BALI - Bicara tentang patung ikonik, mungkin sebagian orang langsung teringat pada Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Namun siapa sangka, Denpasar juga punya patung selamat datangnya sendiri yang tak kalah megah dan penuh makna, yaitu Patung Titi Banda. Patung ini berdiri kokoh di pertigaan strategis Jalan Bypass Ngurah Rai, tepatnya di kawasan Kesiman, Denpasar Timur.
Baca juga: Museum Bajra Sandhi, Jejak Perjuangan Rakyat Bali Melawan Penjajah
Lokasinya sangat penting karena menjadi penghubung utama bagi pengguna jalan dari arah Klungkung dan Gianyar menuju pusat Kota Denpasar. Tak hanya sebagai penanda arah, patung ini juga sekaligus menjadi simbol penyambutan bagi siapa saja yang masuk ke ibu kota Provinsi Bali.
Baca juga: Jalan-Jalan ke Bali? Jangan Pulang Sebelum Coba Makanan Khas Ini!
Patung Titi Banda mengangkat salah satu kisah legendaris dari epik Ramayana, yakni saat Rama membangun jembatan menuju Alengka Pura untuk menyelamatkan istrinya, Dewi Sita, yang diculik oleh Rahwana. Dalam patung ini, digambarkan sosok Rama berdiri gagah di atas kereta perang, ditemani pasukan kera yang dipimpin oleh Hanoman. Komposisi patung ini begitu dinamis dan dramatis, memperlihatkan semangat perjuangan, kesetiaan, dan keberanian.
Setiap detail patung dirancang dengan artistik tinggi, menjadikan Patung Titi Banda tidak hanya sebagai landmark kota, tetapi juga karya seni publik yang sarat filosofi dan nilai-nilai budaya Hindu.
Baca juga: Bukan Sekadar Spot Instagramable, Desa Penglipuran Bali Tawarkan Ketentraman yang Sulit Dilupakan
Nilai artistik dari Patung Titi Banda juga terletak pada bagaimana kisah spiritual disampaikan dalam bentuk visual yang masif dan terbuka untuk umum. Selain itu, pembangunannya juga mencerminkan karakter Denpasar sebagai kota budaya, yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal meski berada di tengah perkembangan kota modern.
Keberadaan patung ini juga memperkuat identitas Bali sebagai daerah yang kaya akan narasi mitologi, dan mampu mengemas warisan budaya tersebut dalam bentuk yang monumental dan menginspirasi.
Menariknya, Patung Titi Banda kini juga menjadi spot foto favorit para pengguna jalan. Tak sedikit orang yang sengaja berhenti dan memarkirkan kendaraannya di sisi selatan jalan sebelum menuju kawasan Sanur, hanya untuk berfoto dengan latar belakang patung ini. Apalagi saat senja menjelang malam, pencahayaan di sekitar patung menambah kesan dramatis dan estetik.
Baca juga: “This Is Bali” Ubud: Pengalaman Kuliner Autentik dengan Sentuhan Modern
Lampu-lampu jalan yang menyala di sekelilingnya menciptakan siluet indah dari patung dan kereta perang yang ditumpangi Rama, memberikan pemandangan yang memukau bagi siapa saja yang melintas.
Dengan semua keunikan dan keindahan yang dimilikinya, Patung Titi Banda bukan sekadar objek visual di jalan raya. Ia adalah simbol penyambut yang anggun bagi siapa pun yang memasuki Denpasar. Patung ini mengajarkan kita tentang keberanian, cinta, dan tekad melalui kisah klasik yang tetap relevan hingga kini, sekaligus menjadi pengingat bahwa Bali bukan hanya soal alam dan pantai, tapi juga soal kisah dan jiwa yang hidup dalam setiap sudut kotanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan