengan niat tulus untuk menyelamatkan sumber daya air. Danau yang sehat, kata dia, akan membawa dampak positif bagi ekosistem, pertanian, hingga kualitas hidup warga di sekitarnya.
Kondisi Danau Yeh Malet selama ini memang cukup memprihatinkan. Endapan sedimen yang menumpuk serta enceng gondok yang menutup sebagian besar permukaan air berpotensi merusak keseimbangan ekosistem dan mengurangi kapasitas tampung danau. Karena itu, proses pembersihan dilakukan secara bertahap agar hasilnya maksimal dan berkelanjutan.
Ke depan, Danau Yeh Malet diharapkan tak hanya kembali berfungsi sebagai sumber daya air, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai ruang rekreasi berbasis alam yang ramah lingkungan. Kegiatan normalisasi ini pun menjadi contoh konkret bagaimana kolaborasi lintas sektor bisa menghasilkan dampak positif bagi pelestarian lingkungan hidup di Karangasem.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Karangasem