BALI - Menutup tahun 2025, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengajak seluruh masyarakat untuk mensyukuri nikmat sepanjang tahun 2025 serta memanjatkan doa bagi saudara-saudara yang tengah menghadapi musibah bencana alam.
Baca juga: Presiden Prabowo: Kita akan Habis-habisan untuk Membantu Rakyat yang Terdampak Bencana
Pada malam pergantian tahun di Buleleng digelar dengan suasana yang tenang dan penuh makna. Bertempat di kawasan Eks Pelabuhan Tua Buleleng, acara ini diisi dengan refleksi dan doa bersama sebagai bentuk empati terhadap saudara-saudara di sejumlah wilayah Indonesia yang masih diliputi duka.
Kegiatan ini dihadiri Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra bersama jajaran pemerintah daerah, Forkopimda serta para camat sekitar. Dengan kehadiran para petinggi ini menegaskan kebersamaan dalam menyambut tahun baru.
Dalam sambutannya, Bupati Sutjidra menekankan bahwa pergantian tahun bukan sekedar perayaan, melainkan momen untuk merenung, memperkuat solidaritas dan ,emu,nuhkan kepedulian sosial.
Baca juga: Menyambut 2026, Sumut Gelar Doa Lintas Agama untuk Pemulihan dan Harapan
“Di saat sebagian dari kita dapat menyambut tahun baru dengan sukacita, ada saudara-saudara kita yang belum bisa merasakan hal yang sama. Karena itu, mari kita tutup tahun ini dengan doa, keikhlasan, dan rasa kemanusiaan,” ujar Bupati Sutjidra.
Memasuki tahun 2026, Bupati Sutjidra menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang hadir sekaligus mengucapkan selamat tahun baru kepada seluruh warga Buleleng.
“Semoga tahun 2026 menjadi tahun yang penuh harapan, membawa kebahagiaan, kesuksesan, dan kemajuan bagi kita semua dalam membangun Kabupaten Buleleng yang aman dan nyaman,” ujarnya.
Baca juga: Pemkab Konawe Ajak Warga Sambut 2026 dengan Empati, Perayaan Diminta Tanpa Miras dan Kembang Api
Meskipun dikemas dengan nuansa refleksi, suasana acara tetap hangat dan meriah lewat penampilan seni dan budaya lokal. Sebagai simbol kebersamaan panitia juga membagikan nasi jinggo gratis kepada masyarakat, sekaligus menyerahkan penghargaan kepada tokoh yang berkontribusi di bidang seni budaya, pendidikan dan pelestarian lingkungan, yaitu : A.A Gede Ngurah Agung Pemayun, Gede Widya Mintaraga dan Ketut Sumiyana. (Ag).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Buleleng