Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 01 JANUARI 2026 • 23:27 WIB

Melepas Matahari 2025, Denpasar Tampilkan Kolaborasi Budaya Nusantara Yang Elegan

Melepas Matahari 2025, Denpasar Tampilkan Kolaborasi Budaya Nusantara Yang EleganGelaran Budaya bertajuk 'Melepas Matahari 2025', digelar Pemerintah Kota Denpasar di kawasan Catur Muka, Rabu (31/12) petang. (denpasar.go.id)

Denpasar baru saja merayakan perganrian tahun dengan cara yang berbeda dari biasanya, bukan konser ataupun kembang api, tapi dengan Festival Budaya yang super vibes di kawasan Catur Muka. 

Baca juga: Perayaan Tahun Baru 2026 di Taman Literasi Blok M Tampilkan Seni Budaya Betawi

Acara tahunan ini dinamai "Melepas Matahari 2025", yang berarti secara simbolis melepaskan tahun lama dengan merayakan keberagaman budaya Indonesia secara bersama-sama. 

Tema yang dipilih ini adalah Bhineka Nusantara atau semacam pesan kuat bahwa meskipun kita berbeda-beda, namun budaya, bahasa serta tradisi bisa hidup secara berdampingan dengan keren. 

Sebelum acaranya dimulai dilakukan doa bersama yang vibes-nya tenang, damai, dan penuh rasa syukur, sehingga sangat cocok untuk refleksi akhir tahun. 

Ada ratusan penari dari berbagai sanggar yang unjuk kebolehan dan membentuk koreografi super kompak, semuanya diatur oleh Sanggar Sakti Manca. Dengan kebolehan para penari ini membuat siapa saja yang melihat penuh rasa haru, dan merinding akan keindahan tari-tarian tersebut. 

Baca juga: Solidaritas Malam Tahun Baru: Pemprov DKI dan Warga Jakarta Galang Dana Miliaran Rupiah untuk Sumatra

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, serta para jajaran lainnya juga turut hadir dalam acara ini. Menurut merka ini bukan sekedar acara biasa, namun ini bentuk dari ekspresi kreativitas dan kebanggaan budaya. 

"Acara melepas matahari pada tahun ini memang dikemas sederhana tanpa adanya pesta kembang api. Meskipun digelar sederhana, namun harapannya acara ini juga bisa menjadi ruang ekspresi kesenian dan dapat dinikmati oleh masyarakat Kota Denpasar," kata Jaya Negara.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tidak ada kembang api atau konser di acara penghujung tahun 2025 ini. Acara dibuat sederhana namun berfokus pada seni pertunjukan dan nilai budaya yang teramat dalam. 

Lebih lanjut, Wali Kota Denpasar Jaya Negara juga mengemukakan, di tahun 2026 mendatang, persoalan sampah dan antisipasi banjir akan menjadi skala prioritas penanganan. "Harapannya di tahun 2026 ini Kota Denpasar bisa menjadi lebih baik lagi," tambahnya.

Baca juga: UPT Alkal SDA Tambah Sarana Prasarana Pengendalian Banjir

Acara ini juga merupakan panggung besar untuk berbagai kesenian Nusantara, seperti: tari Saman Aceh, Jaranan Jawa, kesenian Borneo sampai Jejangeran khas Bali, semua tampil bersama dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam alias "Dunia itu satu keluarga". 

Di akhir acara, ada ritual pelepasan burung merpati yang simbolis, bukan sekedar melepas tahun, tapi juga untuk menyebarkan pesan damai dan kebersamaan di awal tahun baru. Inti dari acara ini adalah supaya kita tetap menghargai sebuah perbedaan. Perbedaan itu bukan batasan, tapi justru kekuatan untuk membangun kesolidaritasan, kreativitas, serta saling menghargai. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Denpasarkota.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Melepas Matahari 2025, Denpasar Tampilkan Kolaborasi Budaya Nusantara Yang Elegan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!